Tuesday, February 24, 2026

What if

Kalau uang bukan masalah, 
Pilihan apa yang dipilih?

Kalau uang bukan masalah,
apakah membeli barang x akan membuat diri dan kehidupan lebih greater?

kalau uang bukan masalah,
apakah bekerja di X membuat jiwa raga bahagia dna greater?

kalau uang bukan masalah,
apakah masih tinggal di tempat sekarang?

kalau uang bukan masalah,
apakah akan memilih kantor xx?

kalau uang bukan masalah,
apakah mau beli makanan ini? apakah body nya happy?

kalau uang bukan masalah,
mau pergi jalan kaki, ojeg, pesawat, atau apa yang bikin diri greater?

kalau uang bukan masalah,
apakah memilih pilihan saat ini/ ini?

kalau uang bukan masalah,
pilihan apa yang tersedia yang bikin diri (jiwa raga) expand, greater, joy?

kalau uang bukan masalah,
apakah tetap berada di relasi saat ini?

kalau uang bukan masalah,
kehidupan apa yang bisa dipilih?

kalau uang bukan masalah,
karya apa yang bisa diciptakan dengan segala kemudahan?

kalau uang bukan masalah,
tempat mana yang paling berkontribusi dan nurturing?

kalau uang bukan masalah,
keputusan apa yang mau diambil?


Thursday, February 19, 2026

Jodoh

Banyak sekali utas perempuan maupun laki-laki tentang relasi. Perempuan yang ingin hidup mewah secara instant, laki-laki yang pemalas tanpa usaha, perempuan yang meminta sesuatu yang dianggap terlalu tinggi oleh laki-laki. Tentang harta, nafkah, perawan, value yang dinilai sebagai alat tukar dalam relasi. Menariknya tanpa sadar polanya jadi saling menuntut, membandingkan, untung rugi, dan menilai, tanpa ada ruang kontemplatif ke dalam diri sendiri tanpa berisik. 

In deep down, I believe jodoh itu cerminan diri. Cerminan luka yang sama-sama belum sembuh, cerminan fragile ego, cerminan fixed mindset, cerminan pattern, cerminan vibrasi diri, cerminan apa yang terjadi di dalam diri. Saat kita tau kualitas diri, kita tidak akan berisik mengumumkan value diri dan pasangan seperti apa yang pantas, alais cukup disimpan di diri snediri dan dilakukan. Saat ada yang hadir yang secara logika tidak memenuhi ego; justru itu jadi ajang refleksi evaluasi diri to improve. Karena saat vibrasinya sudah berbeda, akan terpisah sendiri. Misal ketemu pasangan yang suka abuse, bohong, mengkhianati diri, mengabaikan; bisa jadi kita melakukan itu juga ke diri sendiri sehingga menarik pasangan seperti itu. Saat diri sadar, ambil pelajarannya, dan evolve dengan belajar mencintai diri, percaya terhdap diri sendiri, prioritasin diri, taking care diri dengan baik. Maka orang yang hadir dalam hidup pun berubah, termasuk pasangan. Datang orang-orang yang sangat menghargai, nurturing, taking care kita dengan baik. 

Untuk waktu, bisa jadi sudah ada ketetapannya.
Yang bisa kita lakukan antara menjalani, menerima, dan berusaha akselerasi.

Personally, I dont have any insecurity about jodoh. 
Bisa jadi ada faktor sudha kenal diri sendiri, anteng sama diri sendiri, relasi yang baik dengan laki-laki disekitar sejak kecil (ayah, adik, kakek, om, pakde, sepupuh).

Untuk perempuan, yang mungkin stress atau ada insecurity ttg jodoh, bisa digali relasi dengan ayah dari kecil sampai dewasa bagaimana? apakah dekat secara emosi, apakah akrab, apakah dapat empati dr ayah, apakah ayah hadir dalam hidup dan kehidupanmu, dll. Biasanya kalau relasi dengan ayah baik, perempuan itu kehidupan sekolah, pekerjaannya baik. Termasuk rasa aman dengan lawan jenis.