Saat satu persatu doa terijabah, rasanya itu bahagia banget.
Saat satu persatu puzzle masa lalu terangkai, rasanya beruntung banget.
dan saat ini, terimakasih telah mempertemukan saya dengan:
Kelompok teman-teman di kelas magister
Teman-teman kantor
Teman-teman traveling/backpacker
dan tentunya keluarga terbaik.
4 hal yang bikin hati tetap bahagia dan merasa sangat beruntung.
Saat butuh butuh uang, dateng kerjaan. saat kesepian datang teman, saat buntu datang bantuan.
"Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?"
ih ga punya foto2 mereka (males nyari padahal haha)
Wednesday, March 20, 2013
Wednesday, March 13, 2013
MENIKAH
Hello mid-Test! :)
Hello Project! :)
Ditengah 2 kesibukan itu dengan deadline yang sama, yaitu senin (4hari lagi), yang seharusnya bergulat dengan buku-buku membuat jurnal, tulisan, dan project2 desain, diotak saya malah "masih 4 hari lagi", alhasil malah mengerjakan hal lain, yaitu mikir hal lain dan salah satunya menulis ini :p
Hello Project! :)
Ditengah 2 kesibukan itu dengan deadline yang sama, yaitu senin (4hari lagi), yang seharusnya bergulat dengan buku-buku membuat jurnal, tulisan, dan project2 desain, diotak saya malah "masih 4 hari lagi", alhasil malah mengerjakan hal lain, yaitu mikir hal lain dan salah satunya menulis ini :p
Suatu hari yang lalu bertemu teman lama, berbincang lalu ada beberapa yang masuk ke dalam pikiran, bahwa sebagian teman (pergaulan- satu kampus almamater) saya yang wanita lebih memilih untuk berkarir dahulu dan menikah before 30 atau sekitar 28-29. Berbeda dengan lingkungan keluarga saya yang berfikir umur 24 tahun seorang wanita sudah pantas atau sebaiknya menikah, dan sekarang saya sudah 25tahun sering sekali ditanyakan kapan menikah dan bingung juga menjawabnya ya disamping karena ada ambisi-ambisi yang masih dikjar, disisi lain memang belum bertemu jodohnya haha, kalo udh ketemu dan yakin ya mau apalagi kalo ga nikah.
Disini saya melihat berbagai perspektif orang dalam menentukan umur menikah (diluar landasan kesehatan-reproduksi), beberapanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, bidang pergulatan, pergaulan, pola pikir, pencapaian dan sudut pandang. Keluarga saya menyebutkan 24 tahun sebaiknya wanita menikah, ya karena sebagian besar wanita di keluarga besar termasuk ibu saya menikah di usia itu dan tidak ada pencapaian khusus sebagai syarat invisible (seperti harus beres s2 dahulu, harus bisa menyicil rumah dahulu, harus blabla lainnya). Atau di pergaulan teman-teman sekolah SD,SMA,SMP beres kuliah, kerja, nikah, mungkin sebagian besar tidak muluk-muluk dalam pencapaian hidupnya. Teman-teman kuliah yang bukan dari keturunan yang kaya (termasuk saya), lebih memilih untuk berkerja-s2,bekerja baru menikah, memiliki dasar finansial dahulu atau mengejar ambisi pribadi dahulu. Yang membuat sampe sekarang tenang adalah lingkungan sosial dan pergaulan (teman) saya masih santai-santai aja.
Membangun rumah tangga memanglah berat, saat memutuskan untuk menikah, perlu biaya untuk itu, minimal bayar KUA dan resepsi demi terhindar dari segala fitnah, setelah itu mau tingga dimana? saya pribadi sangat anti untuk numpang (di rumah ortu/mertu), lebih baik mengontrak rumah dahulu sampai bisa menyicil rumah dan punya rumah. Sehabis itu hamil, perlu biaya hingga anak semakin besar dimana biaya pendidikan yang semakin mahal, belum lagi kebutuhan sekunder dan tersier lainnya. Memang menikah dengan landasan agama karena-Nya dan dengan niat baik, semoga menjadikannya barokah dan membuka rezeki, seharusnya sih ga perlu khawatir ya, cuma tetep aja kalo otak dipake banyak banget yang dipikir - realistis (padahal dominan otak kanan haha). Kalau untuk Jodoh sih yakin dapet diwaktu yang tepat dengan orang yang tepat. Adapula beragam ketakutan yang muncul, antaranya takut tidak bisa diterima sepenuhnya oleh pasangan ataupun keluarga besarnya dan sebaliknya (lebay sih haha).
Walaupun tumbuh dalam keluarga yang para wanitanya berkarir, saya justru memilih untuk mengejar mimpi disaat single, harus berprestasi, harus bekerja berkarya jadi desainer sesungguhnya, sekarang sedang s2 dan semoga bisa jadi dosen, ingin ini itu lainnya, tetapi saat sudah punya anak, lebih memilih untuk mengurus anak hingga berumur 6 tahun ketimbang bekerja dengan beban menafkahi rumah tangga , kalaupun bekerja, kerjaan rumahan dan pendapatannya untuk membantu ortu dan ditabung untuk membantu suami disuatu sikon 'jatoh' (namanya jg hidup, gak mungkin kan stabil terus). Nah bagian finansial ini yang sulit, ya kalo jodohnya mapan atau bertanggung jawab nan pekerja keras, kalo ngga? (ya jangan sampailah,amit2).
Pertimbangan:
- Agama (penting nih, kalo agamanya bagus, akhlaknya bagus, maka bisa jadi pemimpin dan memperlakukan dengan baik secara fisik maupun verbal dan bertanggung jawab)
- Tingkat dan latar belakang Pendidikan (Ini pernting juga, pola pikir, sudut pandang, dan ini yang akan berkembang kepada visi yang sama dan keputusan-keputusan lainnya).
- Keluarga dan Lingkungannya (ortu hebat tidak menjadi memiliki anak hebat dan sebaliknya, mau ortunya seburuk apapun ((namanya jg orang kan pasti punya masa lalu/ aib/ kesalahan selama itu diperbaiki ya gpp)) tetapi mendidik anaknya baik dan anaknya tumbuh dalam lingkungan sosial yang baik, ya anaknya juga bakal baik, lagian baik itu urusan hati, dan hati itu urusan Tuhan. Saling menerima, menghargai dan cocok antara 2 keluarga).
- Sifat, Karakter, Kepribadian (intinya sih bisa saling memperbaiki, menyeimbangi, melengkapi, seimbang)
- Finansial
Sering denger kata-kata :
a: "mau ga ma si A, anak kyai"
sy: "kalo bapaknya kyai anaknya emang shleh?"
a: "mau ga ma si B, doktor loh dia"
sy: "kalo tipe2 yg sekolah cm nyari gelar mah ga mau ah" (banyak mau)
banyak kok ortu-ortu hebat anaknya biasa-biasa aja, banyak juga yang ortunya pengangguran bisa punya anak bergelar doktor lulusan luar negeri nan shaleh, intinya sih gak perlu liat siapa ortunya, liat aja kualitas orangnya itu sendiri, kalo dipikir-pikir egois jg saya mikir kaya gitu, karena kita yang berinteraksi denga org tsb, tetapi keluarga kita berinteraksi dengan keluarganya dengan beragam paradigma dan pandangan sosial.
*wuallahualambishawab
Sunday, March 3, 2013
Batu Karas
Seminggu yang lalu, saya bersama teman magister (Bayu - driver, litya - co driver, saya, bintang, yasmina, edo, dian, etika) sedikit refreshing, yang awalnya bertujuan ke taman safari bogor, alhasil melipir ke batu karas, haha (jauh), dengan melewati rute yang berbeda dengan kebanyakan orang, melewati jembatan nan panjang, dimana 8 nyawa ditkar dengan 1000, melewati perkampuang di gunung, melewati orang yang sedang buang air besar dikali haha. Setelah 12 jam, akhirnya kita sampe jam 9 malam, makan, cari penginapan, dan liburan pun dimulai :D
![]() |
| Paginya, pantai masih asli sepi :D photo by: Etika, kinonia.net |
![]() |
| byuuur! Photo by: Etika, kinonia.net |
![]() |
| Photo by: Edo - Kamera Yasmina |
![]() |
| Otw ke pantai sebelahnya (yang ternyata tinggal nyebrang, haha) Photo by: Etika, kinonia.net |
Pantai (sisebelah setelah sedikit nanjak. Photo by: me
|
Sunday, February 24, 2013
Kapan dan Akan
entah kapan kaki ini akan menginjak salju,
entah kapan mata dan hati ini merasakan belahan bumi lainnya, menjelajahinya
entah kapan mimpi- mimpi terwujud
entah kapan semua menjadi stabil
entah kapan bisa memberi dan bermanfaat segala sesuatunya
entah kapan bisa menginspirasi orang-orang dan anak keturunan
apakah akan jadi dosen / praktisi / hal lainnya
apakah akan berhasil atau gagal
apakah akan berjodoh dengan orang baik yang barokah dunia akhirat
apakah akan bisa menjawab semua pertanyaan di alam kubur tanpa siksaan
apakah akan masuk surga tanpa transit ke neraka dahulu
ketakutan akan masa depan, ketakutan untuk mencoba, ketakutan untuk salah, ga pede
keterbatasan materi dan permasalahan keluarga yg hanya tinggal menunggu waktunya untuk selesai atau memulai lagi dari nol.
kekurangan jiwa atas segala kesedihan; atas segala keraguan; atas berbagai hal buruk dan baik yang bergejolak dalam waktu yang sama.
pada akhirnya manusia hanya mampu membuat koma dalam cerita hidupnya, karena titik ("kapan" dan "akan" ) hanya milik-Nya.
*wuallahualam bishawab.
Sunday, February 17, 2013
I feel blessed.
:)
Kalo inget semua yang ada dihadapan, disekitar, rasanya saya menjadi orang yang sangat beruntung.
Kalo inget semua yang telah dilakukan, dihadapi, rasanya saya hanya secuil debu di pasir.
Kalo inget semua yang ada dihadapan, disekitar, rasanya saya menjadi orang yang sangat beruntung.
Kalo inget semua yang telah dilakukan, dihadapi, rasanya saya hanya secuil debu di pasir.
Tuesday, February 12, 2013
another life in life
| (sumber: pribadi) tangkuban perahu. |
Semakin jauh kita melihat, semakin tidak jelas terlihat, semakin tinggi tingkat kekhawatiran, semakin keras otak berfikir. Apa yang ada didepan biarlah tetap didepan, seiring dengan langkah kaki yang terus maju, semua keburaman akan terlihat jelas dengan sendirinya. memang sabar perlu dalam semua hal.
![]() |
| (sumber: yasmina) |
Seperti kembali ke masa SMA, dimana alasan sekolah ada 2, yatu belajar dan bertemu teman :)
| (sumber: pribadi). kosan. 7 am |
Sedih karena ucapan alhamdulillah berasa belum cukup untuk rejeki yang udah dikasih banyak banget dalam berbagai bentuk :D
Sunday, January 27, 2013
Merantau
" Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan. "
- Imam Syafi'i
Sunday, January 20, 2013
minggu
Tadi pagi berniat ke rumah sakit mata, karena tidak tahu angkot kesana dan agak rempong rutenya, maka saya mengunakan si oren dengan mengeluarkan 4 kendaraan lainnya di belakangnya (entah knp parkiran super penuh numpuk2).
Lalu pergilah ke rumah sakit dengan jalanan yang super sepiii - kebut2an (efek jakarta banjir hehe). Sesampainya di rumah sakit, ternyata dokternya ga ada. damn! dalam hati. mata terasa super ngantuk, ingin rasanya langsung pulang ke kosan lagi, tapi ga enak takut diamuk massa, udah nyusahin 4 orang buat mundurin kendaraannya masa saya balik dalam wkt setengah jam.. lalu ke- luntang lantungan pun dimulai, muter2, karena masih pagi belum pada buka.
Alhasil saya ke kampus, parkir di kampus dan stuck ga bs parkirnya (harusnya masukin kepalanya duluan krn ada mobil melintang - mentok depannya, tp saya keukeuh mau masukin pantatnya dulu dan susah ternyata) hahaha.....
lalu ada seorang ibu muda yang membantu dan saya tetap blm pintar dan tidak bisa juga, akhirnya ibu muda itu menyuruh suaminya menolong saya, lalu dalam 4 kali gerakan si oren sudah rapi sesuai harapan saya. terucap kata terimakasih dengan senyum. lalu saya berjalan ke arah barat sambil berfikir, "baik banget mba2 itu ngebantuin dan suaminya juga baik, emang gitu kali ya konsep jodoh orang baik ketemu orang baik. yang kedua saya mikir, kalau itu kejadian di balik, keluarga saya pasti bantu, cuma dalam keadaan sosial jaman sekarang yang orang2nya super cuek, hal tersebut menjadi sesuatu yg langka. yang ketiga saya mikir mereka umurnya pasti cuma beberapa tahun diatas saya, keluarga kecil dan tampak bahagia alias jd pengen nikah hahaha"
Sampailah di sebuah mall, jalan2, makan sendirian dan saya ga ngerasa risih, kesepian, atau sedih yang biasanya saya alami jika seperti itu. lalu kesana kemari sendirian 4 jam dan sesampainya di kosan sebelum bbrp menit tertidur karena super ngantuk tertahan dr tadi pagi, sempet mikir, alhamdulillah hari ini bahagia. Memang benar hati ini milik Allah, Dia sang maha membolak balikan hati, yang memberikan perasaan bahagia, sedih, takut. jadi mikir, berarti kalo lagi sedih, obatnya ya berdoa aja kepada sang pencipta untuk mengangkat rasa sedih :)
Monday, January 14, 2013
antara transformasi umur, adaptasi sosial dan sahabat.
Semakin bertambah umur semakin dikit teman yg kita punya dan semakin banyak kenalan yang dikenal, semakin seringnya kita mengikuti demi sebuah adaptasi sosial daripada menjalani dengan sebenarnya, semakin besarnya kita dituntuk memainkan mimik muka dan hal tersebut yg paling sulit saya lakulan krn muka saya emang judes haha.
Semakin bertambah usia semakin banyak uang yang dikeluarkan untuk hal-hal kurang perlu. Teringat masa sekolah dimana pertemanan menjalin persahabatan dalam kesederhanaan dan terjaga bertahun2 lamanya hingga tahapan hidup berubah, dari remaja hingga dewasa, dari single hingga sudah pada menikah dan bentar lagi dr seorang anak hingga menjadi seorang ibu. makan bareng, pulang bareng, mainnya bukan cafe ke cafe melainkan dari rumah teman ke rumah teman lainnya. olahraga bareng, kalaupun hedon makan enak dan nonton bioskop itu pun terjadi 1-2kali sebulan, karena jarang maka kita anggap itu bukan hal biasa.
berkumpul, mengobrol, bukan hanya obrolan ringan, visi tujuan hidup ke depan masing2 pun diutarakan dan semoga bs saling mendoakan dalam hati masing2. menjalin silahturahmi dengan keluarganya. teguran frontal yang diutarakan tanpa ada rasa tersingung di hati, penerimaan apa adanya dimana manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. pembelajaran- pembelajaran yang terjadi dalam interaksi maupun yang didapat dalam cerita2 obrolan, curhatan yg tdk dianggap sbg tong kosong krn setiap cerita selalu ada hikmah yg bs didapat. saya rindu punya sahabat yang baik untuk dunia dan akhirat, sahabat yang di dalamnya diberikan rasa kasih oleh Tuhan, sahabat yang menyeimbangi diri dalam hidup.
sahabat tidak selalu ada dalam interaksi setiap harinya tp entah mengapa ada sebuah ikatan emosional yg terjalin, sebuah penerimaan akan kekurangan dan sebuah perhatian akan pola pikir perilaku dan lain sebagainya.
Memiliki keluarga, pasangan, dan sahabat yang maslahat dunia akhirat adalah salah satu rejeki dan anugrah yg terbesar dari Allah dan semoga saya diberikan itu semua. aamiin.
Saturday, January 12, 2013
quarter life crisis ckck
a: "abis 2 taun kerja mau s2, terus blablablabla...."
b: "mending lo belajar masak terus nikah"
a: "blablabla..."
c: "jangan lupa cari jodoh ti, hidup harus seimbang"
a: "blablabla..."
c: "bukan masalah kemapanan materi, kamu mau sesukses secara akademis ataupun materi, msh bs ngebebani orang tua secara pikiran kalo blm nikah mah.
d: "katanya nikah itu bikin hari tentram, jd pgn nikah"
a: "nikah gih, gw jg mulai memikirkan hal itu. cariiin!"
d: "cari sendiri aja ti, gw takut salah"
a: "santai aja, knp buru2?"
e: "we almost twenty five ti!!!"
obrolan yang selalu muncul tanpa diundang ditengah2 percakapan berbagai topik dengan berbagai teman sahabat dalam 2.5tahun terakhir. ckckck
b: "mending lo belajar masak terus nikah"
a: "blablabla..."
c: "jangan lupa cari jodoh ti, hidup harus seimbang"
a: "blablabla..."
c: "bukan masalah kemapanan materi, kamu mau sesukses secara akademis ataupun materi, msh bs ngebebani orang tua secara pikiran kalo blm nikah mah.
d: "katanya nikah itu bikin hari tentram, jd pgn nikah"
a: "nikah gih, gw jg mulai memikirkan hal itu. cariiin!"
d: "cari sendiri aja ti, gw takut salah"
a: "santai aja, knp buru2?"
e: "we almost twenty five ti!!!"
obrolan yang selalu muncul tanpa diundang ditengah2 percakapan berbagai topik dengan berbagai teman sahabat dalam 2.5tahun terakhir. ckckck
Wednesday, January 2, 2013
goodbye 2012, welcoming 2013 :D
2012 80% tercapai dengan berbagai bonus dari Allah :) Diakhiri di gunung tanpa signal, sepi, tenang, jauh dari hingar binggar hedonisme, dan tidur nyeyak saat langit mulai gelap, sangat menyenangkan.
Semoga di Tahun 2013 ini semakin barokah, bahagia; dan segala rencana yang diusahakan di ridhoi dan berhasil :D
Semoga di Tahun 2013 ini semakin barokah, bahagia; dan segala rencana yang diusahakan di ridhoi dan berhasil :D
Saturday, December 22, 2012
holiday :(
i just finished my final exam that wrote journal and paper. holiday is coming~
many friends went to their home (holiday with their family) and i dont have any friends to do holiday together aaaargh. and my family cant do holiday together. Sometimes i hate holiday! its just makes me feel lonely and alone.
back to home. stay at home all day along for a month? yaudahlah yah
many friends went to their home (holiday with their family) and i dont have any friends to do holiday together aaaargh. and my family cant do holiday together. Sometimes i hate holiday! its just makes me feel lonely and alone.
back to home. stay at home all day along for a month? yaudahlah yah
Friday, December 14, 2012
selamat memasuki masa hectic uas.
selamat memasuki masa hectic uas.
Uas semester satu ini sudah dimulai dari minggu kemarin, dikarenakan menemani ibu masuk rumah sakit slama 2 minggu dan saya belum kebagian waktu presentasi, alhasil saya habiskan waktu minggu kemarin fokus persiapkan presentasi dan mengunjungi ibu dan kegiata keluarga lainnya.
Hari ini jumat, berencana menyelesaikan tugas kelompok terlebih dahulu, dimana saya menggunakan prinsip dahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, dan yang terjadi adalah orang2 sudah menyentuh semua uas nya ada yg sudah beres full maupun setengahnya, dan saya benar2 menyesal datang kerja kelompok krn pulangnya macet dan ga dilalui angkot, jd bawa mobil sndiri pegel gila ditambah ga dapet parkir pulangnya (yasudahlah). sia2? tidaaak, karena tugas kelompok sudah beres walaupun tidak semuanya bekerja.
Jadwal mengerjakan uas: 1 hari satu uas, ada pula uas yang saya kasih waktu sampai 3 hari dikarenakan sebelum mengerjakannya harus baca beberapa buku. cukuplah sampai batas waktu pengumpulan. hari ini beres laporan presentasi. sabtu minggu beresin 2 uas, dikumpul senin. Lalu senin mulai mengerjakan 1 uas lainnya sampe rabu, lalu lanjut dengan tugas dan uas terakhir. dikumpul jumat. Kalo kaya gini sih mending jangan ketemu orang, kalo komunikasi mending lewat virtual dan jangan tanya progress orang! karena setiap orang punya cara kerjanya masing2 dan tau kekuatan diri sendiri. ohya jangan lupa juga buat keluar kamar, melihat matahari walaupun hanya sekedar beli makan di warteg (hahaha itu mah keharusan).
moral dan hikmah hari ini:
btw, hari ini saya senang karena tidak terpancing marah walaupun kesel banget, sabar memang menguntungkan.
1. Belajarlah egois untuk mendahulukan kepentingan pribadi daripada bersama, karena semua orang melakukan itu.
2. Kemampuan memakir meningkat, efek ga dapet parkir, jd di pingir jalan, lalu parkir di spot paling ga enak dan susah dan jadi lancar parkir mundur dengan rute nanjak dan track nya ga lurus. haha
*saking stressnya malah jadi nulis2 blog~ buat apa stress, kerjain aja nanti juga beres, baik, benar dan bisa tepat waktu :)
Wednesday, December 5, 2012
Get well soon Ibu,,,
Sudah 2 minggu ini, ibu saya masuk rumah sakit 2 kali, baru keluar rumah sakit 3 hari kemudian masuk lagi. Sebelum masuk rumah sakit, 2 bulan terakhir tiap malam saya selalu ingat beliau dan entah kenapa suka sedih sendiri, pas tau beliau masuk rumah sakit selama 2 minggu ini, rasanya semakin gmn gt, apalagi pas tiba-tiba beliau merasakan kesakitan tak tertahan hingga minta dibacakan yaasin oleh adik saya. Sekarang pun belum sembuh.
Ini keadaan dimana saya menjadi takut akan masa depan, bagaimana nasib biaya kuliah saya, bagaimana nasib masalah2 lainnya, bagaimana ini itunya kelak, dan banyak hal lainnya yang muncul di kepala. Kadang berfikir menggunakan logika membuat kekhawatiran semakin muncul, ya pada akhirnya saya kembali lagi pada aturan Tuhan, kalau setiap manusia sudah memiliki jalan hidupnya masing2, rejekinya masing2, ajalnya masing2, jodohnya masing2, masalah dan godaannya masing2. Biarlah masa depan menjadi urusan Tuhan, kita cuma perlu berusaha maksimal pada hari ini saat ini. Itulah hikmah yang bisa saya ambil selain betapa berharganya orang tua apalagi ibu, perlakukan beliau dengan baik sesuai yang tertera di Al-Quran.
Wuallahualam bishawab.
get well soon ibu,,, i love you.
semoga selalu dalam lindungan Allah, diberikan kesehatan dan keberkahan.
Sunday, November 11, 2012
The Joneses - Cuplikan gaya hidup akan konsumerisme masa kini
Tadi sore saya yang seharusnya nonton 3-4 Ross Kemp On Gangs - East Timor yang kemudian dibuat analisisnya untuk salah satu tugas kuliah, malah googling-googling dan menemukan film The Joneses (2009). Saya akan menceritakan sinopsis dan pandangan dari sudut pandang budaya dan humanisme.
![]() |
| picture form google image with keyword the joneses, sorry i forgot that web. |
Film ini menceritakan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah (stave) ibu (kate), 1 anak perempuan (jane) dan 1 anak laki-laki (mike) pindah ke sebuah komplek perumahan mewah, mereka memiliki segala barang mewah dan keluarga yang ideal. Mereka tersebut merupakan marketing dalam skenario kehidupan dan memasarkan segala produk dengan membaur dan memperlihatkan gaya hidup yang dianggap "ideal". Interaksi-interaksi sosial pun dilakukan baik terhadap tetangga, teman-teman sekolanya, kolega sang ayah hingga teman-teman sang ibu. Dengan dasar manusia yang ingin berbaur dan memiliki rasa iri, maka strategi mereka dalam meningkatkan penjualan berhasil, orang-orang dalam lingkungan mereka berubah menjadi sama gaya hidupnya dan menjadi sangat konsumtif. Hingga suatu ketika ada seorang tetangganya mengadakan pesta dan semua perabot hingga makanannya sama persis seperti yang ada di keluarga jones. Tetangganya tersebut membeli semua barang demi mendapati kehidupan yg dianggap "ideal" termakan akan gaya hidup the joneses hingga keesokan harinya setelah pesta, sang istri menemukan banyaknya tumpukan tagihan kartu kredit di ruang kerja suaminya dan menemukan suaminya mati bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di dasar kolam. Lalu steve jones merasa bersalah atas kejadian tersebut, dimana pekerjaan memasarkan barang membuat orang konsumtif hingga mengakibatkan nyawa melayang sehingga dia mengaku kepada polusi dan resign dari pekerjaannya. Garis besar ceritanya seperti itu walopun memang ada sisipan romance antara steve-kate, disorientasi seksual mick, serta jane yang senang dengan pria yang lebih tua.
*ulasan dibawah ini, saya bikin 2 hari setelah nonton, jadi ga sesemangat pikiran setelah nonton.
Dalam dunia kapitalis seperti saat ini, manusia tidak dipandang secara personal melainkan sebagai objek, objek target pasar bagi para produsen dalam mencari keuntungan melalui produk. Produk bukan lagi sebagai pemenuhan kebutuhan melainkan pemenuhan akan gaya hidup, sehingga kita berada dalam masa konsumerisme dimana kita dikendalikan oleh produk. Dalam alur dimana para marketing terselubung tersebut memasarkan produknya dengan membaur dengan masyarakat memanfaatkan sifat iri manusia yang ingin sama, menyamai, menandinggi maupun melebihi, mereka berhasil, membuat para tetangganya merasa ketinggalan zaman dengan prduk-produk yang digunakannya dan membelinya. Disini ada peran desainer, ya itu kita bahas lain waktu. Keluarga ideal yang keluarga jones tampilkan memberikan persepsi bahwa untuk menjadi seperti itu perlu rumah bagus, mobil mewah, iniitu segalanya. Manusia terus berkonsumsi tanpa mengendalikan nafsu dalam hatinya dan mendengarkan pikirannya akan butu tidaknya.
Sistem tukar yang semakin mempermudah orang untuk memiliki barang tanpa harus memiliki uangnya dahulu dengan hanya gesekan benda tipis seperti kartu nama yang berhubungan dengan bank, dan terbukanya dunia teknologi yang memberikan informasi secara transparant tanpa mengenal batas wilayah dan waktu, maka hal tersebut mempermudah manusia dalam proses konsumsi produk. istri tetangganya memilih berbagai produk yang sama dengan keluarga jones dan saat dilihat totalnya sangat membekak, sempat ragu, lalu suaminya membolehkannya demi membuat istrinya bahagia dan terming-iming persepsi ideal. Walaupun dia tahu tagihan-tagihan sebelumnya tidak bisa dibayar dan rumahnya akan disita dalam waktu 6 bulan jika tidak dilunasi. Dan keesokan harinya setelah mereka "pamer" produk-produk yang dimilikinya dalam sebuah rangkaian gathering, sang suami tewas, stress tidak bisa membayar tagihan kartu kredit. Betapa jahatnya sistem tukar saat ini, dengan segala penyangkala "harusnya manusia yang mengendalikannya, jangan salahkan sistem" ya benar memang, sistem tersebut sudah membaca sifat dasar manusia bagaimana manusia berfikir, merasakan, bertindak. Lagi-lagi manusia hanya sebagai objek, objek penelitian untuk membuat sistem yang menjadikan manusia itu sendiri sebagai target (objek). Apakah dalam kasusu tersebut manusia dilihat secara personal? sebagai pria beristri, tulang punggung keluarga, memiliki perasaan, disaat dia meninggal bagaimana nasib psikis dan masa depan istrinya? bagaimana trauma akan membentuk manusia setelah itu? jawabannya adalah tidak. kita hanya sebagai objek dalam sebuah permainan.
Manusia memiliki perasaan dan pikiran yang bilang salah dan benar, hanya saja kebenaran dan keburukan menjadi samar dan abu-abu. Disaat ingin melakukan hal benar mengkonsumsi sesuai kebutuhan, maka ada kosekuensi dimana ia tidak bisa masuk kedalam ruang sosial tertentu bahkan ruang sosial lingkungan sekitar sehari-harinya, yang pada akhirnya mau tidak mau demi bisa berbaur maka manusia menyerupai lingkungan tersebut. Ya itulah gaya hidup mengkotak-kotakan manusia dari produk-produk yang digunakan dan kegiatan yang dilakukan. Film ini diputar tahun 2009 dan saat ditonton tahun 2012, efek gaya hidup dan konsumerisme tahun 2009 disana sama dengan tahun 2012 di Indonesia, itu membuktikan bagaimana "penyakit" bisa menyebar sangat cepat dan dalam waktu 3 tahun hingga ke negara berkembang seperti kita dan tetap bertahan menjadi sesuatu yang penting. Berarti ini lama kelamaan akan menjadi sesuatu hal yang biasa sehingga memudarkan rasa empati manusia satu dengan yang lainnya dalam melihat secara personal bukan sebuah objek.
Friday, November 9, 2012
end. let's start!
end. let's start!
apakah setiap hal itu berakhir? atau hanya manusia saja yang mengakhirinya? apa semuanya benar-benar berakhir dan ada akhirnya? Mati bkan suatu akhir, itu urusan Tuhan, sudah tak usa dipirkan. Saat mandi, yang membuat itu berakhir apa dan siapa? kita, karena merasa sudah bersih, apakah itu benar2 bersih? apakaha cara yg kita gunakan benar atau sekedar rutinitas mengosok gigi, membasuk muka, membersihkan badan, lalu menggunakan handuk. jika tujuan mandi untuk membersihkan maka kapan mandi itu akan berakhir? karena pada dasarnya tidak ada satupun yang musnah seutuhnya begitupula kuman pada badan, debu pada badan yang hilang terbasuh air lalu hinggap kembali terbawa oleh udara.
dont be sad. dont be happy. everything just illusion.
Subscribe to:
Posts (Atom)










