Wednesday, June 25, 2014

I think God Can Explain - Splender



I think God Can Explain - Splender

Gara-gara kemaren pas perjalanan pulang ke kosan, denger lagu ini di radio, suka! Jadi di puter terus dari semalem ampe seharian ini, ada kali pulhan kali atau ratusan. haha :))

Wednesday, June 18, 2014

Teman yang Shaleh

Suatu hari, saya melihat postingan adik di media sosial bahwa dia habis berziarah ke makan temannya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ada rasa "iri" meletup di dada, bergumam dalam hati "apakah selepas saya meninggal, adakah teman yg mendoakan bahkan berziarah ke kuburan saya setiap tahunnya?", lalu muncul pertanyaan lain: "apakah saat ini, semasa saya hidup, adakah temang yg mendoakan selepas ia solat ataupun dikala malam?"

Saya pun teringat seorang sahabat semasa sma, entahlah bagaimana ceritanya kami menjadi teman, dia tidak pernah mengajak, tapi dari dirinya saya terinspirasi dan terbiasa untuk shalat dhuha di jam istirahat pertama (jd saya sekolah dr jam 7pagi- 4sore, jd istirahatnya 2 kali), shalat dzuhur tepat waktu, shalat ashar selepas sekolah, saling mengingatkan untuk tahajud hampir tiap hari, puasa senin kamis, ya SMA, masa dimana jiwa tergenggam dalam damai, masa dimana ibadah menjadi sebuah kebutuhan layaknya air dikala haus. Dia pun sering mengingatkan saat saya sedang berbuat/ bersikap kurang baik dengan cara yang tak sedikit pun menyingung apalagi membuat kesal dan saling menutup aib (bagaimanapun manusia tidak luput dari dosa dan keburukan, hanya kadarnya saja yang berbeda). Meski sudah tak pernah bertemu dan komunikasi dikarenakan kesibukan dia sebagai ibu dan istri yang tinggal jauh, dan entah saya dianggap sahabat/ hanya sekedar teman biasa, dia tetap sahabat yang saya doakan, semoga kita bertemu di surga-Nya ya... aamiin.

Saya rindu, kesederhanaan dalam segala hal, percakapan yang dalam, kepedulian yang tulus, pertemanan yang terus dijaga meski jarak waktu yang jauh, rasa sayang satu sama lain karena Allah, dan sama2 berjalan mengharap surga-Nya. 

Jaman sekarang, saya tidak tahu bisa menemukan teman seperti itu dimana. kadang lelah dengan perubahan jaman yang semakin self-oriented dan individu, care dibilang kepo, baik malah dimanfaatin, orang2 dekat cuma krn butuh dan melihat potensi diri kita yang bisa menguntungkannya, mengingatkan dibilang sok bener, me-warning malah di suudzonin, berusaha menjalin hubungan yang dalam malah terus dibentengin, jujur malah dijauhi, kepekaan sosial dan empati yang semakin menurun. "gw ga peduli kalo ga ada urusannya ma gw", kalimat yang terlontar dr seorang teman kantor semasa kerja di ibu kota, dikala saya cerita ttg ada orang keserempet bajay sampe jatoh, kasian, dlm perjalanan saya ke kantor.

Ya, semakin tua, semakin banyak lingkungan sosial yang disingahi, semakin banyak orang yang ditemui, (anehnya) semakin sedikit teman yang kita miliki, atau justru tak ada satupun yang sebenar-benarnya teman? entanlah.

Malam ini, dikala hendak tidur, ada beberapa nama yang terbesit dalam doa, dan malah jadi teringat banyak hal. Saya rindu, rindu akan kehausan dalam menjalani ibadah, rindu menjalin hubungan yang dalam dengan hamba2-Nya yang shaleh.

*wuallahualam bishawab

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Sunday, June 15, 2014

Random Thought/ 00:20

00:20. 15 juni 2014. 
*yang awalnya udh siap2 tidur dari jam 21.00, tiba kepikiran random, malah blm tidur2.

Kadang gw bingung deh,
ibunya berhijab dgn baik tp knp anak2 perempuannya diperbolehkan berpakaian terbuka? (baju tanpa lengan/ rok pendek/ hot pants/ baju ketat, dsb). apakah tertutup itu hanya "diperuntukan" untuk perempuan yang tak lagi muda atau yg telah menikah? Padahal justru perempuan muda, tingkat "fitnah" nya lebih besar ya?

kadang gw juga mikir,
perempuan2 yang masa mudanya suka minum bir, clubbing, bahkan zina, itu nanti pas pny ank perempuannya gmn ya? ya antara bisa dibolehin/ ngga sih. cuma gw mikir aja, apa perasaan mrk pas tau anak perempuannya kaya doi waktu muda?

ya setiap orang pasti lah ada keinginan untuk menunjukan keindahannya, ya laki2 ya perempuan, yang bikin beda (yg jd rem) itu cm masalah kebiasaan dan rasa malu nya aja.

gw jg jd bingung ntr punya ank bakal gmn. ya sebaik/ "seburuk" apapun seorang tua/ kita mendidik anak, tetep ya campur tangan Tuhan paling gede, krn dia yg memberikan kecondongan u/ melakukan hal baik atau u/ maksiat. bisa aja kita didik bener, eh anaknya ga bener. kita cuek, eh anaknya justru bener dr dirinya sendiri.

tiba2 berdialog sendiri,
berarti gw doa aja deh ntr klo pny anak. serem bgt soalnya nih kalo dipikir2 kehidupan ini. gw aja makin gede, makin luas lebata range pertemanan, makin byk ketemu org, makin tau byk hal, malah makin serem.

dan tiba2 terbesit:
pengen deh ada orang yang bisa diajak sharing dan tuker pikiran dalam tektok yang se-frekuensi, yang meluaskan perspektif, yang menjawab tanpa judgment, yang wawasannya luas. banyak banget hal2 yang bikin penasaran, yang memunculkan pertanyaan.

sempet tanya ke ayah tentang pikiran2 random lainnya, dijawab: "mulai deh.."
sempet tanya ke adik, dijawab: "udah malem, jgn aneh2 deh."
senpet tanya ke tmn malem2, direspon: "lo visioner ti, terlalu visioner malahan."

Padahal menurut gw pertanyaan gw biasa aja. kaya yg diatas, trs pernah nanya binatang kalo mati masuk surga/ neraka? kalo mereka sebagai pelengkap kehidupan di dunia tp knp ada bbrp binantang yg dijanjikan masuk surga kaya anjing ashabul kahfi? pernah nanya ttg letak jiwa dmn? kalo punya anak perempuan boleh pake bikini ga? kalo nanti kertas udah gak ada, kita nulis pake apa ya, ya semua jadi dunia digital, nah nanti sistem ini titu blabla nya gmn ya? dll. Ya emang sih kadang ada pertanyaan2 mendalam yg gw tanyakan. dan semuanya blm nemuin jawaban krn yg ditanyanya gatau, malah bingung can kadang gatau siapa yg bisa diajak ngobrol (bukan menjawab layaknya "matematika"). Ya ada juga pertanyaan yg udh nemu jawabannya tp gw tanyain cuma pengen tau pandangan orang2/ perspektif jawaban lainnya. 

Wednesday, June 4, 2014

Interior Design



Kindly visit my online portofolio


Catatan Kecil

Semakin dewasanya waktu, semakin banyak orang-orang yang ditemui, semakin banyak hal-hal yang terjadi, semakin banyak konflik, semakin luasnya pandangan, semakin banyak pembelajaran yang didapat, semakin banyaknya yang datang dan pergi, Kadang ada orang-orang yang luput disyukuri kehadirannya.

Pertama, Tahun lalu diundang farewell party nya Indra, tmn kantor (pdhl saya udah resign sblm dia), ketemu tmn kantornya, si R, kenalan, dan melakukan sebuat trip, dari dia saya kenal dengan beberapa temannya, V perempuan soleh, F cowok enslikopedia berjalan, dan Abang T kerabat baru. Dan sampe sekarang masih sering interaksi dengan si V, dia pernah nyuruh saya olahraga, pake hijab yg lbh bener, dll. dan saya seneng pny tmn soleh ky gini. Saat berteman karena Allah tuh rasanya emang beda. 

Kedua, dalam sebuah obrolan dengan si B, saya meluncurkan pertanyaan kokologi, tiba-tiba dia ngomong: "ga usahlah ti, toh kita temenan jg udah lama". Iya jg, udh 10 tahun temenan dan masih suka ngobrol dan kadang ketemu meski beda pulau. Disini jadi sadar, buat apa memperjuangkan org-org yg gak peduli ma kita kalo ternyata ada orang-orang yg udh kenal lama, intens komunikasi meski ga tiap hari, dan lbh ngangep kita temen. Dalam sebuah perbincangan, dia pernah blg: "lo bisa punya kriteria apapun ti, tp ttp Allah yg nentuin", lagi2 saya seneng punya temen yang (cenderung) soleh. 

Ketiga, si H, kenal 6 tahun yang lalu dan sering ngobrol bbrp tahun terakhir, dia senior saya di kampus waktu s1 tp jd seangkatan. Jauh dari soleh, malah aneh kenapa bisa punya temen model kaya gini, tp dia sopan kalo ma saya dan yg lebih anehnya orang ini suka tiba-tiba muncul dan ada. Meski orangnya gak pedulian kadang suka dpt dukungan mental dr dia. Ya bersyukur jg punya temen dia.

Keempat, pertemuan dengan I dan E bbrp bulan yg lalu di sebuah komunitas, kita bukan orang yg temenan di dunia maya, bukan yg menghubungi tiap hari, tapi bbrp kali melakukan perjalanan random yg berakhir dgn kalimat: "kok kita mau2 aja sih diajak si utie tiba2 gini, random pula." hahaha... Mereka orang yang jujur, kalo ada yg salah mereka bilang, Pernah saat saya lg super emosian jd berkonflik ma org, mereka marahin saya. Meski gak dilahirkan dalam rahim yang sama, I love both of them. 

Urutannya ngacak, sesuai yang diiget aja. Tulisan ini ga ada maksud apa-apa sih cm ekspresi syukur aja, menyadari sesuatu lalu menuliskannya. Agar suatu ketika (kalo) berkonflik sampe sakit hati/ kesal/ apalah (ya namanya hidup kan gak akan selalu sama, who knows what will happen in the future), saya bisa cepat menteralkan hati dan menjaga  silahturahmi dgn baca tulisan ini kembali :p

Moralnya: "Bukan selama apa kita mengenal seseorang, tapi seberapa dalam kita saling menoreh"

Monday, May 26, 2014

Emansipasi Perempun?


Barusan, siang, saya ke SD dekat kosan untuk jajan, jatuhlah pilihan pada seblak, diantara para pedagang laki-laki, penjual seblak ini seorang perempuan, seorang ibu. Tiba-tiba hati tersentuh kesal, “Kemana sih para lelaki nya?? ngebiarin perempuannya jualan panas-panas dengan satu porsi seblak yang banyak itu seharga 2000-3000, yang tandanya keuntungannya sangatlah minim.”

Saya yakin, para perempuan yang bekerja dibawah teriknya matahri, menggunakan tenaganya untuk menopang benda-benda berat, di tengah kota, di tengah mesin-mesin, di tengah pengeboran tambang, ditengah sungai sambil mengendong anaknya, mereka perempuan yang bekerja mencari nafkah, untuk makan, bayar kontrakan dan berusaha menyekolahkan anaknya di sebuah sekolah negeri yang masih ramah biaya dan subsidi terhadap mereka. Mereka bukan perempuan yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekunder, tersier, bahkan bukan pengejar harta tahta karir. 

Dear para lelaki, memang masa sekarang emansipasi wanita berkoar-koar dimana-mana. Bukan berarti kerja keras kalian bisa kendor, bukan berarti kalian bisa menaruh harapan pada perempuan kalian untuk bisa membantu kalian, dan bukan berarti kalian bisa mengantungkan diri pada mereka. Lakukan yang terbaik, bekerja cerdas dan keras, jangan kasih kendor semangatmu, berusaha semaksimal mungkin agar para perempuanmu tidak ikut terjun mencari nafkah, meski dalam sikon tertentu hal itu bisa terjadi, anggaplah mereka membantu bukan untuk membagi tugas nafkah, dan yang namanya membantu tidak selamanya bukan?

Untuk anak yang memiliki ibu yang bekerja, lihatlah ibu kalian yang sudah susah payah mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus, menjaga bahkan mencari nafkah untuk kalian. 

Sebagai seorang anak perempuan yang tumbuh dari orang tua yang dua-duanya bekerja, kadang saya kasihan lihat ibu yang sudah bangun dari jam 3 pagi, tahajud, beberes, masak, jam 6 pagi sudah berangkat kerja, pulang ke rumah malam, weekend istirahat membuat saya dan adik laki-laki tidak pernah sembarangan pake uang orang tua, dan bertanggung jawab terhadap hidup masing- masing. Sebagai seseorang dengan keluarga besar yang hampir semua perempuannya bekerja, entah untuk kemandirian, membantu nafkah keluarganya, atau bahkan mengeluarkan potensi diri untuk karir, dan motivasi-motivasi lainnya. Ada kalanya disuatu masa, saya melihat kesenjangan. Para perempuan single yang mandiri kadang enggan ikut suaminya keluar kota karena tidak ingin melepas pekerjaannya. Para perempuan yang berbagi tugas nafkah dalam keluarga, kadang terlalu cape hingga timbul percecokan. Para perempuan yang bekerja mengejar ambisi, kadang harus merelakan hal-hal lain dalam hidupnya hilang. Hal-hal ini yang bikin saya lebih memilih untuk jadi ibu yang mengurus anak dan bekerja fleksible dalam usaha sendiri untuk mengembangkan diri dan biar punya tabungan sendiri untuk digunakan dalam beberapa sikon tertentu. Perempuan mandiri itu wajib, tapi jangan mau "dijajah" laki-laki atas nama emansipasi dan “alasan” desakan hidup, apalagi kalau cuma mengejar karir, tahta, harta :p

Ya sebenernya ini sih tergantung deal-deal an suami istri dan situasu kondisinya.

Friday, May 23, 2014

Sudut Pandang Muto dalam Film GODZILLA



Film godzilla ini, kalo dipikir-pikir aneh deh...

ceritanya kan cuma 2 buah muto (betina dan jantan) yang hidup kembali dan ingin berkembangbiak bagaimana normalnya makhluk hidup. cm mereka berada di waktu dimana alam sudah berubah menjadi kota dengan padatnya manusia.

krn keadaan tersebut, maka hasrat 2 muto ini dianggap menganggu. nah trs 2 muto ini di bunuh ma godzilla (yg notabene nya satu ras yg tumbuh dalam masa yg sama dgn muto). trs godzillanya dianggap penyelamat kota. hmmm....

(contoh kecilnya) ibaratnya di dunia species manusia cm tinggal 2, yaitu satu perempuan dan satu pria. sebagai makhluk hidup kan dibekali basic instinc dan hasrat untuk mempertahankan diri, salah satunya dengan berkembang biak (ini udh hukumnya lah). Terus tempat 2 orang manusia ini berkembang biak ternyata udah berubah, dipenuhi makhluk lain, misalnya triliunan semut di kamar utuk mereka kawin (dan kamar ini satu-satunya tempat buat berkembang biak, misal), nah manusia ini kan pasti ngusirin si semut2 yg memenuhi kasur dan kamarnya, eh tiba2 ada 1 spesies kingkong (misalnya, krn dna nya dianggap dekat dgn manusia), ngebunuh dua manusia ini karena dianggap menganggu kehidupan semut2 yg bersarang di tmp manusia kawin, trs si gorilla dianggap penyelamat oleh semut2 padahal belum tentu juga niat singorula bantuin semut2. haha
*contoh kasarnya sih hehe....

saya jadi mikir...
1. kadang ada hal2 yg gak salah tp entah dr propaganda mana hal tsb (dlm kasus ini si muto) dibuat dlm sudut pandang sebuah "sebab" kesalahan, pdhl secara objektif mrk justru yg jd korbannya. dan anehnya ada hal lain yang gak ada hubungannya justru menjadi pahlawan untuk sebagian lainnya. padahal masalah sebenernya cm karena alam dan waktu ini berubah dan mereka berada dalam sikon yg udh ga sesuai.

2. ya memang setiap hal pasti memperjuangkan dalam mempertahankan diri dan hal2 lainnya (dalam film ini ttg muto yg ingin berkembang biak, ayah yg ingin kumpul dgn keluarganya, para peneliti yg menjawab rasa penasarannya, para tentata yg pengen negara aman, dll) hanya saja adaptasi dalam sikon menjadi prioritas utama dalam tindakan, salah salah yang awalnya korban malah jadi kambing hitam (pesan impulsif yg saya dapat).

3. alam semesta ini memiliki keseimbangannya sendiri, kadang dalam hal sulit yg perlu kita lakukan adalah sabar, biar waktu yang mejawab dan memulihlan keadaan dengan sendirinya.

Wednesday, May 14, 2014

Di Penghujung Senja.

MEI. Bulan yang menjadi batas awal dimana saya harus preview 1 demi bisa wisuda oktober, nyatanya sampai detik ini masih dilanda kebingungan dan ketidakyakinan dengan apa yang semestinya harus sudah setengah jalan, ya thesis.

Suatu ketika sangat ketakutan untuk bimbingan karena merasa masih goyah, lalu menguatkan mental bertemu pembimbing dan mengobrol. Beruntunglah saya mendapati pembimbing yang tidak memberikan tekanan tuntutan akan waktu yang secepat mungkin. Lalu sampai pada sebuah percakapan dimana dosen bertanya “ini masalah yang kamu angkat apa?” dan saya pun terdiam sesaat lalu berbicara apa yang sedari dulu dipikirkan tanpa saring “saya juga gatau pak, makin saya pikirkan makin saya mempertanyakan sepenting apa ini untuk diteliti? sebermanfaat apa ini untuk orang banyak? se-urgent apa ini untuk diselesaikan? dan saya pun menyesal saya s2”. Entah apa yang dipikirkan sang dosen tentang saya yang semi curhat, bimbingan itu pun selesai dengan segudang kebingungan.

Bimbingan selanjutnya mendapati secercah harapan dan saya merasa pas dengan dosen pembimbing meski ada teman bilang “gong bgt lo ti dpt dia, calon-calon tak terarah”. Sejauh ini ya cukup berada dalam frekuensi yang sama. Saya tidak bermasalah dengan pembimbing ataupun waktu (karena gak ngejar satu smester kelar layaknya s1 dengan cumlaude), yang jadi masalah justru diri saya sendiri. Kenapa makin dipikirkan secara mendalam si thesis ini, justru semakin banyak pertanyaan yang muncul diluar batas akademis secara teknis, yaitu pertanyaan-pertanyaan akan realita kehidupan, keberadaan, kebermanfaatan, refleksi diri, dan apa benar langkah yang telah saya ambil (s2 maksudnya). ? Dan ada sedikit drama dikala flash disk isi data thesis slang dikala velum di backup ke laptop/hardisk eksternal.

Menoreh kebelakang, apa yang menjadi motivasi melanjutkan kuliah adalah:
1. ingin jadi dosen, pengajar. sekian. 
Nyatanya: jangankan apply ke univ-univ lain yang entah kenapa belum dapat dengan alasa-alasan aneh, portofolio dan surat lamaran saya hilanglah, ini lah itu lah. Bahkan untuk jadi asisten dosen di studio almamater s2 saya pun ya lempar sana sini. Padahal secara akademik saya mampu, secara pengalam pernah jadi asisten dosen waktu s1, segala hubungan baik, punya passion mengajar, ya mungkin secara personal sekilas fisik saya tampak judes dan saya tidak punya backingan siapa-siapa. Hal ini (sempat) berhasil menjatuhkan semangat saya untuk menyelesaikan sekolah.

Yang dikejar (jd pengajar) malah ilang-ilangan belum dapet-dapet, yang gak dikejar (kerjaan) malah datang terus menerus tanpa disanga-sangka. Gatau deh kedepannya gimana, bener-bener gatau apa yang akan terjadi meski ada planning abcd, ambisi yg terisi penuh, keyakinan selalu melimpah. Wuallahualam bishawab.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Al imran:159) 
"Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak." (HR. Abu Dawud no.3641, At-Tirmidziy no.2683, dan isnadnya hasan, lihat Jaami'ul Ushuul 8/6)


self reminder. BISMILLAH! SEMANGAAAT.

Sunday, April 6, 2014

life.


Pada akhirnya kita berjalan masing-masing
Melepas rasa, meraih asa.

"you born alone, die alone. everything just illusion."

Wednesday, March 26, 2014

skakmat!

* percakapan malam disuatu tempat makan di Bandung.
a: teman baik || b: saya

a: ti, punya sahabat ga?
b: punya
a: berapa?
b: satu.
a: cewe/ cowok?
b: cewek
a: sahabat uti punya kekurangan ga?
b: punya
a: terus sikap uti gmn?
b: ya men-toleransi, sabar, terus kalo keburukannya agak ekstrim suka ngingetin/ marahin.
a: sahabat utie cantik?
b: biasa aja, cuma soleh
a: terus masih mau sahabatan?
b: iyalah. emang knp sih?
a: knp kalo sahabat gak cantik/ ganteng dengan segala kekurangannya bisa diterima apa adanya, tapi untuk pasangan hidup nggak?
b: mmm... (skak mat!)

Pas nyampe kosan, tiba2 mulai mencerna percakapan barusan dan jadi mikir banyak hal.
Salah satunya, berhubungan dengan masalah perasaan. saat seseorang bisa menerima orang lain sepaket dengan kebaikan dan kekurangannya, berarti ada rasa sayang dong, sayang ke temen misalnya. saya baru memahami kenapa rasa sayang itu termasuk rahmat dari Tuhan, ya karena masalah perasaan sayang bukan kendali kita, kita gak bisa milih mau sayang ma siapa (kecuali Berusaha -usaha untuk sayang), kita ga bisa minta untuk disayang siapa, apalagi maksa orang lain buat sayang, kita ga pernah tau kapan dan bagaimana perasaan itu muncul. ya ya sedikit celotehan menjelang tidur gpp lah ya :p  *sebenernya masih banyak pemikiran-pemikiran lain tentang ini dalam berbagai aspek tp udh cape nulisnya haha

Tuesday, March 11, 2014

Tips Sailing (bagi Jilbabers)


kepulauan komodo. taken by: me. kapal pinisi.

Akhir Desember 2013, saya ikut sailing komodo, live on board selama 5 hari 4 malam. Awalnya mikir kalau sailing apalagi di musim hujan bakal repot, 
- Nanti kalo nyemplung di laut (pasti kan ini ada di jadwalnya), rambutjadi  basah, keringinnya gmn? ada listrik ga? kalo ada keringin dimana secara dikapal hidup ma banyak orang, cewek cowok nyampur. Kalo langsung pake jilbab nanti pusing lembab gatel2 lagi kulit kepala.
- isi 40 orang, wc cuma 2, nanti mandinya repot nih, secara waktu orang berenang dan bilas bakal bersamaan, dalam waktu yang sama.
- aurat gimana ya ini

Ternyata, saat kita sudah menetapkan diri untuk istiqomah, selalu ada jalannya. 
1. Untuk menghindari rambut basah saya menggunakan sillicone cap setiap nyemplung laut, alhasil rambut gak basah, dan selama di kapal saya cuma keramas sekali sehabis tracking karena keringetan itu pun pakai air tawar air mineral botolan, sehabis itu langsung pake atasan mukena (ya mau gimana lg, mukena dipilih karena rambut panjang jadi bisa terurai tanpa kelihatan, sehingga proses keringnya bisa lebih cepat).
2. Tidur campur ma cowok, gunakanlah mukena parasut atas bawah, selain melindungi aurat lebih tertutup saat tidur, rambut bisa tergerai dibawah mukena, juga menghalau angin masuk tubuh. 
3. Tidur di deck saat musim hujan. Pakai jas ujan, jadi kalau pas tidur tiba-tiba hujan, baju gak basah.
4. Bawa pasmina, karena dipakainya gampang tanpa perlu bercermin, bawa jilbab segi empat karena cepat kering dan berpori-pori.
5. pakai sendal gunung, biar kalau basah gampang keringnya dan bisa dipakai buat tracking.

Saat sailing, pakaian yang dibutuhkan hanya 3.
1. Pakaian renang + silicone cap + jilbab buat renang. (Untuk kegiatan di air) + kaos oblong sepaha (buat nutupin badan pas naik darat menunggu ke air lagi, kalo ganti baju dulu kan repot).
2. Celana panjang casual dengan bahan cepat kering + kaos lengan panjang + kerudung segi empat. (untuk kegiatan di darat saat mampir dan tracking).
3. Celana tidur bahan katun tipis + kaos lengan panjang + pasmina. (saat berada di kapal).

Peralatan multifungsi yang perlu dibawa:
1. mukena (selain untuk solat, juga untuk tidur malam)
2. Jas hujan (buat tidur dimusim hujan biar gak tiba2 keujanan, menghalau angin laut, dll). Kalau bisa jas hujannya yang bahannya enak, bukan plastik maksudnya.

Dalaman:
1. Bra 3 buah 
- Sport bra untuk kegiatan di air. Kalau sudah selesai bra dijemur dan dipakai lagi untuk kegiatan di laut selanjutnya. 
- Bra santai tanpa kawat untuk di kapal, jadi kalau tidur gak sesak, karena sikonnya repot untuk lepas pakai beha saat tidur, apalagi kalo mau pipis malem2, kan dikapal campur cewek cowok.
- Bra biasa, untuk aktivitas di darat/tracking.
2. Celana Dalam
- 1 CD untuk kegiatan air, nyemplung laut. sistemnya sama kaya bra buat basah2an, jadi kalo udah naik ke kapal, celana ini langsung di bilas/cuci lalu di jemur dan dipakai lagi kalau mau nyemplung, jadi kalo blm kering ya gpp kan dipake di air lagi. haha
- Beberapa celana dalam kertas, nah ini dipakai dalam keadaan kering, di kapal, tracking.
- 1 CD katun untuk cadangan.

kategorikan baju kedalam jenis aktivitas, bukan dihitung perhari. pakaian basah (dipake 3 hari nyemplung), pakaian di kapal (dipake tidur 4 malam dan sehari-hari di kapal), pakaian tracking (dipake 2 hari).  jadi cuma butuh 3 pasang pakaian untuk 4 malam haha...

Toiletries
- Sikat gigi + odol.
- sabun mandi (cuma dipake buat cebok abis bab doang)
- shampoo sachet
- susu pembersih + kapas/tisue (selain karena air di kapal asin, juga lbh ampuh bersihin sunblock)
- tissue basah (untuk mandi haha)
- sunblock
- pelembab, kalau saya pake cream 21, karena bisa dipake mulai dari muka, badan, sampe kaki.
- deodorant
- parfume.
- lipbalm yg ada spf nya, biar bibir gak item (saya gak bawa ini jd aja item bibirnya).

Perlengkapan lain:
- Dry bag
- kamera underwater
- kantong plastik/ case waterproof untuk hp
- power bank
- colokan T
- payung (ya bawa aja, buat diperjalanan setelah mendarat di pelabuhan)
- alat snorkel/dive sendiri (dive mask, snorkel, finn).
- buat yg berkacamata dengan minus tinggi, jangan lupa bawa kacamata cadangan.

Perbekalan
- antimo (hari pertama saya muntah 5 kali hah), tolak angin, kayu putih, vitamin
- air mineral botol (meski sudah disediakan di kapal jatahnya, tp bawa aja takut kurang, selain buat minum juga untuk bilasan air tawar seperti gososk gigi/ cuci muka/ keramas).
- biskuit, roti, pop mie, cap kaki tiga, pocari sweat.

Saturday, March 8, 2014

:'(


...............

I only did what I thought was truly right

It's a long and lonely road, when you know you walk alone


If I could hold back the rain, would you numb the pain?

I feel like running away

I'm still so far from home

You say that I'll never change

But what the fuck do you know?

Monday, March 3, 2014

Bismillah.

2 bulan sudah thesis tak tersentuh.
Sibuk dengan urusan lain yah tak berarti jika dilihat dari permukaan, menghasilkan berbagai pemahaman-pemahaman hidup, memperluas toleransi dan pandangan, memberikan rasa syukur atas semua yang terjadi.

Sekarang, prioritas thesis dinaikan dalam prioritas diatas urusan di dunia lainnya. Semoga lancar, berkah, dan baik untuk dunia akhirat kedepannya. Bismillah!

Monday, February 17, 2014

:)

Selalu saja ada orang-orang yang tak terlihat namun menyimak di belakang layar, memperhatikan dan memantau dengan perlahan. Mendekati berinteraksi secara pribadi. 

Selalu saja ada orang-orang aktif di depan layar, membuka interaksi diatas sana, tanpa sadar semuanya topeng sosialita mengejar popularitas.

Pada akhirnya kita bisa tahu mana yang tulus meski diawal sudah bisa merasakannya. happy monday! 

Boker

disuatu waktu dan sikon, seorang teman bilang: "ti ntr lo boker lg, lo kan kalo masuk angin suka mules2 pgn boker".

dan gw terdiam sekian menit mikir sambil inget2, "iya juga ya, tiap kena angin malem yg sampe bikin masuk angin, gw lngsng mules dan pgn boker".

moralnya: ternyata byk hal2 kecil yg sebenernya fakta respon tubuh, hati, pikiran / kebiasaan kita yg gak disadari tp orang lain (meski br kenal sekali brg) sadar dan tau, merhatiin.

Friday, January 17, 2014

Pertemuan

foto: dokumen pribadi

(pertemuan dgn orang2 tanpa duga yang akhirnya menjadi teman baik).

ini pertemuan pertama kita duduk dalam mobil taft dalam perjalanan pulang, mengobrol yang entah kenapa begitu akrab. - saya dengan C

ini pertemuan kedua, dalam sebuah bar dimana saya menyapa dan memeluk hangat yang disambut dengan antusias olehnya. - saya dengan E

ini perjalanan pertama menggunakan kereta jakarta bandung, duduk bersebelahan berbicara selama 3 jam hingga saling tahu seluruh kehidupan masing-masing. - saya dengan K

ini perasaan pertama saat bertemu di stasiun arah jogja tanpa kenal wajah dan nama, namun memiliki insting bahwa orang ini akan menjadi tmn baik, dan ternyata benar saja. - saya dengan V

ini pertama kalinya kita menghabiskan waktu dalam jangka panjang, dari sebelum puasa hingga menjelang lebaran, memiliki moment2 yg saling dikenang, dimana saat berpisah ke kota masing- masing sedih kaya putus cinta, hanya saja kita berusaha santai dalam diam. - saya dgn dia.

Dan disaat itu semua terjadi dalam sekejap waktu, saya kembali bertanya dalam hati, dimana orang-orang yang saya temui dalam sehari-hari selama sekian tahun? apakah kita sudah saling kenal? Disisi lain pun jadi sadar betapa besarnya kuasa Tuhan mempertemukan manusia satu dengan lainnya, membuka hati makhluk2nya, dan memberikan rasa "keterikatan" satu sama lain. 

ada byk konklusi, salah satunya: Ternyata tidak butuh waktu lama untuk mengenal seseorang, hanya butuh campur tangan Tuhan dalam membolak balikan hatinya dan kuasa-Nya untuk mempertemukan.

Tuesday, January 7, 2014

Alhamdulillah

Minta satu dikasih seratus.
Minta seneng dikasih bahagia.
Minta A dikasih sampe Z.
What a life!
"mana nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?"

sumber: foto pribadi
Terimakasih 2013, Selamat datang 2014.

*wuallahualam bishawab.