Ekspresi itu sesederhana hari ini mau pakai baju apa hari ini. Kita udah pilih baju yang soapn sesuai normal sosial, tapi kita pengen warna neon misal. Itu akan ada saja yang menghakimi "norak", "cari perharian", "jelek", atau penghakiman positif "ih lucu", "bagus", "keren banget kamu", "wah berani". Dan komentar-komentar orang itu gak ada hubungannya sama diri sendiri. Itu cuma proyeksi apa yang ada di dalam dirinya. Selama kita masih mengikuti aturan (pakaian tidak terbuka, terlalu pendek, dna tidak ada aturan tentang warna pakaian, ya tidak jadi masalah).
Ada pun expresi dalam berkomunikasi jujur. Being vulnerable bilang "aku sedih banget waktu ditinggalin sendiri", "akugak suka di kontak weekend kalau tidak urgent", itu semua kan hak orang loh. Anehnya, banyak masyarakat yang anggap kejujuran, being direct, komunikasikan boundaries, expresikan perasaan, itu dianggap serangan, ngajak ribut, ngajak berantem, nyalahin, menabuh genderang permusuhan. Alhasil yang diributkan ego mereka sendiri tapi blamming orang lain yang immature, arogan,
Adapun ekspresi dalam berkarya, misal nulis buku di judge "gak akan laku", "ngapain", blabla. Ekspresi dengan masak, bikin kue, jualin karena suka dan prosesnya fun, ada aja penghakiman "lulusan S2 cm jualan kue", "ngapain dokter masak2, gabut", "udha kaya, jualan, nutup rejeki orang gak mampu".
Ekspresi emosi pun akan ada aja penghakimannya. Sedih, nangis, dianggap lebay cengeng, di suruh berhenti berisik. Kesal, menyampaikan kesal, dianggap nyari ribut. Saat olahraga dianggap gilak olahraga, dan kadang malah menyiksa diri sendiri. Kecewa di nilai banyak harapan padahal orang yang gak amanah dan memang abusif. Banyak sekali judgement, gaslighting, manipulatif, rejection. Alhasil banyak orang sakit-sakitan dari memendam segala macam emosi karena tidak ada ruang ekspresi yang aman.
Kalau orang ekpresiin diri dengan pakai parfum terasi menyengat, ya wajar orang terganggu karena yang terdampak panca indra langsung - tubuh. Tapi kalau ekspresi orang tidak menganggu fisik kita, masih muncul judgement dan memicu masalah, ya tandanya sudah tidak objektif karena sudah ada penilaian yang muncul hasil dari persepsi, ego, pov, dll. Padahal semua hal itu netral just information, just color, just shape, just words, just tone, as simple as that.
No comments:
Post a Comment