Friday, March 6, 2026

Komunikasi

Kadang komunikasi bermasalah karena arahnya beda.
Pihak A berdasarkan ego, melihat dari salah-benar, kalah-menang.
Pihak B berangkat dari pemahaman.
Pihak C berangkat dari kesadaran. 

Pihak A sibuk gimana caranya menang dan benar.
Pihak B sibuk menjelaskan untuk terpahami dan saling menangkap poin.
Pihak C membuka kesadaran dengan pertanyaan tanpa kesimpulan.

Beda arah ditambah beda gaya komunikasi, level intelektual seseorang, level maturity, level life's experience, level vibrasi, level kedalaman jiwa, ya akan beda juga dinamika komunikasi dan hasilnya.

Komunikasi dengan pihak A untuk orang-orang B dan C di level  berbeda, akan terasa sangat melelahkan. Menjelaskan untuk membuka clarity dan saling menangkap poin dianggap defensif (ya karena ini proyeksi pribadi mereka yang mengejar benar dan menang, tidak mau salah dan kalah dengan defensif). Sedangkan pihak B yang tujuannya untuk dipahami dan memahami, mendapatkan clarity, ia akan frustasi dengan pihak A, endingnya ya pihak B yg terdzolimin dengan drama ego pihak A. Pihak C ketemu pihak A ya cukup diterima dan dilepas, ketemu pihak B dia bisa langsung paham, mepati jalan, logika memahami, kesadaran aktif. 

No comments:

Post a Comment