Sunday, April 12, 2026

Ruang Kosong

Mungkin ada ruang kosong di dalam jiwa yang disadari ataupun tidak.
Ruang akan cinta, koneksi, rasa aman, sense of belonging, dicintai, dipahami, diterima, diakui, apapun itu.
Ruang kosong itu akan terus-terusan minta diisi dan diisi agar diri merasa utuh bahkan menghindari ketidaknyamana dari rasa kosong tersebut. 
Entah diisi dengan rutinitas, kesibukan, belanja, makan, harta benda, liburan, achievement, status, pendidikan, goal, mengejar apapun yang bisa dikejar termasuk orang-orang toxic, memasukan orang-orang ke dalam diri untuk menutup rasa kosong tersebut meski efeknya tidak baik nan mutual, dll.

Hingga akhirnya sadar....
  • Meski ada ruang kosong, tidak semua layak untuk dimasuki dan masuk, hanya karena ruang itu kosong dan butuh di penuhi.
  • Ruang kosong itu kaan tetap kosong hingga kita mengisinya dengan isi yang tepat.
  • Saat tidak ada cinta, maka ruang kosong itu perlu diisi cinta. Bukan yang lain. Jika tidak ada cinta yang bisa kita terima atau tidak ada orang yang mau memberi dan mengisi. Tandanya kita yang perlu mengisi ruang kosong akan cinta itu dari diri dalam diri sendiri.
  • Kadang ruang kosong hanya butuh disii oleh diri. Diri yang penuh welas asih dengan diri sendiri, diri yang memvalidasi semua sensasi dan pengalaman yang hadir, diri yang menemani setiap detik yang hadir, diri yang memaafkan diri sendiri, diri yang mengakui akan kekosongan itu dan menerima tanpa penghakiman apapun, diri yang mulai bisa merangkul dan merawat ruang kosong tersebut.
  • Tidak semua kekosongan perlu diisi. Jika tidak mempu diisi, terisi, mengisi; cukup disadari, diakui, diterima. 
  • Menghargai diri adalah saat tidak sembarangan mengisi ruang-ruang dalam jiwa termasuk ruang kosong tersebut. Kita berharga, kita layak, kita bernilai, jangan pernah mengisi ruang dengan sampah hanya karena belum menemukan berlian. Jika masih kosong ya rawat saja agar tetap bersih, rapih, baik, wangi, dan isi dengan hal-hal baik meski tidak sampai penuh.
  • Jiwa kita, kita sendiir yang punya kendali. Dan semua yang masuk atas se izin diri. Jangan pernah izinkan semua hal yg hadir apalagi ingin masuk hanya karena ada ruang.
  • Ruang kosong tetaplah ruang, tidak selalu harus jadi gudang dan tenpat sampah. Kita bs merubahnya jadi ruang sakral yang hanya bs diakses oleh diri sendiri atau oleh orang2/hal2 baik berguna yg memang kita izinkan masuk.

No comments:

Post a Comment