Sunday, April 12, 2026

Tennis

Tadi main tennis pakai pelatih bersama strangers.
I observed very single things, movement, energy, everything (termasuk pikiran sendiri).
As usual, latihan tennis mengingatkan untuk:
1. Saat bola ga kepukul, biarin, ga usah disesali.
2. Saat bola jauh, ada kalanya dilepas aja, gak perlu di kejar.
3. Fokus di saat ini, masa ini, dan yang akan hadir di depan. 
4. Calm and stay grounded.
5. Fokus sama diri sendiri

----
Selama latihan, muncul suara-suara mengecilkan diri yang mebangun ketidakpercayaan diri dan kualitas diri yang menurun. Seperti "duh bego bgt gw" pas satu bola lewat. Atau saat tidak segesit 2 tahun lalu karena sudah lama tidak latihan, muncul pikiran "mampu ga ya, bisa ga ya", Terus fokus berubah ke orang lain dan ketakutan terlihat jelek, buruk, salah, merasa orang-orang lebih hebat, lbh wah (pdhl orang biasa aja bahkan dont care). Terus mulai banding-bandingin dengan orang, apalagi kalo pelatihnya malah mendiskriminan dan gak fair (diri dikucilkan, dikasih jatah wkt lbh dikit, di taro diurutan belakang) suara-suara mengecikan diri di kepala semakin keras.

Durasi 2 jam, lebih penuh sama suara mengkerdilkan dan menghaikimi diri sendiri daripa having fun dalam proses latihan, bermain, dan koneksi dengan tubuhnya.

Sampai di momen mulai mengendalikan pikiran sendiri "stop pikiran. kita (body, mind, and soul) udh lama ga main, bukan berarti bodoh, ga bisa, ga mampu, orang lain lebih keren. Kita dibawah mrk, bukan berarti kita berhak diperlakukan gak adil dengan selalu jd urutan terbelakang dan waktu yg lbh sedikit. Kita ga oke sekarang bukan berarti krn tdk mampu, tdk bisa, dan ga bs lebih keren dr mrk. Kita kan keren". Hasilnya?
1. Speak up ke pelatih ttg unfairness akan waktu.
2. Minta rally sama kaya orang lain (one on one) dan semuanya adil
3. Pukulan mulai terarah dan benar (ya kadang kita perceive judgement org ke diri dan mewujudkan judgement itu. Jd saat pelatih anggap kita bodoh, kiat bs teerus2an bodoh sampe kita sadar sama kemampuan diri. Disitu jumping potential muncul).
4. Resentemnt akan ketidakadilan mulai hilang
5. Keluar lapangan dengan rasa happy.
6. Bisa me-review bloon krn udh lama ga latihan, hasil dr pikiran yg mengecilkan diri, perceive judgement orang. Ternyata banyak amsalah dan kesalahan 90% dr pikiran dan terlalu menaruh judgement/energy orang (meski tdk 100% mrk suarakan langsung) diatas diri.

Inget, latihan itu kita bayar sama. Jadi harus dapet keadilan yg sama, minimal secara kesempatan dan waktu. Kalau kita bodoh (saat itu) just stop our mind to judge ourself dan mengecilkan diri sendiri.
 

No comments:

Post a Comment