Luka tidak pernah sembuh dan hilang jika tidak di proses dan disemnuhkan.
Ia hanya masuk ke lapisan bawah, diam, terkubur, menumpuk, hingga muncul ke permukaan, meledak saat adatersenggol hal jenis dan terpicu aktivasinya.
Hal yang dianggap sepele untuk orang lain, bisa menjadi hal besar yang membuat seseorang meledak, bunuh diri, ataupun membunuh orang. Karena ada luka yang teraktivasi sekalipun logikanya bisa berfikir jernih; sistem tubuh, sistem syarat, dan sistem otaknya bereaksi langsung dan diluar nalar.
Luka tidak akan pernah sembuh jika tidak disembuhkan
Luka tidak akan pernah sembuh jika tidak di proses
Luka tidak akan pernah sembuh jika tidak disadari dan di akui.
Luka tidak akan hadir ke permukaan tanpa trigger maupun ruang tenang.
Luka tidak akan bisa di proses dan sembuh tanpa rasa aman, bahwa diri dan tubuhnya aman.
Orang toxic, abusif, lack of empathy, apapun itu siapapin itu bisa memicu luka dalam diri sekalipun di lapisan terdalam yang tak pernah tersentuh puluhan tahun. Tapi penyembuhan tetap butuh ruang tenang dan aman. Lingkungan dan orang-orang yang sehat, aman, mature.
-----
Bagaimana jika salah satu sumber pahala adalah saat mampu taking care diri, menjadi ruang aman bagi orang lain, dan memberikan warisan baik (nervous system yg sehat, system otak yang baik, sistem hormon yang seimbang, trauma-trauma yang healed, mental blok yang terlepas, rasa takut yang hilang, energy joy dan mature grounded ygang tercipta, mindset yg sehat dan bertumbuh, boundarie syg sehat, dll) untuk keturunan yang merubakan bagian dari peradaban.
No comments:
Post a Comment