Thursday, May 21, 2026

Rasa Takut

  • Intercourse karena takut ditinggalin, padahal in deep down ga mau/ belum siap.
  • Bertahan di hubungan yang tau tidak baik dan tak bertumbuh, karena takut memulai relasi baru. Takut tidak sesuai, takut tidak nyaman, takut lama lagi, takut makan waktu dalam prosesnya, dll.
  • Bertahan di pekerjaan yang tidak menghargai, merendahkan, memperlakukan seperti keset; karena takut dikeluarkan, takut di pecat, takut sulit dapat pekerjaan baru, takut besok gak bisa makan, takut.
  • Bertahan dalam pertemanan yang tidak mutual, tidak nurturing, unkind, harming, one sided, tidak bertumbuh, tdk menghargai; karena takut sendirian.
  • Bertahan dalam rumah tangga abusif, karena takut tidak bisa makan.
  • Bertahan dalam pernikahan yang harming dan membuat diri stuck, karena takut memilih diri sendiri.
  • Menggubur jati diri, menjadi people pleaser, melepaskan boundaries; karena takut tidak dicintai dan tidak diterima.
  • Rebutan ini itu, booking ini itu, karena takut tidak kebagian.
  • Sikut sana sini, rampas sana sini, menghalalkan segala cara; karena takut kehilangan.
  • Bekerja keras menggumpulkan banyak harta hingga greedy dan sangat pelit; karena takut miskin.
  • mencambuk diri, menekan diri, keras terhadap diri; karena takut hidup sia-sia. Sekalipun tubuhnya butuh rehat dan sedang dalam fase banyak gabut.
  • Rela dimadu, menjadi yang kedua, mejadi selingan, menjadi budak, karena takut tidak ada lagi yang mau dengan dirinya dan tidak mendapatkan cinta dari siapapun meski orang yang memanfaakan dia pun tidak cinta dan jauh dari kata baik.
  • Memaksakan diri lembur meski badan sudah lelah dan bisa dilakukan besok, hanya karena takut tidak dicintai karena berbeda (pulang duluan dikala yang lain pada lembur)
  • Membeli sesuatu yang tidak disukai, karena takut dikeluarkan dari kelompoknya.
  • Menolak orang-orang yang datanf dengan baik, karena takut kecewa lagi.
  • Menolak bantuan yang hadir, karena takut merepotkan
  • Mengorbankan diri demi keluarga, hingga jiwa mati karena takut kehilangan cinta dari mereka
  • Bertahan di tempat yang tidak menghargai dan memberikan ruang tumbuh, karena takut keluar dari zona aman yang sudah bisa diprediksi meski beracun.
  • Selalu sibuk karena takut teringat hal-hal tidak menyenangkan dan segala trauma
  • Sibuk mengejar pahala dengan sebagian ibadah hingga lalai dengan kehidupan duniawi (tidak bekerja, tidak menafkahi keluarga dengan baik, kurang aksi nyata), karena takut dosa, takut masuk neraka. 
Seberapa banyak keputusan-keputusan yang dibuat berdasarkan rasa takut?
Takut tidak dicintai, takut sendirian, takut ditolak, takut tidak diterima, takut keluar dari rasa aman dna familiar, takut memulai hal baru, takut tenang, takut dihakimi, takut menjadi ruang untuk duduk bersama segala sensasi emosi yang hadir.

------

Apakah iblis dan setan, selain masuk lewat ego, mereka pun masuk lewat rasa takut?
Rasa takut yang kadang sering tidak disadari, tapi menjadi emosi dasar dalam memutuskan sesuatu?
Rasa takut yang membuat diri tubuh, pikiran, dan jiwa, tidak selaras?
Rasa takut yang membuat diri selalu berada di survival mode?
Rasa takut yang menciptakan benteng sendiri untuk tumbuh dan melompat?
Rasa takut yang membuat diri tenggelam dalam ketakutan yang tidak nyata?
Rasa takut hingga diri lupa kalau sejatinya hanya Tuhan  yang paling berkuasa menjadikan sesuatu dan merubah segala sesuatunya. 

-------

Saat kita utuh dengan diri sendiri, tenang, mencitai diri, menerima diri apa adanya; kita tidak akan tertarik mencari-cari validasi, cinta, stimuli, penerimaan dari siapapun, dan membuktikan diri.

Saat tubuh kita merasa aman, kita merasa aman dan nyaman dengan diri sendiri, percaya Tuhan ada, dan percaya semesta selalu mendukung, tidak ada celah rasa takut muncul. 

No comments:

Post a Comment