Orang beda-beda, cara mereka melihat, mempeersepsi, menilai, berfikir, berasumsi, bersikap, dll.
Contoh: janjian.
Aku tipe orang yang serius, sesepele apapun janji (menurut orang lain), pasti akan ditepati. Kalau bilang iya artinya iya, kalau bilang belum tau ya belum tau, kalau bilang nggak ya artinya nggak. Kadang ada momen-momen dadakan yang bikin diri gak bisa tepati janji, itu stressnya minta ampun meski secara logika janjinnya gak penting. Itupun pasti aku kabari, gak tiba-tiba ngilang atau diem gitu aja.
Ternyata orang berbeda (yaiyalah ya namanya manusia beragam).
Ada orang-orang yang gampang menggumbar janji manis, bilang iya padahal udah niat nggak, yang cuma iya iya aja terus lupa, yang sengaja mangkir, yang egois mentingin dirinya sendiri tanpa ada komunikasi dna menghargai orang. Terus aku ngamuk dikala diri udh tepati janji, komitmen, mengorbankan urusan-urusan lain karena udah keburu janji, pas hari H tiba-tiba orangnya ngilang, pas ditanya "dmn" tiba-tiba dikabari batal karena ada tanding basket lah, ketemu temen lah, dll. Lha kenapa ga ngabari kalau batal? Kan kalo ga dikabari aku gatau. Pas giliran kesel tidak ada komunikasi dan dihargai, ada orang yang defensif jadi balik marah dan merasa urusannya lebih penting; ada yang say sorry ga atau kalo aku tipe yg disiplin, ada yg say sorry dan resekejul terus tidak mengulangi lg, ada yg ilang gitu aja.
Efeknya beragam, dari mulai rugi secara waktu, tenaga, energy, ilang kesempatan lain, mengorbankan diri; ada yang sampe bikin diri merasa gak berharga, emosi, stress, anxiety, feeling betrayed, muncul trust issue, trauma, dll.
Sampai di momen, itu semua dijadiin data.
Dan aku hanya membuka diri sama orang-orang yang amanah dan mutual respect.
Kalau ada urusan mendadak, mereka komunikasikan batal/ resekejul dan di tepati. Kalau mereka ga mau dna ga bisa ya mereka bilang nggak. Kalau mereka sudha bilang oke ya ditepati. Intinya ya dikomunikasi, kejujuran, dan komitmen sekecil apapun janjinya, janji adalah janji.
Itu baru urusan tentang janji, belum lagi hal-hal lain.
Manusia benar-benar beragam.
No comments:
Post a Comment