Friday, January 17, 2014

Pertemuan

foto: dokumen pribadi

(pertemuan dgn orang2 tanpa duga yang akhirnya menjadi teman baik).

ini pertemuan pertama kita duduk dalam mobil taft dalam perjalanan pulang, mengobrol yang entah kenapa begitu akrab. - saya dengan C

ini pertemuan kedua, dalam sebuah bar dimana saya menyapa dan memeluk hangat yang disambut dengan antusias olehnya. - saya dengan E

ini perjalanan pertama menggunakan kereta jakarta bandung, duduk bersebelahan berbicara selama 3 jam hingga saling tahu seluruh kehidupan masing-masing. - saya dengan K

ini perasaan pertama saat bertemu di stasiun arah jogja tanpa kenal wajah dan nama, namun memiliki insting bahwa orang ini akan menjadi tmn baik, dan ternyata benar saja. - saya dengan V

ini pertama kalinya kita menghabiskan waktu dalam jangka panjang, dari sebelum puasa hingga menjelang lebaran, memiliki moment2 yg saling dikenang, dimana saat berpisah ke kota masing- masing sedih kaya putus cinta, hanya saja kita berusaha santai dalam diam. - saya dgn dia.

Dan disaat itu semua terjadi dalam sekejap waktu, saya kembali bertanya dalam hati, dimana orang-orang yang saya temui dalam sehari-hari selama sekian tahun? apakah kita sudah saling kenal? Disisi lain pun jadi sadar betapa besarnya kuasa Tuhan mempertemukan manusia satu dengan lainnya, membuka hati makhluk2nya, dan memberikan rasa "keterikatan" satu sama lain. 

ada byk konklusi, salah satunya: Ternyata tidak butuh waktu lama untuk mengenal seseorang, hanya butuh campur tangan Tuhan dalam membolak balikan hatinya dan kuasa-Nya untuk mempertemukan.

Tuesday, January 7, 2014

Alhamdulillah

Minta satu dikasih seratus.
Minta seneng dikasih bahagia.
Minta A dikasih sampe Z.
What a life!
"mana nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?"

sumber: foto pribadi
Terimakasih 2013, Selamat datang 2014.

*wuallahualam bishawab.

Saturday, December 7, 2013

Terimakasih! :)



Terimakasih atas kesendirian yang pernah terjadi,
karena memberi ruang bagi diri untuk mengenal dirinya sendiri.

Terimakasih atas kesepian yang sering datang tanpa diundang,
karena membuat lebih dekat dengan Tuhan. 

Terimakasih atas sakit hati yang pernah singgah,
karena membuat diri lbh bisa "mengatur" hati, kebal,
dan berhati-hati bersikap berbicara dengan orang lain.

Terimakasih atas persingungan dan perbedaan yang tercipta,
karena memperkaya diri dgn luasnya perspektif dan lebih toleran.

apa jadinya hidup kalau semua baik2 saja? sepertinya akan kehilangan kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri... hehe

good night :)

Sunday, December 1, 2013

01:07 AM

Bandung, 01:07 am

Tiba-tiba datang masa dimana aku tak bisa menolak dengan kehadiran jiwa-jiwa yang merasuk kedalam tubuh, membuat jiwa ini merasakannya seolah-olah menjadi diri mereka, merasakan setiap rasa yang tak pernah aku pahami dan rasakan sebelumnya. Entah ini sebuah anugrah atau sebuah hal lainnya. Istighfar terucap dihati, menjaga jiwa tetap berpijak dalam kesadaran.

Dan jiwa yang sedang masuk atau aku yang sedang masuk ke jiwa-jiwa tersebut adalah jiwa orang terdekat. Rasa sayang teramat besar, rasa sayang yang teramat dalam. Dimana aku memahami seruan Tuhan untuk para anak bersikap pada ibu bapaknya. 

--------------------------------------------------------------------------------------------

Mereka tak pernah bisa memilih untuk memiliki anak seperti apa
Tetapi mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Aku tak bisa memilih untuk dilahirkan dan berada dalam keluarga seperti apa
dan aku sangat bersyukur memiliki mereka.

Semoga ibu ayah selalu disayang Allah,
Semoga ibu ayah selalu dilindungi Allah,
Semoga ibu ayah selalu diberikan kebahagian,
Semoga Allah menghapuskan segala dosa ibu ayah.

Tuesday, November 19, 2013

Parasailing


Me at Tanjong Benoa, Bali. Taken by: Zicco H.

Parasailing merupakan jenis olahraga atau hiburan yang menyenangkan untuk merasakan sensasi terbang dan melihat lautan dari atas. Bagi orang yang memiliki ketakutan akan ketinggian, mencoba parasailing menjadi hal yang dipertimbangkan berkali-kali, begitulah dengan saya yang fobia ketinggian, awalnya engan, dan tiba-tiba impulsif nyoba.

Beda halnya dengan saat tes lompat indah di kolam renang saat sekolah, pas naik tangga aja kaki udah gemeter, pandangan lurus ke depan, pas disuruh locat gak berani sampe didorong orang di belakang. Hal yang dirasakan saat terbang ber-parasailing adalah sama sekali tidak ada rasa takut. Aneh bukan? saya juga aneh.

Kadang hal menakutkan buat kita, untuk beberapa sikon tertentu justru memberikan reaksi dan dampak yang berbeda dari pengalaman dan ekspetasi. - utie

Tuesday, November 12, 2013

Ngakak.

Suatu malam, buka facebook dan melihat postingan status teman saya, indra: "nyari waktu dan temen traveling lebih susah daripada mencari-cari alasan", di home yang di komen oleh vilda. saya pun ikut nimbrung, dan komen pun saling bersambung. dan mulai dari komen vilda yang ".... bisa bayarin kita naik haji!" hingga komen-komen kebawahnya, berhasil bikin ketawa ngakak sekian waktu, sendirian, di kamar kosan. ya konteksnya, ya ngebayangin ekspresi dan logat mereka, kocak bgt. hahaha :))))


untuk menjaga privasi kami, maka nama lengkap kami, saya sensor :p 
kita ber-3 bertemu di trip krakatau dan pulau-pulau sekitarnya, klik sini
untuk projek 3 milyar itu istilahnya si indra dalam kerjaannya di bandung, bukan duit beneran, cuma kita jadi becanda yang makin lama makin absurb. hahaha

Saturday, November 9, 2013

EUREKA

image from here

Perjalanan mempertemukan banyak hal.

saat bertemu hal baik
saat bertemu hal tak enak
saat bertemu ketakutan
saat bertemu kegembiraan
saat bertemu gejolak
saat bertemu perbedaan
saat bertemu keheningan.

Saat bertemu orang se-frekeunsi secara random di tempat se-frekuensi 
dengan perspektif yang makin meluas.
Saat diri telanjang tanpa beban, bebas, keluar, dan dengan pantulan toleransi.
Saat jiwa keluar seutuhnya membiarkan sebagian darinya tertinggal disana,

Disitulah ketenangan terasa,
disitulah kebahagian terwujud,
disitulah diri muncul seutuhnya,
disitulah pertemuan panjang dimulai,
disitulah hidup terasa ringan.
AaaH...

for CouchSurfing Writers Bdg #1

Wednesday, October 30, 2013

Ketika


Ketika hal baik yang kita lakukan tidak berbalik pada kita, tetaplah berbuat baik.
Ketika kita mendapati hal buruk yang tak pernah kita lakukan, tetaplah berbuat baik.
Ketika kita dijahatin, ketika diacuhkan, ketika dikhianati, ketika dijauhi, ketika direndahkan,
tetaplah berbuat baik, tetaplah jujur, tetaplah amanah, tetaplah peduli, tetaplah hormat.

Karena pada akhirnya ini menjadi urusan kita dengan Tuhan.
Karena pada akhirnya hanya Tuhan yang memegang hati kita untuk merasa sedih dan bahagia.

- Febriani Eka Puteri, 2013

Monday, October 21, 2013

Ada yang sibuk.

If we never change, we'll never learn.
They learned, so they changed.

ada yang berubah penampilannya,
ada yang berubah pemikirannya,
ada yang berubah sikapnya,
ada yang berubah pola hidupnya,
ada yang berubah ibadahnya,
ada yang berubah hatinya,
ada yang berubah statusnya,
ada yang berubah materinya,

ada yang sibuk bersolek,
ada yang sibuk sekolah,
ada yang sibuk mengejar beasiswa,
ada yang sibuk mengejar uang dan karir,
ada yang sibuk berkarya dan pameran,
ada yang sibuk menjaga image diri,
ada yang sibuk mengumpulkan hikmah,
ada yang sibuk memperbaiki diri,

ada yang sibuk mengejar dunia,
ada yang sibuk mengejar akhirat.
ada yang sibuk merapihkan penampilan,
ada yang sibuk membersihkan hati.
ada yang sibuk menarik orang lain,
ada yang sibuk mendekati Tuhan.
ada yang sibuk dengan penilaian orang,
ada yang sibuk dengan penilaian Tuhan.

*moral: 
(untung) tiap orang punya koncondongan hati dan pemikiran yang berbeda, jadi kesibukan dan goal nya berbeda-beda. coba kalo sama, monoton banget dunia, persingungan pun tak ada dengan kata lain peluang belajar dlm kehidupan menipis. hehe. Good morning good people!

Sunday, October 20, 2013

20.10.2013

18.10.2013
merupakan hari wisuda magister tempat saya sedang s2 saat ini.
semua merasa bahagia dan terpacu untuk segera menyusul.
tidak dengan saya, jangankan apakah bisa menyelesaikan atau tidak, 
untuk tugas dalam waktu dekat pun belum kepikiran mau bikin apa.

"nanti juga ketemu" kalimat dari seorang teman. disisi lain sebagai penghibur (mungkin), disisi lain saya percaya nanti juga ketemu. dan sekarang setelah mendapat rejeki sakit 2 minggu (melunturkan dosa), saya mulai sangat deg-deg an memulai kuliah besok dimana sudah masuk jadwal uts.

baru kali ini ngerasain gatau apa yang mau dibikin, 
baru kali ini tak berhasrat dalam sekolah,
baru kali ini gatau bisa lulus/ngga,

apa yang saya kejar? bertanya pada diri sendiri,
kerjaan yang sudah menunggu?
seseorang yang menunggu untuk menikahi saya?
saya benar-benar tidak punya alasan untuk cepat-cepat selesai, 
karena memulai pun belum.

pertanyaan, ketidak percayaan diri, dan keraguan papun yang muncul,
teap harus diselesaikan, karena saya sudah memulai.
semoga lancar, cepet nemu ide biar bisa cepet menyelesaikan.
aamiin.


Thursday, October 3, 2013

Rabu.

Bismillah.

cuma mau sharing aja, beberapa hikmah hari itu.
akhir-akhir ini lagi banyak masalah. terlepas dari itu, malam rabu saya pergi ke rumah kerabat dengan niat menjaga silahturahmi. sesampainya disana, saya berasa digampar, banyak banget masalah si ini si itu yang saya dengar tanpa sengaja. dan saya merasa masalah saya tidaklah seberapa dan lebih bisa meredam emosi kesedihan dan kekesalan. 

"saat kita banyak masalah, cobalah pergi ke luar, maka kita akan tahu bahwa masalah kita tak seberapa."- utie.

saya memutuskan untuk menginap. karena badan tak enak, tidak lama setelah sampai saya langsung masuk kamar, beristirahat. keesokan harinya badan sangat lemas, jam 10 saya keluar untuk makan pagi-siang. setelah itu menemani seorang nenek 85 tahun yang sedang sakit, mengobrol, mendengarkan ceritanya hingga satu jam lebih tak terasa. dan dari salah satu cerita beliau, keluar kalimat: "rejeki mah dikejar, lari. ada juga yang gak dikejar tapi ngejar-ngejar kita." 

dengan kata lain - sudah ada ketetapan/kadar. kalo bukan rejekinya, mau usaha gimana pun, ya ga dapet. kalo rejekinya, kita biasa aja (gak ngejar2) suka ada aja dapet ini itu dr arah ga disangka2. yang susah adalah menjaga hati dari iri, keluhan, prasangka, lelah saat ikhtiar dan mengikhlaskan segalanya, karena hasil mutlak milik-Nya. 

pagi-sore sendirian cuma leha2 dan sedikit berbincang, gak punya rencana kemana dan ngapain, karena cape ga enak badan. tanpa diduga sore-malam saya sudah berada di kerumunan orang banyak, orang2 yang tak saya kenal, mendapati banyak pengetahuan dan ilmu baru. ya saya ada di bosscha bersama komunitas aleut, komunitas sahabat bosscha, dan beberapa orang bosscha nya.


Dapet makan gratis, alhamdulillah. pulangnya bareng orang naik motor, dia bilang sampe simpang (jd saya tinggal sekali naik angkot), nyatanya saya diturunin di setiabudi jam 10.19 malem dan saya naik angkot (2 kali) sendirian. sereeem. dalam hati: "saya gak pernah nurunin org nebeng malem2 gini. kalo saya bawa kendaraan pasti saya anterin, kalo jauh ya saya anter ke tempat rame yang dia cuma sekali naik angkot". yaudahlahyah, orang kan beda2, cuma mikir aja kenapa kita gak pernah berbuat gitu ma orang tapi kok kita ngalamin hal itu. ya terpenting Allah tetep ngejaga selamat sampai tujuan.

dari situ saya belajar "kalo hidup ini unpredictable, kita gak tau kalo tiba2 bakal berada di tempat, keadaan, dan perasaan hati yg 180% berbeda dalam hitungan sekian waktu" dalam 1 hari yang sama.

*wuallahualam bishawab

Saturday, September 28, 2013

teman.

teman itu...
gak sering ketemu.
gak komunikasi rutin.
gak cerita tiap hal tp saling menanyakan kabar.

tapi...
saat ketemu, rasanya tetep sama.
saat ketemu, semua cerita tumpah ruah.
saat ketemu, meningalkan kesan di hati.
selalu negor jujur saat salah, meski frontal dan pedes, anehnya ga pernah sakit hati.

kalau temenan cuma cari kesenangan,
kalau temenan cuma cerita sehari2,
kalau temenan gak membuat diri lbh baik,
kalau temenan cuma kuantitas tanpa kualitas,
kalau temenan gak saling peduli,
kalau temenan lewat sehari rasanya langsung beda,
kalau temenan lbh byk mudharatnya,
kalau temenan tanpa ikatan emosi dan rasa sayang,

sendiri lebih baik.

Monday, September 16, 2013

24 hours. Fullfill

Fullfill. Sabtu malam ke nikahan senior di maxi's resto, bertemu orang-orang dan beberapa teman seangkatan yang jarang ketemu. Pulang, mampir angkringan ITB sampe jam 11 malem, sampe kosan tidur. Besoknya, minggu, santai-santai dan masuk sms dari Oby (adik): "teh, aku lg di bandung, mau makan bareng ga?" dan kita pun berangkat ke Tokyo connection jam 10 siang, ngobrolin banyak hal yang membuat mata berkaca-kaca menerima kenyataan betapa bersyukurnya hidup. Lanjut bertemu (mantan) teman-teman kantor jam 2 siang sampe jam 7 malam. Banyak cerita masa lalu yang diungkapkan membuahkan gelak tawa dan senang, benar-benar senang... Lanjut bertemu teman-teman sejurusan S1 jam 7-9an malam. ah senang :3 pulang anterin maya dulu.

Nikahan aci jodi. (ki-ka) ninis, sufty. saya. laxmie. @maxi's resto

Ditraktir Oby yang abis menang arisan hahaha @tokyo connection

Meet up (mantan) temen-temen kantor @potluck cafe and library
arif, vikaz, dina, ratih, indra, saya
meet up teman2 S1 interior, @cafe kebon. the last stand

i love these day. ibarat nge charge batre. besoknya (senin, today) super seneng, dan jadi malas bersosialisasi karena masih full. berasa lengkap aja, dikunjungi adik, diskusi, ditelepon ibu, meet up marathon dengan 2 kelompok berbeda.

Friday, September 13, 2013

proposal?


Kalau ditanya kehidupan apa yang saya inginkan.
saya kembali bertanya siapa saya dan untuk apa saya diciptakan.

Kalau dimulai dari kehidupan sekarang, ya (harus) beresin apa yang udah dimulai, menghasilkan karya yang manfaatnya kerasa langsung ma orang lain sebelum wisuda. abis itu nikah entah siapa jodoh saya :p

Nikah dengan laki-laki yang sejalan, sepemikiran, satu visi, yang hatinya terikat dengan jiwa saya karena Allah.
Traveling bareng 1-2 tahun, kemudian nulis buku tentang pemahaman dan hal-hal yang didapet selama traveling, memutar uang dari situ. kemudian membuka sebuah usaha publishing, menjadi penulis, menjadi ibu rumah tangga, mengajar anak-anak jalanan dan suami saya bekerja keras pada usahanya untuk menafkahi keluarga agar hidup layak. Membangun rumah tanggga dari nol gapapa, saya mau2 aja, asal dia punya tujuan hidup dan tau arahnya, bertanggung jawab dan termasuk orang yang bertaqwa. merasakan susah senangnya dan merasakan jatuh bangunnya bersama-sama. karena (saya yakin) hal itu akan menjadi sebuah kekuatan dan perekat dalam keluarga. Tinggal di sebuah rumah sederhana namun "lapang". Membebaskan anak-anak untuk memilih hidupnya, terserah mereka mau sekolah atau tidak, mau sekolah disekolahan seperti apa (formal/sekolah alam/apalah) bebas, karena belajar bisa dimana saja dan dari siapapun, yang pasti mereka harus punya tujuan hidup, bekerja keras, konsisten di bidangnya, dan bertanggung jawab (terhadap dirinya, terhadap keluarganya, terhadap amanat Tuhan, terhadap sesama dan lingkungan, dan terhadap apa yang dipilih dan dikerjakannya).

dari segi finansial, 
  • sekian persen untuk tempat tinggal (kpr, kalo ngontrak dulu, ya tahun pertama aja). alangkah baiknya kalo kpr itu 5-10 tahun, setelah beres cicil mobil 2 tahun.  Jadi saat anak mulai besar (7-12 tahun), anggaran yg dulunya buat kpr dan mobil dialihkan untuk biaya pendidikan anak (sekolah formal/informal/biaya petualangannya kalo mereka ga mau sekolah).
  • sekian persen ditabung dengan persentasinya. punya 3 jenis tabungan, 1 tabungan gak boleh dipake (rentang waktu 25-30 tahun. untuk masa tua dan biaya nikah anak, meski anak bisa cari uang sendiri, bagaimanapun ortu harus mempersiapkan untuk nikah mah masih tanggungan iya ga sih?), 1 tabungan yang keluar masuk (biaya makan, kehidupan sehari2, uang saku, kesehatan, pakaian, rekreasi, perabot rumah, dsb), 1 tabungan haji.
  • sekian persen untuk investasi (sedekah, emas, bisnis).
sebenernya udah pernah ngitung dalam nominal rupiah, stress liat angkanya. hahaha. 

Thursday, September 12, 2013

terimakasih

Dari semau hal yang disyukuri, yang paling disyukuri adalah terimakasih telah melahirkan saya dari rahim perempuan yang sangat baik dan terimakasih telah memberikan saya ayah seperti beliau. dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. mereka tetap yang terbaik.

Tuesday, September 10, 2013

"Jatuh Cinta Itu Biasa Saja"

Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua, hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berbuat, tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berjuang, tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu-gebu
Kita berburu, jatuh cinta itu biasa saja
Kita berbuat, tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam remang
Relung hati kita buat
Relung hati kita buat
Hati kita buat
Relung hati kita buat

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja - Efek Rumah Kaca

Thursday, September 5, 2013

Krakatau

30 Agustus - 1 september
(Kalianda Canti, Selat Sunda, Pulau sebesi, Lagoon cabe, Anak Gunung Krakatau)

Bermula disebuah pertemuan tentang bisnis yang berakhir pada keimpulsifan dan ke spontanan, beberapa hari kemudiannya kami ber-2 sudah dalam perjalanan ke krakatau, selat sunda, lampung.

Kami berangkat dari terminal leuwi panjang pada hari jumat jam 15.30 bertemu dengan teman-teman trip lainnya yang tak dikenal. sampai terminal merak pukul 22.00 dilanjutkan ke pelabuha sambil jalan kaki karena memang dekat, bertemu dengan 1 teman lainnya yang berangkat dari jakarta. Kita berangkat jam 01.00 pagi, sampai pelabuhan bakaheuni jam 04.00 dini hari, blabla, lalu naik angkot, sampe kalianda jam 06.00 kami pun langsung sarapan, lanjut ke canti, dan 08.00 perjalanan ke pulau sebesi. dan kita disana main ini itu, mengobrolkan ini itu, merasakan ini itu, meresapi ini itu, berfikir tentang ini dan itu, medapati pengalaman dan memori akan ini itu. Pulang dari pulau sebesi pukul 15.00 dan sampai bandung pukul 06.00 keesokan harinya, satu dari kami pulang ke Jakarta.

Total biaya: trip 385rb (transport dr merak, penginapan, makan, dll) + pp bdg-merak bis ac 140rb.

some of memories: bapak-bapak misterius yang tiba2 muncul, tiba2 hilang. 3 bocah yang super lucu. org2 egois yg kerjanya tidur di kapal, mensabotase tempat orang. duduk di atap kapal, pas malem banyak bintang. duduk di ujung kapal di tengah laut. angin malam laut. rasa haru saat melihat awak2 kapal dan anak2nya. Wc rusak, ee bertebaran. listrik mati nyala, tikus, tokek. Tracking.  alam yang indah. ah banyak.

Selat sunda




Personil trip kemarin: (kiri ke kanan)

Vilda
Seorang Designer Product lulusan ITENAS, seorang penulis yang 2 novelnya sedang dalam proses penerbitan, sekarang menjadi asisten dosen di almamaternya dan sedang menulis buku ke-4 nya.

Febriani (saya)
Seorang Interior Designer lulusan ITB, sempat menjalani profesinya di konsultan desain selama 2 tahun, menjadi asisten dosen setahun kemarin. Sekarang sedang S2 di alamaternya dan mencoba menulis

Dwi indra
Seorang Graphic Designer lulusan Maranatha yang bekerja sebagai graphic designer tentunya, di Jakarta yang sebelumnya pernah bekerja di Bandung. Hasil fotonya bagus2.

Pertemuan kami ber-3 dengan kesamaan hobby, minat, dan pemikiran yang sejalan, sangat bisa untuk berkolaborasi dan menciptakan sesuatu kelak. - cooming soon - (hahaha geleuh yah :p )