Thursday, May 19, 2016

Berdamai

Berdamai dengan diri sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri berarti berdamai dengan masa lalu dan menerima diri sendiri.
Menerima segala perjalanan hidup diluar kendali diri.
Menerima segala kekurangan dan keterbatasan diri.
Menerima segala masa lalu, membersihkan segala trauma.
Menerima segala rasa sakit dan bahagia dalam satu paket utuh.
Menerima segala kekacauan keluarga.
Menerima segala kegagalan.
Menerima segala potensi.

Menerima. Belajar menerima tak semudah pikiran dalam logika.
Menerima keadaan saat ini dengan segala cerita dibelakangnya.

Aku, kamu, kita, terbentuk dalam cerita berbeda dengan penerimaan berbeda atas diri dan lingkungan. Berjuang dalam kepedihan yang tak pernah tampak dan dinampakan. Berjalan dalam pilihan yang diputuskan. Bertahan dalam pelindungan diri. Berdiri pada kaki sendiri dengan beban berat di punggung yang terurai terbuang seiring penerimaan diri, jauh, perjalanan masih panjang. Beban harus segera dilepaskan untuk kedamaian diri, menghidupkan jiwa. Hidup bahagia menjadi diri sendiri lepas bebas mencapai segala achievement dalam kebahagian terpancar nyata tanpa kepalsuan belenggu diri tertahan. Entah berapa banyak yang tetap menangung beban itu hingga hayatnya tanpa menyadari. Kamu tau, kamu tak sendiri, mari berjuang bersama dalam perjalanan masing-masing. 


Pom Bensin Dago, 19 Mei 2016

Tuesday, May 17, 2016

Saya Rindu

Disaat orang-orang seumuran saya, 28 tahun, sibuk mebangun karir yang mulai stabil nan mapan, membangun rumah tangga, program anak kedua, membangun "kerajaan" keluarga, investasi sana sini. Saya masih sibuk dengan self justice, masih sibuk mencari jalur karir, masih sibuk mengexplore, masih berani mengambil resiko yang gak masuk akal, masih sibuk aktualisasi diri belajar segala hal baru, masih sibuk berdamai dengan masa lalu, masih sibuk mengejar ambisi dan menghabiskan ego, masih sibuk cari partner kerja. hari ini kaya bisa kesana sini beli ini itu besok miskin gak bisa makan. berbeda 180derajat dengan teman-teman yang sudah sangat stabil (atau monoton? atau gak berani keluar zona aman?) yg mrk pny financial luar biasa dgn jenjang karir jelas. Anehnya saya gak pernah sirik sedikitpun sama temen2 kaya, sekolah s3 di luar negeri, gak pernah sirik ma orang2 berhasil untuk dirinya sendiri. Tapi kalo liat temen yg bikin sekolah gratis, jadi pengusaha dgn jiwa sosial tinggi, bisa nyekolahin 100 anak gak mampu, nerbitin buku keren, super siriiiik bgt bgt.

begitupun tentang nikah gak pernah sirik apalagi kebawa panas karena teman-teman sudah pada nikah. tapi hal ini sudah terpikirkan bahkan semua rincian biaya dan konsep kehidupan setelah nikah sudah tertulis. tapi untuk berkomitmen dan menjalin hubungan sepertinya belum, masih banyak urusan dengan diri sendiri yang belum selesai, masih banyak hal sosial yang masih ingin dikerjakan. kecuali memang sudah bertemu dengan seseorang yg bisa menerima secara utuh dan mengarahkan kompas saya untuk selalu positif. Pasangan menjadi pelengkap terbesar. variabel hidup yang paling krusial. karena seumur 28 tahun ini hidup suffering bgt bersama orang2 ISTJ sejenisnya, dominan otak kiri, pesimis, biasa aja, hidup sebatas achievement rutinitas tanpa value,  sampe titik trauma. pengen deh berada, ketemu, dan terus berada dilingkungan orang-orang idealis yg ambisius, intelektual tinggi, jiwa sosial besar, dan dengan passion sejenis. menjadi social preneurs salah satunya. semoga lekas bertemu, dipertemukan dan dijodohkan dengan orang-orang seperti itu dan berada di lingkungan kompetitif nan produktif. aamiin.

Saya rindu berjuang mati-matian, saya rindu mengejar ambisi gila-gilaan, saya rindu kerja keras abis-abisan, saya rindu lingkungan yg memberikan energi positif dan memberi peluang seprogresif dan seberkembang itu. Saya rindu menjadi diri sendiri yang fulfilment.

selama ini selalu cari cara biar bisa berada di lingkungan seperti itu, salah satunya dengan sekolah. karena lingkungan sekolah itu kompetitif, jujur, objektif. kalo kantor banyak drama, byk org licik, sikut-sikutan, meski gak terlibat dalam drama pasti menjadi penonton yg malah bikin stress liatnya. jadi gak pernah mau kerja kantoran lagi, kecuali jadi dosen (karena masih sesuai value hidup yg dianut). masalah teori, ketahan mental, dll sih udah teruji, cuma butuh bener-bener butuh ruang. media.

Bandung, 17 Mei 2016

Wednesday, May 11, 2016

Aku

Aku berjalan tak tentu arah
berjuang sesuai hasrat diri
mengikuti hati yang bias oleh nafsu

Aku diam tak bergeming
menatap dalam diri bercermin
bertanya tentang semua hal

Aku berfikir dalam tawa
bergelut dalam pikiran kelut
memendam semua rasa

Aku berlari berlinang tangis
mengurai linu hati
berdoa dalam hening


Sleman, 11 Mei 2016

Kamu

Kamu tau, apa yang membuatku percaya? percaya untuk membuka diri terhadapmu? karena kamu telah membuka pintu penerimaan sebelum aku mengetuk.

Kamu tau, apa yang membuatku mau melepaskan sedikit kebebasanku untuk belajar bergantung padamu? karena kamu telah menyiapkan tangan untuk menopang sebelum aku terjatuh.

Kamu tau, apa yang membuatku belajar menahan segala gejolak meledak dalam diri? karena pelan - pelan pancaran kasihmu berhasil menghancurkan gejolak itu.

Kamu tau, apa yang membuatku berani untuk dicintai? dicintai lebih sulit dari mencintai bukan? karena kamu memberikan ruang sabar tak berbatas untuk aku belajar dicintai.

Kamu ingat, kapan pertama kali kita bertemu? saat kita tanpa sadar sudah berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu. seperti katamu. kita bertemu di waktu yang tepat dikala diri sudah bisa menerima diri dan dikala doa-doa orang tua kita diijabah dalam waktu bersamaan.

Sleman, 11 Mei 2016

Kalian

Mungkin aku bukan orang yang akan selalu mendukung dan mengiyakan semua perkataan dan perbuatan kalian.

Mungkin aku bukan orang yang akan selalu tunduk dalam aturan kalian. Aku seorang pembangkang yang tak terhalang untuk terus mencari kebenaran. bukan karena sok benar, justru karena merasa banyak yang salah. salah dengan diri, salah dengan kalian, salah dengan society rule.

Mungkin aku tak bermanis sopan didepan kalian, tapi aku tak pernah menipu sedikitpun dibelakang kalian.

Mungkin aku bertengkar dengan segala situasi dan manusia, termasuk kalian.

Mungkin kalian hampir gila dengan perjuangan kebebasanku yang tak bisa diikat maupun dikontrol.
Aku tak akan lantang bilang sayang, tapi aku akan selalu menjadi benteng pertama saat kalian kenapa-napa.

Salam hangat untuk keluarga dari sini.

Pulau Timang

Hati - hati hati denga hati. kalimat pertama yang keluar setelah sampai ditujuan dengan segala kejutan semesta. dijalan sempet terbesit kalau perjalanan jauh lebih menarik dari tujuan. entah bagaimana apa yang membawa semesta mewujudkannya. perjalanan yang biasa saja berubah 180 derajat dengan segala hal yang terjadi, ketenangan menutupi kekhawatiran, gejolak, pertemuan dengan banyak orang yg memberikan arti hidup lainnya. seketika bersemangat, berubah deg2an, berubah tenang, berubah hampa. ternyata hati pun tidak bisa dikendalikan, semua terjadi begitu saja. keyakinan menjadi modal dasar dan paling besar.

perjalanan lintas tebing mengunakan gondola yg bertumpu pada tali2 yg mengikat di karang menjadi hal tak menarik, bahkan biasa saja rasanya, kalau beruntung dapat sensasi cipratan air dari ombak yg menghantam karang. saat berada dlm gondola entah mengapa waktu terasa lebih cepat. cepat sekali, tiba2 sudah berada di sebrang.

diam memperhatikan ombak, karang, tebing, air. satu jam berlalu. air tenang namun bs menghancurkan, api menerangi namun bs membakar, angin bebas namun tak bisa dipegang, tanah stabil namun tak bergerak. 

lalu pikiran mulai berfikir macam-macam. sebelum sampai ke hati, mungkin perlu disudahi. karena hati diam-diam berbahaya. secara pararel, menjadi sadar, pergi berdua atau banyakan akan lebih baik, karena mengurangi pikiran dan hati bergerak terlalu bebas dan menjadikannya lebih stabil.

Setelah sampai lokasi
taken by: mas2 penjaga. lokasi: Pulau Timang, gunung Kidul. 
----------------------------

Sampai kamar, mikir....

4.5 jam + 3.5 jam + 2 jam + 2 jam
nyetir sendirian di jalanan naik turun, belok terjal, sempit, mepet, buntu, batuan. ada yg pernah ke kubang? perjalanan kesini 11-12. tp pas nyasar stuck di hutan, jauh lbh gilak drpd perjalanan ke kubang, pengen nangis krn gak bs gerak bgt mobilnya meski udh buang2 batu di jalanan, koplingnya ampe bau, sendirian, plus gak ada orang sama sekali, jauh dr desa. yg bikin deg2annya adalah karena make mobil rental dgn jenis mpv (avanza), kalo jeep2 gt mah berani bablas meski ttp gak bs lewat krn ternyata itu jalur buat motor trail. masih beruntung ada ibu2 abis ngarit dan dia bawa belasan org desa buat ngedorong mobil.

Yang paling serem adalah pas malem dengan rute belokan terjal menurun tanpa pencahayaan dan pakai kacamata gak sesuai minus. beruntung selamat. "sebaik2nya penolong adalah Allah". kalo liat ini, suka bingung sendiri gak percaya bisa ngelewatinnya sampai tujuan tanpa lecet sedikitpun. pdhl blm pny pengalaman sama sekali. Amaze sama skill dan feeling nyetir yg progresif (oke skip tukang pamer ini, mari ke inti ceritanya).

dari perjalanan tersebut,  bikin mikir. awalnya liat maps udh stress sendiri liat perhitungan waktu dan medannya. sempet gak mau jadi. cuma hati berkata lain. cuma pgn sharing aja, kadang makin banyak tau dan cari tau justru makin memupuk kekhawatiran, ketakutan, dan perhitungan logika yg blm tentu benar. karena semesta punya mekanisme kerja tersendiri diluar nalar manusia. kadang yang perlu dilakukan just go! just do it! kelar.

dan diujung perjalanan bahkan terkejut sendiri kalo bisa berhasil, itu nambah kebaikan untuk diri merenung, bersyukur, dan berani kedepannya. ini bukan tentang traveling, berhubungan dengan segala aspek perjalanan dlm hidup. perjalanan karir, cinta, usaha, dll. saat keraguan/ perhitungan logika/ ketakutan datang, yg perlu dilakukan adalah stop! stop berfikir, stop mencari tau! stop bertanya. langsung aja ikuti hati, percaya, just do it! just go and do it! inshaallah bakal banyak "harta karun" yg ditemui berbalut kesusahan/kemudahan yg dtg selama perjalanan. jangan lupa berdoa untik dikasih petunjukNya, krn petunjuk buatan manusia di dunia sering bikin nyasar dan tersesat.
*wuallahualambishawab

Perjalanan Menuju Lokasi dan Pulang
taken by: me. Sleman - Jogja - Imogiri - Timang - Wonosari - Jogja - Sleman

Sunday, May 8, 2016

Menjaga Perasaan

apa yang kamu lakukan saat tahu sesuatu bakal menyakitkan hati temanmu? ya ada sebagian biasa aja, ada sebagian menjaga meski terkesan acuh pdhl peduli, dan banyak juga yang tak peduli.

acara pernikahan dimulai, satu persatu datang, haha hihi, saya hi, makan bareng, foto bareng, dan main bareng pulangnya. tiba-tiba suasana menjadi aneh, bergerombol bisik bisik, entah apa yang dibicarakannya. sekilas terdengar sayup "eh, si A bakal nyusul, tp sama pacarnya, gimana nih si X". terdengar oleh si X yg dia pun sudah tak peduli alias biasa saja. dalam hatinya "lebay banget sih nih temen2, cerita 6 tahun yg lalu masih dibahas2".

kemudian si A dateng bersama pasangannya, gesture mereka langsung pada aneh, diam, tp aneh, seolah-olah sangat menjaga perasaan si X, takut si X sedih. padahal si X nya biasa aja. aktivitas selesai, masing-masing pulang ke rumahnya, mereka masih saja ribet bersikap agak tidak menyakiti perasaan temannya.

sekilas kejadian itu terasa lebay bgt. padahal sejatinya, justru mereka-mereka adalah orang-orang yg peduli dan sangat menjaga perasaan orang lain. layaknya si B lulus dikala si C hampir DO, semua pada diam, tidak gembar gembor atau euforia berlebih, menjaga perasaan si C dalam perjuangan terakhirnya. bahkan menyembunyikan berita bahagia hanya karena takut temannya sedih mendengar mantannya menikah. "kok lo gak ngabari? biasanya kan lo ngabari ssmua info acara", pertanyaan tak dijawab, terkesan acuh, namun nyatanya ia lakukan untuk menjaga perasaan.

"eh, gak usah di upload, si f kan gak ikut, lg sakit doi, nanti dia sedih liatnya". "iya ya, yaudah gak ush di upload ya fotonya".

how care they are. but, life must go on. Dont hide anything, let it be true to make others grow up, realistic, and stronger.

awalnya berfikir seperti itu, namun saat berada diposisi terbalik, ternyata sama saja, melakukan hal yang sama seperti mereka.
b: eh kesini yuk
u: udah
b: sama siapa?
u: sama si r
b: kok dia ngajak lo?
u: gatau
b: padahal dulu gw deket bgt ma dia, sering blabla (kerasa perasaannya mulai sedih)
u: (lngsng byk boong untuk mengembirakan si b) random aja wkt itu, gak sengaja, mungkin mo ngajak lo takut lo lg repot blm dpt cuti
b: emang kpn ngajaknya?
u: bulan xx (terlalu jujur)
b: itu kan gw bs ngurus cuti
..... kemudian hening, bahas topik lain yg bs mengembirakan hatinya dan menjaga self esteem nya.

hal sepele, tapi bisa jadi triger besar buat org lain. kadang menjaga perasaan ini sedikit yg melakukannya. kalau ada yg melakukannya, worth it untuk dipertahankan sbg teman. karena mrk care, "are you okay?". sekilas terkesan seperti ngegosip. "eh si ini apa kabar? si ini sibuk apa? dll". tp mrk bertanya krn peduli bukan penasaran. terlihat dr action setelahnya. layaknya memberikan kail drpd ngasih ikannya lngsng, membantu tanpa membuat harga diri org jatuh dan ketergantungan.


Sleman, 8 Mei 2016

Saturday, May 7, 2016

Trusting

Seiring perjalanan dan pengalaman hidup tanpa sadar mengikis kepercayaan (trusting). Entah karena dikhianati, dikecewakan, ataupun dibohongi. Menghasilkan trauma, membangun benteng pertahanan diri, dan jarak. Kepercayaan seakan-akan luntur seiring waktu. Semakin besar, semakin dewasa, memberikan kepercayaan dan mempercayai tidak semudah saat kita masih anak-anak bukan?

Beruntunglah yang masih memiliki kepercayaan untuk diberikan maupun untuk mempercayai. Karena ada sebagian lain yang kepercayaannya telah hilang. lalu,
- Bagaimana bisa ia membangun hubungan dengan orang lain?
- Bagaimana bisa ia bekerja sama pekerjaan dengan baik?
- Bagaimana bisa ia membuka dirinya agar tidak kesepian?
- Bagaimana ia bisa bertahan hidup dalam kesendirian? bekerja sendiri, membangun hidup sendiri, hidup sendiri.

Kamu tau, kepercayaan itu mahal? Bahkan tak terukur dan kadang tak bisa kembali lagi dalam takaran yang sama. Be nice, be honest, jaga kepercayaan seseorang. bukan untuk dirimu agar kamu dipercaya dan bisa melangsungkan hidup dengan baik. Namun untuk menjaga kehidupan orang lain agar ia masih memiliki kepercayaan. Kepercayaan untuk mempercayai seseorang mencintainya, kepercayaan untuk berhubungan dengan dunia luar dalam pekerjaan, kepercayaan terhadap dirinya sendiri bahwa ia berharga sehingga bs survive dan berhasil.

Karena hidup bukan perkara aku, kamu, kita, kami. ada hidup orang lain yang perlu kita jaga masa depannya.


Sleman, 7 Mei 2016

Controlling Mind


e: lagi ngapain ti?
u: lg mikir
e: susah berentinya ya?
u: iya

the hardest part that i am struggling every second in every day: Controliing Mind.
Rasanya pikiran loncat sana sini, gak mau berenti, susah banget disuru diem, bahkan dikala sedang beraktivitas sekalipun, nih pikiran bisa pararel mikir banyak hal dalam waktu bersamaan. kadang bikin gak bisa tidur, kadang bikin sakit kepala, kadang bikin mikir hal baru, ribet.

---------------
seandainya pekerjaan saya adalah mikir. mikir sistem, mikir konsep, mikir pola, mikir pemecahan masalah ini itu, mikir hal kompleks, mikir semesta, dll. (mikir tp yg ngerjain org lain dgn fungsi activator/ kepribadian -ST-) mungkin sekarang udah jadi orang kaya raya yang bermanfaat bagi banyak orang. I hope, this mind can find the place where its can be valuable w/ its capability. (apapula coba ini kalimat inggrisnya haha)


Jogja, 7 Mei 2016

Rumah Tangga

2 jam telepon + 2 jam chat.
kesimpulannya: hal tersulit dari pernikahan adalah proses bisa saling menerima, merasa diterima, dan deal-deal an rumah tangga.

deal2an ttg pendapatan, pengeluaran, gaya hidup, kebutuhan rumah tangga, ini itu tanggung jawab siapa, siapa yg bakal bayar kebutuhan sehari2, siapa yg bakal bayar cicilan rumah, siapa yg bakal bayar pendidikan anak, bakal kerja atau berenti setelah pny anak, bakal ngerepotin ortu dgn nitipin ank saat kerja apa sewa suster, cari susternya dimana, idealisme mau ngurus ank sendiri dikala rmh tangga msh morat marit susah finansial gmn, konsep pendidikan, konsep value, agama, visi jangka panjang, ttg investasi, ttg komitmen dlm sikon2 terburuk.

belum lg deal2an kompromi ttg sifat dan kebiasaan masing2. pola hidup, pola kerja, sistem kerja, jam tidur, gejala pms, mood, OCD, perfeksionis, kejorokan, kebersihan, kesukaan ketidaksukaan makanan, trigger. dll.

hal sepele yg bisa jadi masalah besar kalo dr awal gak ada komunikasi, keterbukaan, kejujuran, dan penerimaan. dan itu bukan hal yg mudah ternyata. somehow makin dipikir, malah makin takut nikah (sama org yg ga pas).

prinsip satu kufu dalam agama emang udh paling pas. cari yg sejenis aka satu frekuensi udh modal dasaaaar bgt kayakya, poin pertama dr 100 poin.

cerita dan ngobrolin ginian sama temen sih terbuka dan jujur2 aja krn gak ada ketakutan apapun (takut gak diterima, takut menerima kenyataan tnyata gak match dikala udh jatuh cinta, takut ini itu). kalo sama calon gatau deh bs seterbuka dan sejujur ngobrol kaya sama tmn apa ngga.
--------

pernah ngelist biaya pernikahan, konsep keuangan saat menikah, hrs pny brp post tabungan, brp persen pengeluaran ke setiap pos2nya, nanti konsep pendidikan gmn, dll. ditulis dlm folder khusus secara rapih dr tahun 2011. dan sempet ketauan adek, "buset, ngapain rinci detail bgt. emang nanti nikah semuanya bakal dipikir sendiri? kaya udh ada calonnya aja. jgn bikin stress sendiri". rasanya persiapan (analisa, konsep, antisipasi, sistem, dll) harus sangat matang dan justru paling penting, biar pas udh waktunya gak ribet/ilang arah. pucing. udah ah mikir malem ini. nite~


Obrolan malam sebelum tidur.
Jogja, 7/5/16.

Menikah

kadang mikir, untuk tahu sesuatu perlu uji coba, experiment, bahkan dicobain dulu. idealnya gt. misal mau pilih pasangan, ya dicari tau dulu sampe layer2 terdalamnya seperti apa, dr situ bakal keliatan segala traumanya, masa lalunya, visi kedepannya, sifat, karakter, kepribadian, hasrat, kebiasaannya, wataknya, ambisnya, dll. Dari situ dianalisa pola kedepanya seperti apa, masalah2 yg bakal muncul seperti apa, potensinya apa aja, kompasnya bakal positif apa negatif, lalu dianalisa ulang beserta antisipasinya. baru diputuskan iya/ngga.

mungkin itu tujuan org pacaran (yg klo diperhatiin kayaknya 60% lust, 30% ngisi kesepian, 10% proses mengenal. *sarkas). tapi beda bgt sama aturan Islam, kita ditarik komitmen dulu dr hanya tau 1-4 layer terluar dari 100 layer (misalnya) bahkan saat sebelum tau apa2. yang artinya menikah itu kaya masuk hutan entah dmn dan gatau apa2, petualangan baru memupuk pahala, mencari cahaya-Nya. Jangankan yg gak pny bekal, yg udh nyiapin bekal banyak aja blm tentu bs berhasil dan bertahan di dlm hutan itu. Susah dan berat bgt. salut sama org2 yg pd akhirnya bs menikah, menerima, dan ttp istiqomah dalam kompas positif.

Dan.... hal berlebih itu kurang baik. jangan terlalu mengumbar euforia bahagia (apalagi sblm akad) krn blm tau kan didepan bakal ada ujian apa aja? jangan terlalu mengidolakan, krn kalau gak sesuai harapan bisa sangat kecewa atau bahkan menyalahkan diri sendiri. intinya being mature, jgn terlalu memperlihatkan euforia, biar bs belajar melewati penderitaan lbh kuat. (sok iye ya, maapin. tp ini serius mengingatkan termasuk ke diri sendiri, hehe).


secuil pemikiran sblm tidur
Jogja, 7/5/16

Thursday, May 5, 2016

Jogja, 5 Mei


if you try to judge people from what they share in public/ media,
 u never get the truth who they are.

the wise way to know each other are
going a journey together, talking a deep conversation, and living together.


selamat menerka-nerka, hati2 tersesat.


kalimilk, Jogja, 5 Mei 2016

AADC 2

80% bikin ketawa
10% gemes
10% sedih

hari ini, di tmpt jauh entah berantah, impulsif bgt keluar, dpt tukang ojek super talkactive 8.7km diisi dgn mendengarkan ceritanya dia. beli tiket AADC, pas bgt sisa kursi 1 lg, cuma nunggu 20menit buat nonton. ke toko buku kalap (abislah budget makan sebulan), beli makan dibungkus (udh telat). makan nasi di bioskop.

bukan spoiler ya ini, cm share aja. terlepas dari cerita percintaan, (secara personal) film ini bikin mikir, mengingatkan sesuatu. tentang pentingnya berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, berdamai dengan keadaan. tentang kejujuran  atas perasaan yg sering tertutup oleh gengsi dan ego. tentang self esteem untuk berjuang dalam hidup, karena pd akhirnya kita berjuang masing2, sendirian, dan semua yg pernah datang akan pergi atau hanya sekedar singgah memberi pembelajaran dan saling belajar. belajar memaafkan, menerima, dan berjalan.
ada dialog menarik.

c: km sebenernya tau tmpt ini atau cm kira2 aja?
r: kira2
c: hah??
r: itu bedanya liburan sama traveling
c: bedanya apa?
r: traveling lbh spontan, mengambil resiko, tidur dmn aja, perjalanan hal utamanya. kalau liburan penuh rencana, jadwal, cari spot bagus buat foto, tidur di tmpt nyaman.

i couldnt agree anymore w/Rangga hahaha.

cinta berkepribadian ESFJ (extrovert, hahahihi, terencana, hangat), Rangga INFP (tertutup, perasa, spontan, intuitive). nonton pun masih sempet2nya nganalisa MBTI, maapin.

ada satu spot di film ini, pernah ke sana 5 tahun lalu saat masih super sepi ga ada yg tau, sendirian, bawa backpack, blm mandi krn semaleman di kereta, random, naik umum melewati jalan nanjak belok2 dikelilingi pemandangan kampung. entahlah selepas film ini, mungkin itu tempat bakal jd rame.


Ambarukmo Plaza, Jogja, 28 April

Friday, April 15, 2016

Last Day #Eurotrip


suasanan pemandangan dari dalam pesawat.
dokumen pribadi. photo taken by me.




setelah 16jam duduk di pesawat + 4 jam transit, menuju timur. (udh gajelas waktu terang gelapnya).
--------------------------------------------

Hal paling sulit adalah saat perpisahan. rasanya susah banget nahan air mata jatoh. sambil nunggu bagasi, sengaja nyari dan datengin mereka satu persatu untuk salim say goodbye "salim salim dulu skrg ah tante", "ih nanti aja, abis dpt koper, kita kumpul dlu ya". daaaaaan saat semua dapet koper bersiap pulang, salaman rasanya berat, apalagi kalo ada yg ngajak peluk cipika cipiki, duuuh langsung sedih nangis, udh ditahan2 buat gak liat mata mrk biar ga sedih, eh gagal jg. bareng orang2 seumuran orang tua bahkan lbh tua, emang beda rasanya. ada kedewasaan dan kedamaian tersendiri yg blm pernah sy rasakan saat bareng ma org2 hampir seumuran. Ada ibu2 yg slama trip nyebelin krn teknis bgt berubah jd tante2 penuh sayang; ada bapak2 yg super jeli merhatiin semua hal dan becanda mulu, nepuk2 pundak pas saya salim, rasanya sedih; ada ibu2 yg super sosialita dan entertainment bgt dan bbrp kali nge bully sy tp supercare, duh pas pelukan ga sengaja liat matanya ternyata berkaca2 jg.

Eurotrip menjadi traveling pertama lintas benua 4 musim, dan menjadi pengalaman pertama pula melakukan perjalana journey bareng dengan orang2 berumur 55-60 tahun suami istri, ada byk pasangan (berasa terjebak dalam kelompok yg berisi orang2 sedang bulan madu diusia senja). saya satu2nya bocah diantara mereka. pengalaman belasan hari bersama mereka tampak biasa awalnya. saya hanya diam, kalem, dan diam2 mengamati. mengamati cara perilaku, cara bersikap, cara berkomunikasi, interaksi mrk, kebijaksanaan mrk, cara mrk membuat suatu jarak, cara mereka bertata krama, cara mereka care, cara mrk mengontrol diri, cara mereka berbaur, perspektif mrk, proses berfikir mrk, cara berpakaian, cara makan, cara manajemen keuangan selama trip, interest mrk, sampe hal sesepele makanan yg diambil pertamakali oleh masing2 mrk. 

Mereka sudah banyak yg pensiun dgn kekayaan intelektual yg terus aktif berfikir, harta berlimpah yg digunakan untuk menikmati masa tua dengan traveling keliling dunia, anak2nya sudah mandiri dan menikah, dan mrk ttp stylish. sempet merhatiin diluar per personal, yaitu per pasangan. ini agak kocak. ada yg istrinya gesit lincah, suaminya lelet. ada yg istrinya cerewet ketawa2 mulu, suaminya pendiem tp sekalinya ngomong lawak bgt haha. ada yg istrinya introvert bgt, suaminya super extrovert. ada yg istrinya cuek, suaminya super taking care. macem2 jenisnya, dan semuanya bener2 sweet deh~ cara interaksi mereka thdp pasangan pun menarik, ada yg cuek aja masing2, suaminya dmn, istrinya dmn. ada yg posesif hrs bareng2 sampe ga bs pisah tempat duduk ckckck, ada yg biasa aja jalan berdampingan.

Nyatanya, bareng mereka sungguh pengalaman luar biasa excited dgn segala kebijaksanaan, kekayaan pengalaman, dan down to earth nya. Baik-baik semua orang2 ini, feeling blessed met them in the mysterious destiny through traveling. bikin belajar, membuka, merasakan, dan berfikir ttg byk hal. thanks. 

ya semua hal punya siklus. kita bertemu dalam keterasingan, tanpa rencana, tanpa ruang untuk memilih, tanpa kenal, tanpa tau. bersama dalam suatu waktu, menghasilkan sebuah moment yang baru disadari saat perpisahan, euforia bahagia dan sedih menjadi satu, haru. perlahan akan kembali ke dlm rutinitas masing2, dalam hati diam2 berdecak "semoga bs bertemu kembali dengan semuanya, entah kapan dmn". gak nge save kontak siapapun, tp yakin kalo jodoh ga kmn, biarkan semesta bekerja dalam ruangnya. Dan agak nyesel, knp siklus saya diem merhatiin terlalu lama, jd GA sempet berekspresi bebas.

 

Tips Pakaian Traveling Last Winter

Mt. Titls - Endiberg, Switzerland

Hai, kali ini mau share tentang tips n trick pakaian di last winter pas eurotip kemarin.
Karena musim udah gak jelas, meski akhir maret, suhunya masih dingin antara 4-16 derajat ditambah angin yang bikin makin dingin dan sedikit rintik hujan yang kadang seperti es serut. Ditambah waktu siang yang agak alama 06.00-20.30 masih terang.

Jadi, apa aja sih yang perlu dipersiapkan dan dibawa untuk perjalanan 2-4 minggu?
(sebenernya ini bisa dipake sampe berbulan2, bertahun2 kalo mau, tinggal di laundry aja haha)
Okey, back to the topic. Serius deh, jangan pake konsep sehari satu baju. karena dingin gak bakal bau keringet, atau banyak bakteri, selain itu hemat space koper dan jatah berat bagasi. Baju yang dipakai bakal berlapis-lapis, mulai dari 2-4 lapis. kenapa? biar panas tubuh terperangkap sehingga tetap hangat. jadi apa aja yang harus dibawa? okey saya klarifikasikan ya biar gak bingung.

jadi rumus dasar berpakaiannya: 1 + 2 + 3 + 4 + 5 (yg no.5 optional, tergantung sikon) + 6
1. DALAMAN ESESNSIAL
celana dalam dan bra (bagi perempuan). bawa secukupnya aja krn ini bisa dicuci sendiri semalam kering asal bahannya mendukung dan berkualitas baik.
- celana dalam bawa 14 buah aja, asumsi sehari satu (ganti pantyliners aja 1-2 kali sehari), bahannya yang microfiber, dia halus dan cepet kering kalo dicuci, ringan, dan tipis jadi hemat space. ditambah 10 celana dalam sekali pakai (buat jaga2), kalo lagi haid, ini berguna sekali kalo tembus gak repot nyucinya.
- Bra, bawa 7 aja + 2 bra tidur, asumsi satu untuk dua hari. jorok? kalo dlm kasus ini bersih krn ga keringetan, dan kalo tidur kan dilepas (kecuali kalo tidur pas lg perjalanan malem ganti bra tidur), jadi bra biasa  cm dipake 1/2 hari. asalkan bahannya tepat. pakai bahan silk yang nano technology, dia adem, halus, lembut, dan kalo dicuci cepet kering.

2. DALAMAN TAMBAHAN
- tanktop heatech uniqlo 2 buah (satu untuk 2-3 hari, bisa dicuci gantian)
- leging/ stocking 1 buah (bahan polyster atau yg heatech uniqlo, tipis tp hangat)
- Long john atas bawah 1 buah (serius ini bisa dipake seminggu bahkan, kalau ragu bisa bawa 2, cuma gak perlu lah kebanyakan sayang space koper).

kalo dingin biasa bisa pake: tanktop + stocking (optional tergantung celananya mau pake apa)
kalo agak dingin: longhjohn atas bawah
kalo dingin banget: tanktop+ stocking + longjohn atas bawah 

3. PAKAIAN BIASA
3.A. ATASAN
- kaos turtle neck lengan panjang heatech nya uniqlo 4 buah (satu kaos bisa dipake 2-4 hari)
- polo shirt lengan panjang sepaha/ selutut 1 (buat dipadupadankan saat pake celana yang ngetat)
- kemeja biasa (agak panjang sepantatlah) 1 buah.

3.B. BAWAHAN
- celana jeans 1 buah (pake longjohn dalemnya, kalo nggak, ya selamat beser dan kedinginan pas kena angin. kalo masih dingin ya tinggal tambah 1 lapisan stocking sblm log john)
- celana winter yang dalemnya bulu-bulu, warna khaki 1 buah (kalo pake ini gak perlu pake longjohn, kalo dingin ya tambahin stocking tipis aja)
- legging winter warna hitam 1 buah yang dalemnya ada bulu-bulu (konsepnya sama kaya celana winter, kalo masih dingin tinggal tambah stocking, tp nih legging udh anget)
- rok mini sepaha selutut bahan katun biasa. ini mah optional ya, karena pake celana biar lbh sopan aja setelahnya pake rok kalo atasannya pendek gak nutup pantat.

4. OUTER
- Sweater 1 buah, saya bawa warna dusty pink (ini makan space dan agak pny beban)
- Coat wool 1 buah, minimal panjang sepaha, selutut bagus malahan. saya bawa warna coklat tua sepaha. (ini paling berat, krn wool kali ya)
- Jaket Bulu angsa dengan hoodie 1 buah (di uniqlo ada yg bisa dilipet kecil banget dan super ringan, jd gak ngambil space dan berat tas),sy bawa warna navy blue (tp warna putih bakal keren loh).
- Jaket Flace 1 buah, saya bawa warna biru motif (ini makan space krn gak bisa ditipisin, tp super ringan). ini optional bisa dibawa/ nggak, tp sangat bergunan pas disalju, anget bgt tp ringan, jd setelah pakai 1+2+3 pakai ini dulu sebelum pakai jaket bulu angsa/coat.
- Jaket parka ringan bisa dilipet kecil segede tangan, sejenis parasutnya uniqlo 1 buah, warna kuning stabilo (lumayan nahan angin dan air plus hemat tempat dan beban tas). sebenernya ini gak perlu dibawa krn udh ada jaket bulu angsa super ringan, dibawa krn biar semarak aja warnanya gak bosen.
- Blezer, coat versi lbh pendek dan lbh ringan, warna krem. ini sebenernya gak perlu dibawa, karena gak guna, harus pake rok/ baju panjang biar pantat ketutupan. dibawa krn diendorse hahaha
- Apa ya namanya, semacam pashmina versi selimut tapi ada hoodienya, kaya pakaian indian gt, ini saya beli pas perjalanan travelingnya, di german.

okey, outer saya kebanyakan, dipake dr bandara 1 + dikoper 5 + 1 beli di sana, total 7 haha. eits, tapi justru ini yang bikin berwarna karena yang keliatan itu lapisan paling luar~ tinggal di mix n match. saran saya yang paling penting bawa 3 point pertama; sweater, coat wool (atau bahan kulit), jaket bulu angsa ber hoodie. Untuk warna, pilih yang tone nya netral. dusty pink, coklat, beige, navy blue. tapi kalo jaket bulu angsa mah pake warna ngejreng aja, lbh bright jd lbh keren, kaya putih, schoking pink, tosca, cyan blue.

5. TAMBAHAN
- Jilbab. bawalah pashmina, lumayan sekalian buat syal dan nutupin telingga dr dingin. warnanya bisa pilih tone netral (beige, dusty pink, grey, coklat) dan beberapa warna ngejreng (blue electric, schocking pink, mint tosca). saya bawa 5.
- Kupluk dan syal (saya bawa 1 doang bahan wool, dia bisa jd syal sekalian kupluk, beli di twig house bdg)
- Sarung tangan touch screen 1 buah. saya bawa yg biasa. bagusnya sih sarung tangan kulit yang dalemnya ada bulu2 penghangat thermal.

6. ALAS KAKI
- kaos kaki wool 2 buah (eh satu deng, krn satunya udah dipake sebelum berangkat ke bandara hehe)
- kaos kaki tipis sejenis stocking tp anget, buat bobo
- Sepatu. saya pakai ankel boots nya timberland warna khaki (coklat muda), karena enak, waterproof, breathable, dan warnanya netral.
pakai sepatu kets jg okey. kalau mau bawa 2 jg bisa, boots kulit  tinggi selutut + kets. tapi bagusnya sih yang hak nya datar dan agak tebel, biar nyaman, gak licin, dan aman.

Ohya, selain itu, jangan lupa bawa baju tidur dan mukena
baju tidur saya bawa 2 pasang. satu pasang dipake seminggu haha
- leging (biar hemat tempat nan ringan tp hangat) dan kaos lengan panjang ringan
- celana pendek dan lengan kaos panjang ringan.

ini beberapa foto pakaian selama eurotrip kemarin~


tips versi sederhana, kagak ada fashion2nya hahaha
Semoga bermanfaat. See ya! :D


Friday, April 8, 2016

Saling

Kalau setiap orang adalah kesepian.
kita hidup dalam kesendirian nyatanya.
berada dalam kekosongan.
berjalan berkehidupan mengisi kekosongan. jiwa, hati, pikiran, perasaan, pemahaman.
 satu bertemu dengan satu, hingga berada dalam suatu kelompok yang saling mengisi. 

memendam jati diri, trauma, kesedihan, semua rahasia, aib, rapat-rapat dalam dirinya. menampakan topeng yang telah disepakati dalam monolog diri semenjak awal. bercampur bahkan berbaur dalam tatanan permukaan yang kemudian hilang seiring waktu, ya selesai kepentingan lalu selesai, yg kemudian datang kembali saat perlu. ranah terluar, layaknya berenang dalam luasnya lautan yg berpindah dari satu tempat ke tempat lain. surface. entah hubungannya, pemahamannya, perspektifnya, bahkan value nya.

(sangat) sedikit sekali yang ingin menyelam pada satu poin area yg sama secara mendalam, deep, intimate, saling "telanjang".

banyak teman bukan berarti byk yg suka atau sayang, mungkin kaya/ pny status sosial yg baik/ menguntungkan/ menyenangkan secara permukaan/ takut sesuatu, (takut ga dpt kerjaan/ proyek/ dll)
sedikit teman pun bukan berarti seseorang buruk, dia hanya sadar lebih awal terhadap "kebenaran". mana tmn yg benar2 tulus sayang hingga surga dan mana orang2 sebatas duniawi dalam level permukaan.

pada akhirnya kita saling mengisi kekosongan dan kesepian. saling belajar dan menginspirasi.
merasakan dan memperhatikan di sekitar dalam diam. berfikir dan menganalisa dalam hening. berefleksi kedalam diri. ya anggaplah secuil cerita pengamatan seorang introvert yg dalam diam, diam2 memperhatikan sekitar setiap detiknya.

Paris, 7/4/2016


Friday, April 1, 2016

Day 3

"seumuran kita mah mending cari uang, drpd ngajar, blabla".
diem, bengong, mikir. baru sadar, ternyata ga semua orang punya jiwa sosial dan mengabdi. dan anehnya, knp yh secara nature pny karakter sosial dan "melayani" justru malah ga pny ruang bahkan ruangnya terampas oleh orang2 yg menjadikannya sebuah mata pencaharian/ status/ batu loncatan? menjadi dosen misalnya.

kadang pengen nangis deh, kalo lg ga punya uang. gak bs ngasih ortu, ga bs bantu org scara materil, ga bs ngasih2. pengennya sih kaya, tp setiap kerja suka gak tegaan. "mass org mau ibadah, kita cari untung (pandangan thpd travel haji umroh), direspon ayah "susah kaya kamu kalo mentalnya byk kasian". huhuhu gmn dong ya, pengen punya suami yg kaya raya pinter cari uang (halal) aja kalo gini mah jdnya. biar seimbang. soalnya tiap kerja uangnya abis dipake buat ngurusin org lain (selain traveling).

#tuhkanmikirinyajadingembet.