Wednesday, July 13, 2022

Tidak ada yang salah

Hai

Seberapa banyak dari kita yang merasa ada yang aneh bahkan muncul perasaan bersalah saat hidup baik-baik saja, saat kemudahan berdatangan, saat hidup penuh kedamaian, saat diri nyaman doing nothing?

Mungkin dari kecil kita terbiasa melihat atau dibiasakan untuk bekerja keras dahulu baru boleh menikmati kenyamanan entah dalam bentuk makanan enak, istirahat cukup, kesenangan bermain, atau hanya sekedar leyeh-leyeh sendiri. 

Badan dan being kita tau apa yang benar-benar dibutuhkan, mereka tau kapan ingin gerak, ngebut, atau sekedar beristirahat. Just listen, follow, and enjoy it. Tidak ada yang salah mendapati kenikmatan dan kenyamaan sebelum bersusah payah, tidak ada yang salah mendapat kemudahan dikala orang lain sulit, tidak ada yang salah menikmati kesendirian dikala banyak orang yang tidak nyaman sendiri, tidak ada yang salah memilih pekerjaan yang menyenangkan, tidak ada yang salah jika dalam sehari hanya ingin tidur, makan, merawat diri, dan olahraga.

Enjoying every moment.
Enjoying being ups and down.
Enjoying be companied by others and solitude.
Enjoying every change that come suddenly.
Enjoying yourself more and full.

Tuesday, July 12, 2022

12/7/22

Amaze sama orang-orang yang bisa nyaman dengan rutinitas dan mengerjakan hal yang cenderung sama setiap harinya atau kerjaan yang lama selesainya.

I need something new and fast pace.

Friday, July 8, 2022

Mendengarkan

Bagaimana jika seseorang hanya sibuk menjelaskan maksudnya, tujuannya, pemikirannya, sudut pandanganya terus-terusan dikala ada orang lain yang sedang asertif dan mengkomunikasikan perasaan dan dampak atas sikapnya terhadap dirinya. Its sound like defensive? immature? insecure? or inability to listen other people?

Contoh:
"Aku merasa gak dianggap keluarga, saat semua orang dikasih tau perubahan jadwal lamaran kecuali diriku". --> emosi yg dirasakan: sedih, kecewa, berasa tidak dihargai, dianggap.

Di respon:
"ya kan kita sibuk", "ya kan kita takut ganggu", "ya kan yaudahlah cuma lamaran doang", "ya kan blabla".

Alih-alih orang mau dan memahami inttention org bersikap seperti itu, malah semakin merasa tidak dipahami, kesedihannya di invalidasi, di abaikan, dan ya menyakitkan".

Logika sederhana, kalau ada orang sedih atas sikap diri yang memang begitu, yang dibutuhkan adalah comforting. Kasus diatas bisa direspon "maaf tidak memberitahu mu, karena kita punya asumsi takut menganggumu dan kita sibuk persiapan hingga lupa. mamah/papah/adik tidak sadar kalau acar tersebut berarti untukmu. Kami janji tidak akan mengulanginya lagi karena memang itu tidak mengenakan. sorry. Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan".

-----------

Bayangkan jika keluarga mu berasumsi kamu ini itu, takut ganggu, takut blabla, dikala kamu biasa aja, terbuka, dan selalu mengkomunikasikan apapun. Tiba-tiba ayahmu sakit keras masuk RS, semua orang dikabari kecuali dirimu karena takut kamu kepikiran. Lalu sanak sodara heran melihatmu sibuk dengan pekerjaan dan keluar kota sana sini, dianggap tidak peduli keluarga hingga muncul gosip dan omongan "ortu sakit kok malah liburan", "ortu sakit kok gak peduli", "kerjaannya lebih pewnting dr nyawa ortu", "anak gak tau diri", dikala anaknya gak tau apa-apa. Gimana perasaannya? Ya gak enak. Pas pulang, ternyata ayahnya udah meninggal. Dan saat teriak marah kecewa sedih dengan kelakuan ibunya yang sellau umpetin semua yang demi hal-hal yang dianggap baik, ibumu defensif dan seolah-olah dirinya korban. Ya semakin buruk lah dirimu dilihat orang lain, dan hal kaya gitu lama-lama bisa mempengaruhi kesehata jiwa dan ragamu kelak. 

Komunikasi itu bukan balas-balasan omongan apalagi hanya sebatas logika, tapi kemampuan untuk deep listening dan merespon ddengan tepat sesuai konteksnya. Jadi nyambung. Bahkan ada respon yang hanya cukup diam mendengarkan, ada respon yang hanya butuh pelukan, ada respon yang hanya butuh tatapan kontak mata, ada respon yang hanya butuh di iyakan. Karena komunikasi itu sebuah seni mendengarkan, memahami, merespon, bukan debat tentang siapa salah siapa benar dan logika-logika dari kata-kata.

Sunday, July 3, 2022

3/7/22

Disaat orang-orang sibuk dengan dirinya sendiri, keluarganya, circle, dan kelompoknya tersendiri. Ada orang-orang yang hidup independent atau bahkan sendirian yang fokusnya untuk orang banyak secara keseluruhan, untuk orang-orang yang tak dikenalnya, untuk alam, bumi, dan kesejahteraan mahluk lainnya. Orang-orang yang terasingkan, yang merasa muak dengan dunia yang penuh ilusi yang berasal dari untuk saling menguasai dan mengontrol, dunia yang penuh dengan manusia-manusia insecure, ketakutan, saling berkompetisi untuk keamanan dirinya.

Disaat orang-orang sibuk bercerita membangakan pencapaian duniawi atas ilusi-ilusi society, ada orang-orang yang bisa melihat kebenaran dibalik itu semua dan tak tahan untuk berkoar menyadarkan. Namun suaranya di bungkam, dignity nya diinjak, di labeli gila, hanya karena orang taku melihat kebenaran, takut hidupnya terguncang, takut berubah, takut keluar dari zona aman ilusi society yang digenggamnya, takut akan perubahan. Mereka takut. 

Disaat orang-orang sibuk mengartikan apa yang dilihat secara panca indra yang tak menghindarkan dirinya untuk terkena penipuan. Saat mereka sibuk merencanangkan masa depan berdasarkan masa lalu yang banyak tidak relevan dan miss. Ada orang-orang yang terhubung dengan intuis tajamnya yang dianggap gak bener, gak logis, gak ada data scientifiknya, hanya karena mereka tak mampu menangkap apa yang bisa orang-orang ini tangkap dan akses dengan mudah.

Ada yang perlu dibayar

Bisa jadi segala keberuntungan yang hadir, segala pertolongan yang datang, rejeki yang menghampiri, sejatinya berasal dari dirimu sendiri. Diri yang menolong mahluk lain tanpa sadar, diri yang memfasilitasi orang lain dengan mengorbankan kesehatan jiwa raga dan kehidupan sendiri, diri yang mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri, diri yang tak diapresiasi justru selalu menjadi kambing hitam dan dinilai negatif oleh orang-orang yang ditolongnya. 

-------

Bisa jadi dibalik kelebihan yang Tuhan kasih, ada bayaran penderitaan yang harus dilalui bahkan dibawa hingga akhir hayat. Tuhan kasih dirimu bisa merasakan perasaan orang lain, bisa membaca pikiran orang lain, bisa melihat kejadian di beberapa waktu kebelakang maupun kedepan, Tuhan kasih kamu kemampuan menyembuhkan orang lain lewat energimu, kehadiranmu, dan perhatianmu. Tuhan kasih kamu kemampuan kecerdasan yang luar bisa, empati yang mendalam, begitupun dengan kemampuan manifestasi yang begitu besar sehingga energi dalam semesta besinergi mewujudukannya. Namun ada yang perlu dibayar, kekurangan maupun sakit fisik seumur hidup, bahkan kemampuan-kemampuan tersebut justru menjadi penderitaan tersendiri. Bagaimana tidak, diri dapat merasakan penderitaan orang lain, tidak hanya 1-2 namun ribuan dari berbagai tempat dan dimensi, bukan hanya yang dikenal namun yang tak dikenal pun terasa. Kecerdasan yang diatas rata-rata membuat diri sulit menemukan orang-orang sefrekuensi dengan kecepatan yang sama hingga terasingkan dan kesepian mendalam.

-------

Monday, June 27, 2022

Juni

U: aku gak sedih sama semua kejadian itu, aku cuma sedih berasa kehilangan rumah.
(Tanpa sadar air mata bercucuran diiringi isak tangis).

D: kamu gak kehilangan apa-apa, gak ada yang hilang dari kamu Andhira.


Maret (2)

H:10 menit lg, aku kembali ke realitaku. aku gak bisa taking care kamu.
aku harap dia dateng biar ada yang taking care kamu, ya kamu bisa lah.

......

H: udah keluar parkiran?

U: belum. lagi nangis-nangis.

H: lha disuruh taking care jg.
     blm sampe 10 menit udah nangis-nangis
     in good way atau gmn?

Maret (1)

H: aku pulang malam ini

U: Ketemu dulu ya

H: kamu aja pulang kerjanya malam

U: tapi aku masih kangen

.....

U: Yaudah deh gak usah ketemu, see ya.

H: iya mungkin lebih baik gak ketemu.

.....

H: mau ga aku turun dmn trs kamu jemput anterin aku?

U: mau, dmn? jam brp?


Saturday, June 25, 2022

Mau

Lakukan sesuatu karena diri memang mau dan menginginkannya.

Sekolah karena diri mau dan menginginkannya.
Kuliah di jurusan X karena diri mau dan menginginkannya.
Bekerja di X karena diri mau dan menginginkannya.
Pacaran karena diri mau dan menginginkannya.
Having sex karena diri mau dan menginginkannya.
Menikah karena diri mau dan menginginkannya.
Memiliki anak karena diri mau dan menginginkannya.
Merawat diri karena diri mau dan menginginkannya.
Memperindah diri karena diri mau dan menginginkannya.
Rehat karena diri mau dan menginginkannya.
Pergi karena diri mau dan menginginkannya.
Tinggal karena diri mau dan menginginkannya.

Jangan sekolah hanya karena "keharusan" dan tidak tahu mau ngapain.
Jangan kuliah di jurusan X untuk membahagiakan orang lain.
Jangan bekerja di X  hanya karena gengsi.
Jangan pacaran karena kesepian.
Jangan having sex karena takut ditinggalin/ sebatas "kewajiban".
Jangan menikah karena takut sendirian.
Jangan memiliki anak biar tak digunjing.
Jangan merawat diri untuk memuaskan pasangan.
Jangan memperindah diri untuk medapat validasi.
Jangan rehat hanya karena orang lain rehat.
Jangan pergi jika tidak ingin.
Jangan tinggal jika ingin pergi.

Lakukan apapun sekecil apapun karena diri memang menginginkannya dan mau.

Thursday, June 23, 2022

Ruang dan Rasa Syukur

Suatu hari di jam kerja, tiba-tiba aku teringat sebuah kawasan perumahan yag arsitektur bagunannya keren. Lalu aku cerita ke salah satu rekan kerja interior designer di sebelah mejaku, berakhir kami mlihat foto-foto, youtube arsitektur tersebut, dan membahas desain-desain.

Di tengah obrolan, rekan kerjaku bilang "enak ya bisa punya experience liat tempat-tempat", dan ia bercerita tempat tinggal dikotanya, experience terhadap ruang disana.

Seketika aku menjadi sadar kalau pengalaman terkait ruang ini lupa untuk aku syukuri. Bersyukur pernah nginep di berbagai hotel, desa-desa, pedalaman, pergi ke galeri-galeri, museum, tempat-tempat tidak umum. Bersyukur waktu kecil suka diajak pergi, pas gede suka traveling sendiri. Bersyukur punya rejeki dan kesempatan melihat dan pengalaman di kota lain, negara lain, benua lain. Merasakan ruang-ruang dan desain yang tersaji dengan segala pengalamannya tersendiri. Bersyukur selama berada di tempat baru, aku sibuk menikmati tanpa menganalisa dan membandingkan satu tempat dengan tempat lain atau bahkan dengan negara dan lingkungan hidup sendiri. Bersyukur ketemu rekan kerja yang mengingatkan ku untuk bersyukur akan hal ini.

Musik

Musik,
Cara termudah untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan perasaan.

Thursday, June 9, 2022

9/6/22

Hanya butuh cinta, konsistensi, ke stabilan, untuk menghadirkan kembali self worth yang terkubur rusak. Hanya butuh 1-2 orang secure stabil atau lingkungan baik untuk merubah pattern diri dan self image.

Baru 3 bulan disini, 
Banyak hal berubah secara cepat. 
Perubahan yang menyenangkan meski ada sedikit gelap yang hadir.
Perubahan yang dicari dan dikejar bertahun-tahun lalu, yang ternyata hadir dengan mudah.
Perubahan yang mendekatkan diri pada diri sendiri.

Entah apa yang akan hadir dan terjadi di depan nanti,
Rasanya diri semangat dan penasaran untuk itu semua.
Hal menyenangkan apa ya yang bisa aku dapatkan disini dan dimanapun berada?
Hal menyenangkan apa yang bs aku dapatkan dan ciptakan untuk meudian hari?
Hal apa yang bisa aku ciptakan dengan mudah yang membuat diri greater?
Kontribusi apa yang bs aku berikan pada diriku dan sekitar?

all of life comes to me with ease, joy, and glory.
Thank you untuk semua yang hadir.



Saturday, June 4, 2022

Thursday, May 26, 2022

26/5/22

Do i really miss him?
or just being sexually aroused?

Hand Fracture

15/5/22
My right hand broke (again), fractures and got surgery.
Need 6 months to recovery.

I live far away from everyone, alone, and have to do everything by myself in this condition, its not easy. 
fortunately i can still hold the mouse and type (super slow with effort).

18/5/22

Its been 3,5 months i moved to new city without friends, family, and acquaintance. 
In the beginning, everything looked super excited, expand, and joy. Day by day, the loneliness appear slowly until it was so deep and broke me mentally. Shit over shit, asshole over asshole came alternately from the place where i lived and around it. It was very struggle. 

Wednesday, May 18, 2022

Bye Jogja

Maret 2022

Thank you Audy and Hamidah.
See you next time. 


Thank you Aci for being sensitive and kind.
Thank you dok.C for helping me in the dark. 
Thank you Pak Boy dan tmn2 access jogja. 
Thank you for all kindness people that i met.