Thursday, September 22, 2022

Bandung

Setelah delete semua postingan tetang Surabaya dan yang terjadi selama disana,
Setelah tidak mau mengingat Bandung setelah 5 tahun meninggalkan kota ini,

Well, 
Kadang bukan tentang tempatnya, melainkan ada memory yang ingin dikubur, dibakar, dilepaskan. Berharap saat semua hal yang mengingatkan tentang apa yang terjadi dan dialami selama tinggal di suatu kota ikut hilangnya jg. Namun, bukan kotanya yang bermasalah, hanya momen saat itu yang menyesakan.

Setelah meninggalkan Jakarta selama 11 tahun, baru tahun ini muncul joy dan orgasmic energy untuk kembali kesana dan berkarya produktif creating my life.

Setelah meninggalkan Bandung 5 tahun, baru kali ini kembali kesini dengan lingkungan dan pengalaman berbeda.

Setelah menjadikan Jogjakarta sebagai tempat kabur, hingga mengalami hal tak menyenangkan lalu kembali lagi kesana dan menjadikan tempat itu sebagai tempat netral tanpa attachment appaun.

Setelah meninggalkan Surabaya, aku tetap berterimakasih atas segala cinta yang hadir selama disana.

Setelah berkeluh kesah dengan Tangerang, kini aku rindu untuk sesekali kembali kesana hanya sekedar makan bubur atau singgah melipirkan kendaraan untuk kembali.


Dimanapun berada, siapapun yang ditemui, apapun yang dilakukan, bagaimanapun keadaannya,
All of life come to me with ease, joy, and glory.

Monday, September 19, 2022

19/9/22

I am so longing to be accepted, to be loved, to be supported, to be being me.
Thank you for loving, hugging, caring, supporting, nurturing, giving energy and being space to me.
I am so gratitude. May the energy that I received, you all received too. 

I am still crying when people do it to me.
Thankyou.

Friday, September 16, 2022

Love and Care

Tidak perlu waktu lama untuk menyayangi orang lain.
Tidak perlu kedekatan khusus untuk peduli thdp org lain.
Menyayangi dan peduli thdp orang lain adalah sebuah pilihan dan murni keputusan diri sendiri.

Diri mau sayang dan peduli karena diri memilih dan memutuskan untuk sayang dan peduli.
Detik ini, aku memutuskan untuk sayang dan peduli terhadap diri sendiri.

Sunday, September 11, 2022

11/9/22

Sibuk pada urusan masing-masing, bersingungan hanya untuk mengisi void atau sekedar selingan di tengah penatnya pekerjaan dan rutinitas, layaknya hiburan yang selalu menyenangkan dinanti, di nikmati,  ditinggal saat selesai, lalu terlupakan oleh tumpukan hidup. 

Tuesday, September 6, 2022

6/9/22

Pernah ada momen "kalo nasib gw gak berubah sampe ulang tahun depan, mau mati aja". Dan tiba2 semua berubah sampe di titik nangis haru bersyukur gak nyangka sama perubahan yang hadir dan semua yang dialami. Dari yang sebelumnya kerjanya self abused, self abandonment, self neglected, sampe di titik mulai bisa fokus sama diri sendiri, mulai tertarik sama diri sendiri, mulai jatuh cinta sama diri sendiri, sampe di momen mulai menikmati nurturning diri sendiri. 

Wednesday, August 24, 2022

Gratitude

Semua orang, hal, kejadian yang hadir dalam hidup memberikan kontribusinya terhadap diri. Entah di balut dengan sukacita, penderitaan, kemudahan, kesulitan, kenyamanan, maupun ketidaknyamanan. Semua hadir untuk membentuk diri seperti ini, untuk membuat kehidupan diri lebih baik meski hasilnya belum terlihat di masa sekarang.

Saat diri ke-abuse, bukan hal mudah untuk melewati masa-masa itu hingga kembali ke kesejahterana diri. Dari situ pula, ada hal yang disadari tentang kekuatan diri, mampu bertahan dan keluar dari abuse. Bahkan orang-orang yang melakukan abuse, mengingatkan diri atas sampah batin, luka batin, core false belief, program-program alam bawah sadar yang tidak relevan dan tidak bekerja lagi untuk diri. Hal itu tanpa sadar membuat diri bertransformasi untuk kembali ke jati diri asli.

Saat bertemu orang yang tidak ada rasa syukur terhadap orang-orang yang ditemui atau diri dianggap begitu saja (taken for granted), diri diingatkan tentang apa artinya syukur. Mensyukuri dan mengapresiasi orang-orang yang hadir dalam hidup. Sesederhana orang yang memarkirkan kendaraan kita, satpam yang memberikan senyum di pintu depan, termasuk orang-orang yang parasnya menyenangkan mata.

Rasa syukur bukan terhadap hal-hal yang dianggap menyenangkan dan mudah saja. Syukur pun dapat tercipta dari pengalaman tidak menyenangkan, menyakitkan, menyusahkan, karena dari sana ada kemudahan-kemudahan yang muncul yang mungkin diri tidak sadari. Contoh kecilnya, saat diri di tolak di semua perusahaan, yang berakhir membuat usaha sendiri yang ternyata maju pesat dengan omset puluhan kali lipat dari gaji karyawan. Kalau tidak di tolak di semua tempat atau diterima di suatu perusahaan, apakah potensi dan kekuatan diri sebagai pengusaha dan menghasilkan uang banyak, akan muncul?

Begitupun dengan perasaan, rasa cinta. Saat bertemu orang yang mengabaikan, emotionally unavailable, tidak mau atau mampu mencintai kita, dikhianati, dibohongi, di siksa secara psikis atau fisik. Mungkin disitu kita diajarkan untuk mencintai diri sendiri dengan mulai keluar dan meninggalkannya. Sehingga kita menjadi tahu energy menghargai dan mencintai diri sendiri itu seperti apa dan terbiasa akan hal itu. Dan kedepannya kita akan menarik orang-orang yang mampu mencintai dan menghargai kita. 

Hal apa lagi yang belum mau kita lihat dan mampu kita syukuri?
Seberapa banyak kita menarik penderitaan dan ketidaknyaman hanya untuk 
membuktikan diri layak, kuat, keren, dan menyadari semua kekuatan dan potensi diri?

Friday, August 19, 2022

Energy Doesn't Lie

Pernah gak kalian dipeluk orang, dan gak kerasa apa2?
Pernah gak kalian dipeluk stranger, tiba2 nangis? 
Nangis haru berasa disayang.

Pernah gak ada orang bilang sayang ke kalian, tp rasanya kosong?
Pernah gak ada orang gak bilang apa2, tapi kalian tau dia sayang?

Pernah gak masuk ke suatu ruangan dan kerasa gak enak?
Pernah gak masuk ke ruanga, blm kenal tapi feeling home?

Energi gak pernah boong. 
Apa yang ke perceive di awal, ya itu.

Saturday, August 6, 2022

6/8/22

Ketika melihat anak-anak bermain di playground mall, emosi yang muncul sedih, kasian. Padahal mereka happy-happy aja bahagia.

Mungkin anak-anak bisa mendapatkan playground yang jauh lebih layak daripada sekedar mainan artificial di dalam ruangan tertutup di mall. 
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan udara yang jauh lebih bersih dan segar daripada ac.
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan sejatinya cahaya matahari daripada lampu.
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan stimuli yang jauh lebih beragam secara teksture, warna, bau, bentuk, dan energy yang berbeda dari setiapnya.
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan teman bermaain yang terhubung secara energy, emosi, dan fisik secara langsung dengan sebayanya tanpa pendampingan.
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan pengalaman lebih menarik daripada menyentuh plastik, besi, dan melihat layar. 
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan ruang tanpa kesemrautan gelombang wifi dan lainnya.
Mungkin anak-anak bisa mendapatkan energy alam lebih banyak untuk nurturning jiwa raganya.

Tuesday, August 2, 2022

Podcast

Hi!
Aku punya podcast sekarang, namanya Ngobrol Bareng Andhira | Podcast on Spotify


Knowing yourself through relationship.
Your wounds, your pattern, your capacity, your potency, your ability, 
where area on yourself that can be improved, your deep secret, your desire.

Saturday, July 30, 2022

30/7/22

Banyak yang rumornya akan di blokir ya,
Dulu tumblr di blokir, padahal banyak kenalan yang pakai untuk menulis, saling menginspirasi, belajar, dan menghasilkan buku dari situ. Aku sempat heran kenapa, sampai di momen baru tau banyak dipake sebagai platform porn sekskual eksplisit. Ternyata twitter juga gitu, whatsapp bisa jadi dipakai perdagangan syahwat juga dengan video call sex/ phone sex, sampe ada acara mau di sadap sama pihak berwenang semua percakapan. Lalu ruang privasi orang dimana? ruang ekspresi orang dimana? apakah semua orang menggunakan media dan platform tersebut untuk hal-hal kaya gitu semua?

Jangan sampe youtube di block juga, bisa diamuk kayaknya. Secara banyak orang cari wawasan dan cuan dari situ. Ohya, tentang youtube, aku pernah kepo ada apa aja ya kontennya, ternyata banyak ya yang bikin konten dewasa dengan bungkus edukasi seksual, padahal ya gitu aja. Banyak juga yang kontennya jual body cewek dengan istilah pemersatu bangsa, ini menyedihkan bgt sebenernya, cuma penontonnya banyak, cuan yang dihasilkannya jg banyak, dan mungkin susah di block karena implisit. 

Seksualitas, alkohol, kekerasan, ya udah ada dari jaman nabi. Bisa jadi akan terus-terusan ada sampe angkatan kita punya cucu dan cicit dan seterusnya. Kalau cara ngontrolnya dengan nge cut akses, ya sulit karena orang akan terus cari cara apalagi kalau urusannya dengan perut. Kadang mikir, kenapa kita sebagai manusianya aja ya yang di update dan di upgrade awareness dan kebijaksanaannya?

Misal, kasus tempat lokalisasi psk di surabaya, saat itu di bubarin, gimana sih skrg keadaannya?
Rada bingung jg sih, kalau itu ada justru terpusat dan ngontrolnya lbh mudah dari mulai aturan hrs pake pengaman, pengendalian penyakit, akses ke media terbatas, dll. Saat bubar ya orang memasarkan dirinya sendiri lewat semua media sosial. Jadi yang awalnya media sosial anteng2 aja dipake buat hal2 lurus, dkrg bisa keserete2 di blokir karen aada unsur begituannya. Jadi ngembet kemana-mana.

Btw, ttg prostitusi ini ya kalo bayangin pasangan kita jadi konsumennya sih sedih banget, amit2 naudzubillah deh. Cuma balik ke kepribadian orang masing-masing. Ada orang yang hanya bisa sex pakai perasaan dan momogami, banyak juga orang yang bisa melakukan aktivitas sesksual sebatas kebutuhan biologis tanpa perasaan, nah ubahnya gimana? Berarti ubah kepribadian orang.

Aktivitas seksual juga ya kebutuhan selama manusia punya badan. Dan itu gak selalu sebatas selangkangan, kita bisa cari orgasmic energy dari beragama hal, cuma emang mungkin sex cara paling efisien dan cepet dibanding kita harus lari marathon 20km, sepedahan 10km, yoga intense 2jam, bertapa 2 tahun untuk naikin sexual energy. Bisa jadi masturbasi juga gak bs memenuhi karena ada kebutuhan bertemu fisik dan kontak fisik dengan manusia lain. Atau puasa tidak begitu berhasil ngontrol nafsu. dan gak semua orang jg punya nafsu berakhir sering depresi dimana justru butuh stimuli seksual buat naikin hormon dan mood nya. 

Kalau sebentar-bentar, apa-apa di blokir, ya solusi jangka panjangnya gmn?
Mungkin untuk menghasilkan solusi jangk apanjang, aksinya juga gak bs instant. Butuh observasi, ambil data, naikin awareness masyarakat, bekerjasama dengan banyak orang. Sedih sih kalau manusia dididk dengan "punishment" kaya gini, berasa kaya binatang ga sih? Yang kalau nakal, dipukul, sampe jera, sampe akhirnya perilakunya berubah. Kita kan manusia, jangan nunggu di sentil/ di hukum/ di cut untuk mulai mau mikir dan merubah perilaku. 

Friday, July 22, 2022

Cerdas

Mungkin, 
Semakin seseorang super cerdas dan bergerak cepat,
Semakin ia mudah stress, frustasi, dan kesepian.

Bagaimana tidak,
Ia bisa "melihat" hal-hal yang tidak bisa dilihat orang, sesederhana vision bbrp puluh tahun mendatang, bukan karena paranormal, namun karena kecerdaasan dan genius nya. Ujung-ujungnya dibilang gilak. Dan saat hal tersebut terjadi, orang diem atau bahkan lupa kalau mereka pernah mengolok-olok orang karena ketidakmampuan melihat jauh kedepan atau keterbatasan IQ nya.

Orang cerdas bisa jadi sulit dipahami, di salahpahami, tidak ada orang yang bisa deep understanding atau sesederhana berada dalam level yang sama. Berujung menarik diri, kesepian, dan berlabuh pada depresi atau gangguan mood lainnya.

Cerdas dan cepat, bisa disalahartikan sebagai tidak sabaran, bahkan menimbulkan banyak konflik karena tidak ada orang yang bisa menandingi kecepatannya sebagai partner, team, atau kolega. Berakhir frustasi. Ia tidak bisa membuat orang menaikan kecepatannya, namun tidak bisa menurunkan kecepatannya karena bisa merusak jiwanya. Layaknya mobil sport dengan kecepatan 300km/jam berada di tengah kemacetan ibu kota dengan mobil lain dengan kecepatan 200km/jam. Dari kecepatan sudah diatas rata-rata, dan dalam keseharian hanya digunakan sebagian, 40-60km/jam. Lama-lama mesinnya panas, rusak. Ya bisa bahagia sih mobil sport nya kalau ditaruh di area balapan, karena berada pada habitatnya dan bisa jadi dirinya sendiri. Permasalahannya, area balap dengan jalanan lebih banyak mana? 

Ya itu baru dari segi kecepatan intelektual dan pergerakan moving moving.
Kalau ditambah dengan kemampuan merasakan sesuatu secara intense mendalam dan memiliki awraeness yang tinggi serta sensitif sama energy. Gimana hasilnya? Ya bisa bolak balik ruang psikiater saking stress, frustasi, depresi, merasa diri gilak, bermasalah, dan dilabeli gangguan metal dan perilaku. Padahal sesederhana emang berbeda dan gak fit in society. 

Mungkin,
Orang pada umumnya saat masuk ke dalam ruangan, ya dia hanya melihat apa yang dilihat mata, sense hal-hal yang dapat di sense panca indra. Sesederhana ada orang senyum dianggap senang, orang ramah tamah dianggap baik. Tapi buat orang-orang yg peka, highly aware, sensitive, ia bisa nge sense every bullshit dari ramah tamah, pny lie detector (plus high moral), bisa sense emosi asli orang (orang senyum tapi dalem2nya lg depresi atau nahan sakit dada). Masih mending kalau suma nge sense dan perceive, kalau ditambah memiliki empati yang tinggi dan bisa absorb rasa sakit fisik, perasaan, dan trauma orang lain. Gimana coba rasanya? Ya puyeng, struggle.

Thursday, July 14, 2022

14/7/22

Saat flashback ke 12 tahun yang lalu.
Saat mundur lagi ke masa yang lebih lampau.

Its so big change and achievement, 
Thank you dear myself.

Pencapaian melebihi dari gelar, harta, lainnya.

Perjalanan yang cukup disimpan sendiri.

Wednesday, July 13, 2022

Tidak ada yang salah

Hai

Seberapa banyak dari kita yang merasa ada yang aneh bahkan muncul perasaan bersalah saat hidup baik-baik saja, saat kemudahan berdatangan, saat hidup penuh kedamaian, saat diri nyaman doing nothing?

Mungkin dari kecil kita terbiasa melihat atau dibiasakan untuk bekerja keras dahulu baru boleh menikmati kenyamanan entah dalam bentuk makanan enak, istirahat cukup, kesenangan bermain, atau hanya sekedar leyeh-leyeh sendiri. 

Badan dan being kita tau apa yang benar-benar dibutuhkan, mereka tau kapan ingin gerak, ngebut, atau sekedar beristirahat. Just listen, follow, and enjoy it. Tidak ada yang salah mendapati kenikmatan dan kenyamaan sebelum bersusah payah, tidak ada yang salah mendapat kemudahan dikala orang lain sulit, tidak ada yang salah menikmati kesendirian dikala banyak orang yang tidak nyaman sendiri, tidak ada yang salah memilih pekerjaan yang menyenangkan, tidak ada yang salah jika dalam sehari hanya ingin tidur, makan, merawat diri, dan olahraga.

Enjoying every moment.
Enjoying being ups and down.
Enjoying be companied by others and solitude.
Enjoying every change that come suddenly.
Enjoying yourself more and full.

Tuesday, July 12, 2022

12/7/22

Amaze sama orang-orang yang bisa nyaman dengan rutinitas dan mengerjakan hal yang cenderung sama setiap harinya atau kerjaan yang lama selesainya.

I need something new and fast pace.

Friday, July 8, 2022

Mendengarkan

Bagaimana jika seseorang hanya sibuk menjelaskan maksudnya, tujuannya, pemikirannya, sudut pandanganya terus-terusan dikala ada orang lain yang sedang asertif dan mengkomunikasikan perasaan dan dampak atas sikapnya terhadap dirinya. Its sound like defensive? immature? insecure? or inability to listen other people?

Contoh:
"Aku merasa gak dianggap keluarga, saat semua orang dikasih tau perubahan jadwal lamaran kecuali diriku". --> emosi yg dirasakan: sedih, kecewa, berasa tidak dihargai, dianggap.

Di respon:
"ya kan kita sibuk", "ya kan kita takut ganggu", "ya kan yaudahlah cuma lamaran doang", "ya kan blabla".

Alih-alih orang mau dan memahami inttention org bersikap seperti itu, malah semakin merasa tidak dipahami, kesedihannya di invalidasi, di abaikan, dan ya menyakitkan".

Logika sederhana, kalau ada orang sedih atas sikap diri yang memang begitu, yang dibutuhkan adalah comforting. Kasus diatas bisa direspon "maaf tidak memberitahu mu, karena kita punya asumsi takut menganggumu dan kita sibuk persiapan hingga lupa. mamah/papah/adik tidak sadar kalau acar tersebut berarti untukmu. Kami janji tidak akan mengulanginya lagi karena memang itu tidak mengenakan. sorry. Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan".

-----------

Bayangkan jika keluarga mu berasumsi kamu ini itu, takut ganggu, takut blabla, dikala kamu biasa aja, terbuka, dan selalu mengkomunikasikan apapun. Tiba-tiba ayahmu sakit keras masuk RS, semua orang dikabari kecuali dirimu karena takut kamu kepikiran. Lalu sanak sodara heran melihatmu sibuk dengan pekerjaan dan keluar kota sana sini, dianggap tidak peduli keluarga hingga muncul gosip dan omongan "ortu sakit kok malah liburan", "ortu sakit kok gak peduli", "kerjaannya lebih pewnting dr nyawa ortu", "anak gak tau diri", dikala anaknya gak tau apa-apa. Gimana perasaannya? Ya gak enak. Pas pulang, ternyata ayahnya udah meninggal. Dan saat teriak marah kecewa sedih dengan kelakuan ibunya yang sellau umpetin semua yang demi hal-hal yang dianggap baik, ibumu defensif dan seolah-olah dirinya korban. Ya semakin buruk lah dirimu dilihat orang lain, dan hal kaya gitu lama-lama bisa mempengaruhi kesehata jiwa dan ragamu kelak. 

Komunikasi itu bukan balas-balasan omongan apalagi hanya sebatas logika, tapi kemampuan untuk deep listening dan merespon ddengan tepat sesuai konteksnya. Jadi nyambung. Bahkan ada respon yang hanya cukup diam mendengarkan, ada respon yang hanya butuh pelukan, ada respon yang hanya butuh tatapan kontak mata, ada respon yang hanya butuh di iyakan. Karena komunikasi itu sebuah seni mendengarkan, memahami, merespon, bukan debat tentang siapa salah siapa benar dan logika-logika dari kata-kata.

Sunday, July 3, 2022

3/7/22

Disaat orang-orang sibuk dengan dirinya sendiri, keluarganya, circle, dan kelompoknya tersendiri. Ada orang-orang yang hidup independent atau bahkan sendirian yang fokusnya untuk orang banyak secara keseluruhan, untuk orang-orang yang tak dikenalnya, untuk alam, bumi, dan kesejahteraan mahluk lainnya. Orang-orang yang terasingkan, yang merasa muak dengan dunia yang penuh ilusi yang berasal dari untuk saling menguasai dan mengontrol, dunia yang penuh dengan manusia-manusia insecure, ketakutan, saling berkompetisi untuk keamanan dirinya.

Disaat orang-orang sibuk bercerita membangakan pencapaian duniawi atas ilusi-ilusi society, ada orang-orang yang bisa melihat kebenaran dibalik itu semua dan tak tahan untuk berkoar menyadarkan. Namun suaranya di bungkam, dignity nya diinjak, di labeli gila, hanya karena orang taku melihat kebenaran, takut hidupnya terguncang, takut berubah, takut keluar dari zona aman ilusi society yang digenggamnya, takut akan perubahan. Mereka takut. 

Disaat orang-orang sibuk mengartikan apa yang dilihat secara panca indra yang tak menghindarkan dirinya untuk terkena penipuan. Saat mereka sibuk merencanangkan masa depan berdasarkan masa lalu yang banyak tidak relevan dan miss. Ada orang-orang yang terhubung dengan intuis tajamnya yang dianggap gak bener, gak logis, gak ada data scientifiknya, hanya karena mereka tak mampu menangkap apa yang bisa orang-orang ini tangkap dan akses dengan mudah.

Ada yang perlu dibayar

Bisa jadi segala keberuntungan yang hadir, segala pertolongan yang datang, rejeki yang menghampiri, sejatinya berasal dari dirimu sendiri. Diri yang menolong mahluk lain tanpa sadar, diri yang memfasilitasi orang lain dengan mengorbankan kesehatan jiwa raga dan kehidupan sendiri, diri yang mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri, diri yang tak diapresiasi justru selalu menjadi kambing hitam dan dinilai negatif oleh orang-orang yang ditolongnya. 

-------

Bisa jadi dibalik kelebihan yang Tuhan kasih, ada bayaran penderitaan yang harus dilalui bahkan dibawa hingga akhir hayat. Tuhan kasih dirimu bisa merasakan perasaan orang lain, bisa membaca pikiran orang lain, bisa melihat kejadian di beberapa waktu kebelakang maupun kedepan, Tuhan kasih kamu kemampuan menyembuhkan orang lain lewat energimu, kehadiranmu, dan perhatianmu. Tuhan kasih kamu kemampuan kecerdasan yang luar bisa, empati yang mendalam, begitupun dengan kemampuan manifestasi yang begitu besar sehingga energi dalam semesta besinergi mewujudukannya. Namun ada yang perlu dibayar, kekurangan maupun sakit fisik seumur hidup, bahkan kemampuan-kemampuan tersebut justru menjadi penderitaan tersendiri. Bagaimana tidak, diri dapat merasakan penderitaan orang lain, tidak hanya 1-2 namun ribuan dari berbagai tempat dan dimensi, bukan hanya yang dikenal namun yang tak dikenal pun terasa. Kecerdasan yang diatas rata-rata membuat diri sulit menemukan orang-orang sefrekuensi dengan kecepatan yang sama hingga terasingkan dan kesepian mendalam.

-------