Wednesday, July 25, 2012

"empty"

Apa sebenarnya kita merasaka hal yang sama?
 Hanya karena tidak saling mengkomunikasikan, 
sehingga kita tidak saling mengetahuinya?

dan sampai kapan

Thursday, July 5, 2012

"jabat dulu, jalani dulu, baru nilai"

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Ada contoh kecil kejadian yg ngasih hikmah dan pembelajaran dalam hidup saya, SX4 cross over menjadi mobil impian saya dr semenjak launching bbrp tahun yg lalu, krn saya blm punya uang dan blm ada tanda2 bisa dapet, jd cuma bisa berdoa aja pengen banget (apasih).

Saya gak pernah suka swift, bentuknya aneh kaya kepotong gitu bagian atasnya, dan sempet naik mobilnya, dalemnya aneh, jangankan kepikiran pengen, suka aja gak pernah.
Suatu ketika saya punya kesempatan punya mobil, ada sx4 mobil impian saya, keren bgt dan bagus bgt mesinya cuma gak tau knp hati saya kurang sreg tanpa alasan, nah pas muter ngeliat swift (mobil yg paling saya ga suka), entah kenapa dalam hitungan berapa menit saya suka dan yakin banget sama swift orange itu dan lngsng deal. Pas dipake hari ke hari, saya makin suka dan ngangep ini mobil paling pas buat saya dan ternyata keren. Selama itu pun saya tetap sering memperhatikan suzuki sx4 crossover dan semakin diperhatiin ternyata bentuknya aneh bgt, sedan tp melebar, gak sekeren swift ternyata dlm hati.

dan jadi sempet kepikiran, apa konsep jodoh jg kaya gitu ya? hahaha
ngedapetin apa yg sebelumnya kita benci banget tp setelah dijalanin ternyata byk manfaatnya
banyak org pacaran bertahun2 tp gak jadi nikah,
byk jg org yg bertemu skian jam lngsng yakin, berniat nikah dan nikah sebulan kemudian
sama kaya saya tiba2 naksir dan yakin ma swift orange, pdhl awalnya supeeeer ga suka.
kalo kata film negeri 5menara, "jabat dulu, jalani dulu, baru nilai" 
*sebenernya itu hal sepele, saya nya aja yang terlalu lebih mikirnya, hehe

Tuesday, June 5, 2012

tujuan S2 ?

Tujuan s2:

- mengembangkan diri.
- agar bisa melanjutkan pendidikan hingga s3, karena ingin jadi dosen, biar ilmu saya berguna untuk orang lain dan membantu mencerdaskan bangsa.
- agar anak keturunan saya termotivasi untuk menjadi lebih baik.

yang saya tulis dalam formulir tujuan,harapan, dan rencana profesi saat mendaftar s2, disaat teman2 saya menulis panjang selembar A4, setelah saya baca2, agak2 gak profesional hahaa

kebiasaan buruk yang membahagiakan

...... - pulang sore- (sendirian) mampir toko dvd, milih2, borong - ke gramedia - makan malem di riaun junction - pulang - dvd ing sepanjang malem sampe seharian besoknya - besoknya rushing2 deadline - .........

entah kenapa kmrn, hari minggu saya rindu aktivitas dan atmosfir seperti itu, sampah sih, buat saya itu salah satu treatment yang menyengkan dan rileks untuk saat-saat tertentu. haha

Wednesday, May 23, 2012

Pulau Sempu

Kota-Pantura-Desa-Pantai-Hutan-Danau
Selalu banyak pelajaran dalam setiap perjalanan.
siang itu saya berada di bis jurusan ke malang dari bandung, dapat kursi paling belakang sebelah toilet, sempat terbesit gerutuan "kenapa dapet tempat disini", apadaya saya dan teman semasa kuliah duduk dan perjalanan pun dimulai. jam demi jam saya mulai beradaptasi dan ternyata di belakang tempat duduk kami ada ruang khusus berisikan kasur yang ternyata untuk tidur supir2 dan para crew nya. Mulailah masuk seorang supir kedalam untuk beristirahat yang kenyataannya dia nelepon lama sekali dan saya pun jadi mendengar percakapannya hahaha, obrolan tentang permasalahan keluarganya, tentang perilaku anak2nya yang bikin pusing, dan banyak lagi, disitu saya jadi tiba2 banyak berfikir akan semuanya, bercermin pada diri sendiri sampai kapan akan mengedepankan ego dalam mengejar ambisi2 saya, kapan saya harus berenti menyingkirkan ego dan memikirkan orang2 disekitar saya, apa yang sudah saya buat selama ini, apa yg sudah saya hasilkan, apakah saya sudah cukup berguna untuk diri sendiri, apakah saya sudah berguna untuk keluarga bahkan untuk orang yg tidak saya kenal? apa yang saya kejar bisa menjamin semuanya akan menjadi baik, baik untuk semuanya dalam setiap proses dan waktunya? apa saya terlalu egois akan semuanya? semuanya berputar tanpa terasa sudah 23 jam perjalanan.

Sampai di terminal malang, melihat warteg2 dengan makan-makanannya, memperhatikan aktivitas2 orang2 dalam terminal, memperhatikan desain, sistem, dan peradaban disana, banyak hal2 yang saya rasa kurang tepat yg saya temukan, banyak hal yg saya pikirkan baik sebagai solusi, sebagai rasa syukur, sebagai media untuk bercermin. Sampai di Sindang biru, pantai, nelayan, laut, perahu kayu, rumah2 pedunduk, jajanan disana hal2 yang menstimulus saya dalam merasakan dan berfikir tentang banyak hal yang semuanya saling berkaitan.

Perjalan ke P.sempu melewati hutan, dan satu hal yang sangat saya pelajari adalah: setiap orang punya jalannya masing2, jangan ikutin jalan orang. karena jalan yg orang lain pijak belum tentu pas buat kita, track yg orang lain lewati pun tingkat kesulitannya beda, pililah jalan sendiri sesuia kondisi kita (kalau disana pilih track sesuai alas kaki yg kita pakai dan kemampuan fisik kita haha). sebuah hal kecil, yang beranalogi pada kehidupan nyata yang berdampak besar dalam setiap keputusan. Satu kelompok bareng individu2 yang sangat sangat kompetitif, susul menyusul, ber-timer, rushing, bikin sadar kalau sekarang saya terlalu santai! menyulut semangat dan keyakinan akan ambisi saya yg pernah redup.

Photo from: dj's camera

tidak ada kebetulan.
bukan kebetulan saya dpt kursi paling belakang dkt toilet, bukan kebetulan saya berlibur bersama mereka, bukan kebetulan tidak dapet tiket kereta dan menginap di rumah orang yg tdk dikenal, terimakasih krn saya banyak belajar.

Tuesday, April 10, 2012

esensi hidup

setelah bbrp tahun berfikir, esensi hidup cuma 2: ikhtiar dan ikhlas. karena sesuatu perlu diusahakan dan setiap orang punya kadarnya masing2. wuallahualam bishawab

Sunday, April 8, 2012

makkah - madina :3


interior masjidil haram

bubaran shalat di mekkah

eksterior masjid nabawi

pengen kesana lagiiiiiiii :D

Ternyata bermimpi pun harus punya teman

Berada dalam lingkungan orang-orang introvert, saya tumbuh menjadi orang ekstrovert.
Berada dalam lingkungan orang-orang dominan otak kiri, saya tumbuh menjadi orang yang sangat otak kanan.
Berada dalam lingkungan orang-orang plegmatis, melankolis saya tumbuh menjadi orang koleris
Muncul pula pertanyaan dalam pikiran saya, apa benar lingkungan mempengaruhi seseorang secara besar?
Sejauh mana lingkungan mempengaruhi seseorang?

Saat semua orang2 disekitar berfikir sangat berlogika, saya memakai intuisi feeling.
Saat semua orang bersandiwara memakai topeng, kenapa sy bisa terlalu ekspresif dan spontan.
Saat sedih atau stress saya lbh senang berada di keramaian, orang-orang dilingkungan saya kebalikannya.
Saat saya memiliki gambaran besar akan tujuan hidup saya, optimis akan mimpi2 saya dan bekerja keras mewujudkannya, orang2 sekitar saya bahkan keluarga saya bilang itu ketinggian. itu hal terberat dalam hidup, memberikan keraguan dan memberatkan langkah.

Karena saya yang selalu berbeda makalah sering sekali disalahkan, dianggap salah dalam 'aturan' lingkungan. Sering berfikir, sesalah ini, apa hidup saya hrs sama dgn org lain, kenapa, hilang rasa percaya diri. Seiring jalannya waktu, melihat dunia lain, ya sama saja ternyata. Bertemu dengan orang-orang asing, berinteraksi, lalu menyadari, bukan kalian atau saya yang salah, ga ada yg salah, kita hanya berbeda, berbeda pola pikir, berbeda karakter, berbeda sudut pandang dan kepercayaan diri saya pun muncul kembali. Sebesar apapun ambisi dan kerjakeras, ternyata bermimpi pun harus punya teman, memulai pun harus punya teman, teman yang seiring, saling mengingatkan dan memotivasi. Walopun orang2 dekat saya tidak bisa seiring, semoga Tuhan selalu  menempatkan dan menjodohkan saya dengan orang-orang yang bisa membuat saya berkembang dan mewujudkan mimpi saya :)

Good luck everyoneeeee.
tidak perlulah membanding2kan orang, krn pada dasarnya setiap orang berbeda.
tidak perlu lah mengkait2kan orang dengan background segala macamnya, krn belum tentu ia sama.
menurut saya empati adalah dimana saat kita bisa memposisikan sudut pandang kita pada sudut pandang orang lain bukan menilai orang lain selalu pada sudut pandang kita, krn tdk ada kebenaran yg mutlak.
cheers!

wuallahualam bishawab.

Sunday, March 4, 2012

17th february



I had surprised on my birthday. My parents came to Bandung and my big family celebrated at my grandmother's home. Had called from friends and relatives. how lucky i am, life with lovely people who care to me :D

That's why one of reason i love my mom so much! thank you so much mom,dad,oby and all.
I love you

Thursday, March 1, 2012

last week in february


meet someone who i don't know
talk something that surprising
going somewhere then i'm lost
doing something which i didn't think
get something that i want suddenly

everything going so random

Tuesday, February 14, 2012

life is good


Punya ibu yang sangat sayang, ayah yang pengertian, adik yang baik.
Teman2 yang baik, saling bertukar info, saling memotivasi dan berbagi kebahagian.
Pekerjaan yang menyenangkan, lingkungan yang positif.
Makanan yang baik, tidur yang nyenyak, fisik yang sehat.
Cita-cita yang tinggi, mimpi yang besar, kesempatan yang selalu ada.
"Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan"

Apalagi yang kurang?
Mengejar ambisi yang tiada habis
Nafsu akan banyak hal yang sering membutakan
Emosi tak terkendali
Ketidaksabaran
Ketidakpuasan

Terimakasih Allah, 
terimakasih untuk kasih sayang-Mu
terimakasih untuk selalu menghadirkan rasa kasih sayang orang2 terhadap saya
terimkasih untuk pelajaran dalam hidup
terimakasih untuk segala rejeki, baik peluang, materi, dsb
terimakasih untuk segala petunjuk
terimakasih untuk kesehatan dan sistem tubuh
terimakasih untuk air yang sejuk
terimakasih untuk nafas yang gratis
terimakasih untuk segala hal dan semuanya

Saturday, January 28, 2012

Random #1

kamis, 26012012

Pulang kantor jam 6 sore, karena tmpt saya bekerja rutenya tdk dilalui angkutan umum maka saya perlu naik ojeg dan sampai ke tempat ojeg harus jalan kaki sekitar 15-18menit. Dalam hati: "males bgt nih naik ojeg, mau jalan, kalo udh gelap masih di tengah jalan gmn, pgn nenbeng deh, nebeng ke siapa ya, kok blm pd ada yg mau pulang". alhasil saya telpon ojeg, krn lama, saya pun jalan kaki entah apa yg ada diotak, saya mikir ada/ngga nya ojeg dipangkalan krn udh malem dan saya kejebak dijalan pas gelap itu urusan nanti.

Keluar tangga kantor bbrp langkah, ketemu sama ibu2 yang mukanya agak saya kenal tapi lupa, dan anehnya saya malah reflek salim, trs ditanya2 dan diajakin pulang bareng dan dianterin sampe dpn gang kosan. Ada bibi2 yg ikut juga. Sampe kosan saya baru sadar kalau ibu2 itu pernah saya temui tahun 2007 (5 tahun yg lalu) di kampus di gedung teknik bbrp hari.

Sampe kosan, ditelpon temen, abis isya, jam 8 malm keluar kosan mau ketemu temen di borma, di perjalanan kosan- gang ada bibi2 yg senyum ke saya, pas saya liat, ternyata itu bibi2 yang tadi semobil tebengan dr dago pojok ma saya (pdhl sy turun duluan dan dia entah kmn, tp knp bs ktemu dkt kosan saya. aneh!).

Sunday, January 15, 2012

your family problems aren't you

i got that pict from this link
i did what the picture talked, for a month, i think:
everybody have their own life and way to live it. your life is your life. live you life.
too caring about another just make your life miserable and in the end no one will care/help what happened with you, sometimes we must to be selfish.

Monday, December 12, 2011

Perahu #1

Kemarin saya melihat ada orang naik perahu panik karena pas dia membenarkan posisi duduknya, perahunya goyang.
Respon spontan saya dlm hati, "udah tau perahu emang goyang, kenapa harus panik sih, lebay!"
Saya berfikir, perahu kan hakikatnya memang diatas air, air itu beriak, wajar kalau perahu diatas air itu bergoyang. Lalu kenapa orang-orang itu panik perahunya goyang, itu kan wajar, bukannya kalau mereka panik-panik tanpa sadar jadi malah bikin perahu itu tidak stabil malah bisa jadi kebalik dan mereka kejebur ya?

Terbesit di pikiran saya, Berarti hidup itu kaya naik perahu ya, udah tau isinya masalah (untuk belajar), tantangan (untuk semangat), hambatan (untuk mengetahui seberapa kuat dan 'menambah level' kita) dan segala lelucon lainnya, lalu kenapa banyak manusia saat mengalami itu semua harus panik, cemas, takut, stress, padahal reaksi-reaksi tersebut malah bisa bikin hal semakin 'sulit' ya. Padahal yang dibutuhin cuma stay cool, calm and keep moving. Hahaha

Saturday, November 26, 2011

Mental Instan

" Ingin miliki penghasilan 50 jt/perbulan tanpa harus kerja full? Bergabunglah dengan JRENG, bisnis MLM yang akan menguntungkan anda, blabla.... "
" Ingin diterima di PTN bla bla, bergabunglah dengan bimbingan belajar kami yang memiliki metode cepat untuk blabla...."
" Dijual berbagai ijazah pendidikan formal, khusus dan toefl hanya sekian rupiah tanpa perlu test, memiliki no regitrasi yang terdaftar dan blabla..."

Hal diatas merupakan contoh sebagian fasilitas dan peluang yang ditawarkan seiring banyaknya orang bermental instant, saya tidak akan membahas ke-3 hal tersebut. Mental instant adalah orang-orang yang memiliki keinginan dengan pola pikir yang "praktis" dan sikap ingin cepat mendapatkannya, malas akan sebuah proses dan tahapan yang jelas-jelas bisa memberikan banyak pengalaman dan terjauh dari mental instant. Hal-hal tersebut yang dibaca para pembisnis (bahkan dimanfaatkan orang-orang oportunis) berbagai bidang, jasa dan produk untuk mencari uang dengan memanfaatkan sifat-sifat orang bermental instant.

Ada seseorang yang sudah berumur dewasa bercerita tentang pandangan hidupnya, dia beranggapan bahwa jika ia kaya maka orang akan baik dan sayang, ia pun berpikiran bahwa uang itu sangat penting (memang hidup butuh uang, tapi menurut saya, uang bukanlah tujuan/orientasi), sehingga tanpa disadari ia melupakan yang namanya proses dan waktu, ia menjadi pribadi bermental instant yang ingin cepat mendapatkan uang dengan menghalalkan segala cara yang mengakibatkan dia harus menanggung "beban" untuk seumur hidup, kejadian itu terus berulang lagi dan lagi tanpa rasa penyesalan, dia bukannya kaya tapi malah memiskinkan dan menurunkan harkat martabat keluarganya.
Kedua, ada seseorang yang biasa mendapat kehidupan dengan mudah, saat dia mulai berdiri sendiri, ia tidak mau lama-lama susah, banyak yang ia lakukan untuk memenuhi keinginannya, yang berakhir pada segala masalah. Masalah karena ulahnya sendiri yang merembet kepada orang-orang sekitarnya, dan anehnya terus dan terus berlanjut tanpa ada rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan dan memulai sesuatu dari awal, tahap demi tahap dengan kerja keras dan kesabaran.

Hati-hati dengan mental instant ingin cepat kaya, bisa-bisa malah bikin miskin orang-orang disekitar, menghalalkan segala cara bahkan menjadi pribadi yang serakah.

Ada lagi tentang seorang mahasiswa, ia terbiasa mendapatkan hal-hal mudah dalam setiap tahapan hidupnya, pada saat dihadapkan pada permasalahn yang menuntut tanggung jawab penuh, ia santai dan dengan entengnya menyadur karya orang demi cepat selesai, bisa lulus dan tidak mau susah. Maka ia pun di DO, lalu ia membeli ijazah demi untuk pengakuan akan kelulusan bukan sebuah proses dan serapan ilmunya (herannya orang tuanya membolehkannya). Demi bisa cepat bekerja, dan sudah dipastikan mental instant ini akan terulang lagi pada dunia kerjanya, entah apa yang dilakukannya (kkn/menjual diri/suap/korupsi/memalsukan data/"menyingkirkan" rekan/memfitnah/lari dari tanggung jawab). Lagi-lagi bermental instant. Padahal jika ia menyesal, belajar dari kesalahan dan memulai kembali dengan sungguh-sungguh, pasti banyak sekali ilmu dan pengalaman yang bisa didapat dan jauh dari mental instant, menjadi pribadi yang tangguh, kuat, berkomitmen dan jujur.

Mental instant dapat membuat seseorang menjadi mudah tergiur, kurang bertanggung jawab, kurang konsisten, kurang komitmen, terlalu tergesa-gesa, bahkan dampak paling besarnya adalah merugikan orang. Setiap manusia pasti ingin hasil terbaik dan cepat. Semua hal butuh proses, bahkan diri kita sendiri pun berproses, mulai dari makanan dimakan, dikunyah, di hancurkan, diserap hingga dibuang ampasnya. Alam semesta pun mengajarkan tentang proses, binatang - binatang pun berproses dalam setiap fase hidupnya, bahkan mie instant pun perlu proses hingga bisa disantap. 

Just sharing, cmiiw
wuallahualam bishawab

Thursday, November 10, 2011

Brand Lokal

Suatu malam saya terbangun dan iseng browsing-browsing random. Karena kmrn ibu baru saja membeli masker bengkoang, saya pun menjadi penasaran dengan  brand-brand kecantikan lokal. Maka saya googling mustika ratu, tampilan pertama dari web nya menurut saya cukup baik, bahkan tidak norak sama sekali lihat produknya satu persatu, ternyata variantnya product nya banyak, ada beberapa cabang merek seperti untuk puteri untuk remaja, bioskos untuk ibu-ibu, taman sari untuk spa, Traditional Herbal dan lain sebagainya. Salah satu product body care dan decorative nya.

mustika ratu, pict form web

Lalu saya jadi penasaran dengan yang namanya sari ayu, ternyata tidak kalah bagusnya dengan variant product yang banyak pula. Bahkan warna-warna untuk kategory decorativ nya cenderung berani, terang, dan memang itu sebagian "warna" indonesia.

sariayu, pict from web

Saya pribadi lebih suka website dan warna-warna product decorativenya mustika ratu lebih soft. Setelah melihat sekilas, sedikit memperhatikan, brand-brand lokal ini bagus loh, bahkan dia memecah merk produknya ke dalam beberapa segment usia dan kelas. Packaging nya pun bagus, hanya saja ada bberapa produk yang mengunakan material plastik dan kesan plastik nya sangat ketara serta warnanya yang gold yang plastik banget sehingga hal tersebut yang mengesankan "murahan".

Sempat terpikir, 2 produsen ini menambah kualitas dan variannya dalam balutan teknologi yang lebih canggih dengan tetap mengunakan bahan dasar alami yang terkandung di dalam bumi Indonesia dan tetap menampilkan citra warna dan "nyawa" Indonesia, mungkin akan menjadi produk yang justru diminati di Negeri tropis lainnya ketimbang di negeri sendiri. Sayang sekali, banyak wanita Indonesia yang terpikat merk dan produk luar yang secara hasil memberikan yang lebih baik dengan tingkat teknologi dan kuatnya brand image. Justru itulah tantangan untuk pengusaha kosmetik Indonesia, Secara image 2 produsen ini sama-sama kuat. Kalau ditelaah lebih lagi, 2 produsen ini tetap dalam jalurnya mengangkat kekayaan indonesia, menciptakan produk yang sesuai untuk Indonesia (negara tropis).

Beruntunglah kita menjadi orang Indonesia dengan banyaknya perbedaan, sebagai contoh, bnyaknya suku memberikan keanekaragaman dalam budaya dan warna, karena itulah sampai detik ini Indonesia tidak memiliki 'warna' indonesia. Hal tersebut bisa dijadikan jutaan bahkan triliyunan komposisi dan kemungkinan-kemungkinan perpaduan warna lainnya, seru juga kalau suatu saat nanti tiap tahun Indonesia kompak mengangkat trend dr setiap sukunya (1 suku; kebudayaan dan "warnanya"/ tahun) mulai dari make up, fashion, aksesoris dan desain lainnya. Pasti negara-negara lain bakal sirik, haha. 

Wednesday, November 2, 2011

Hallo november, i love u

Hidup ini jalanin aja, yg penting setiap harinya bermanfaat, punya tujuan, target dan batas waktu. Kalau ragu ya tinggalin, kalau yakin ya ambil/terusin, kalau belum dapat ya usaha lebih keras, kalau udah dapet bikin planning dan target baru, kalau udah usaha keras berkali2 gagal anggap aja belum rejekinya/bakal dapet hal yg lebih baik dan tetep bangkit, abaikan kegalauan, kecemasan, ketakutan, keirian, kebencian, karena hal2 tsb cuma ngabisin waktu tanpa arti.

Selama ini saya terlalu serius dan ambisius, bukan berarti kita tak perlu serius dan berambisi, kadang suatu masa disaat saya gagal/tekanan yg sangat besar serta kompleks akan jauh lbh stress, padahal susah senang silih berganti, tdk mungkin susah terus, bahagia terus, kalau begitu mah hidup ga rame bgt, terlalu konstan. Serta saya terlalu berfikir apa kata orang, pdhl apapun yg terjadi sama kita, nobody care ya kecuali ibu kita sendiri.

Disaat saya mulai tenang, berfikir akan hikmah/ilmu dr setiap kejadian yg sy alami maupun org lain, disaat semakin melepaskan rasa ambisius, dan semakin saya berusaha untuk santai (atau ini yg namanya pasrah?), Semakin damai hidup ini, walaupun masalah masih bertengger, kesulitan masih datang tiap waktunya, kesabaran tetap diuji, apa ini ilmu yang ingin Tuhan berikan kepada saya melalui segala macam 2 tahun belakangan ini? benar ternyata selalu ada hikmah untuk yang berfikir. Just calm, stay cool, live it, doing the best for everything. Everything has their own time. Sometimes we have to do is wait, waiting time is not wasting time, u will learn everything if u can get the lesson from everything. what a lovely life.

wuallahualam bishawab