dari 2 cerita, saya sebagai subjek yg meremehkan respon orang dr sikap saya dan sebagai objek yg respon dan perasaan sy diremehkan orang lain atas sikapnya. bikin mikir, setelah direnungi. sepele buat kita belum tentu sepele buat orang lain, dan sebaliknya. dari pengalaman itu saya jadi belajar buat men treat orang lebih baik, lbh membuka diri thdp orang2 yg emang tulus pgn dekat sbg teman, lebih bs menghargai respon orang, dan belajar buat let it go orang2 yg meremehkan perasaan dan pikiran org lain. kalo kata konselor yg pernah diskusi, "brengseknya orang adalah, dia ngomong yg semenit kemudian lupa, padahal omongan itu bikin org lain hancur dlm jangka panjang". dan mulai saat ini, kalopun saya jadi org yg di brengsekin gt, saya gak mau jd org yg berengsek dgn nyepelein orang.
Sunday, February 28, 2016
Sepele - katanya
dari 2 cerita, saya sebagai subjek yg meremehkan respon orang dr sikap saya dan sebagai objek yg respon dan perasaan sy diremehkan orang lain atas sikapnya. bikin mikir, setelah direnungi. sepele buat kita belum tentu sepele buat orang lain, dan sebaliknya. dari pengalaman itu saya jadi belajar buat men treat orang lebih baik, lbh membuka diri thdp orang2 yg emang tulus pgn dekat sbg teman, lebih bs menghargai respon orang, dan belajar buat let it go orang2 yg meremehkan perasaan dan pikiran org lain. kalo kata konselor yg pernah diskusi, "brengseknya orang adalah, dia ngomong yg semenit kemudian lupa, padahal omongan itu bikin org lain hancur dlm jangka panjang". dan mulai saat ini, kalopun saya jadi org yg di brengsekin gt, saya gak mau jd org yg berengsek dgn nyepelein orang.
Monday, February 22, 2016
#22/2
Friday, February 19, 2016
Attitude Dunia Maya
Friday, February 12, 2016
LGBT
In The Dark
Thursday, February 11, 2016
11 Februari 2016
kadang, pembelajaran, inspirasi, dan insight datang tak terduga.
hari ini janjian ma 3 orang:
- penjual charger mac, cod. biasa aja. terkesan bringat namun sopan dan pintar.
- calon partner bisnis, dari dia saya tersadarkan tentang step kerja yang selalu di skip dan hal itu justru bisa diaplikasikan dalam segala aspek hidup. "jalani dulu aja".
- temen sekantor dulu, desainer interior juga, ditengah pembicaraan kerjaan, entah gimana awalnya, keluar kalimat "semua orang punya trauma, cuma gw udah bisa melewatinya".
Friday, February 5, 2016
Come and Go
Ada yang pergi dan ada yang datang
11/11/2013
Tuesday, January 26, 2016
#21
24/1/2016
#20
- utie -
Ketidakpastian
10/8/2013
#18
#17
tua renta berjalan tertatih. hilir mudik orang membuatnya hampir hilang arah. mendekati, mengulurkan tangan membantu, tiba2 seseorang datang dengan agresifnya memopang sang tua. tangan terulur ditarik kembali, membiarkan sang agresif menolong sang tua.
ada kalanya orang yang terlihat diam bukan karena acuh, namun dalam proses mengulurkan tangan, ia melihat ada org lain tiba2 menyerobot dgn sangat agresifnya ingin melakukan kebaikan. maka, ia memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan kebaikan, meski kesempatan itu sangat bisa dia ambil.
------------------
ruang penuh ketengangan jiwa kompetitor menjadi ketua organisasi. sang rival terasa sangat sangat ambisius dan menginginkan jabatannya. maka ia pun sengaja mengundurkan diri, mengalahkan diri, untuk memberikan kesempatan rivalnya mewujudkan hasrat dan mimpinya.
------------------
ia memendam cintanya dalam-dalam. melihat temannya sangat menyukai orang yg sama. memberikan kesempatan, lalu pergi berlalu.
-------------------
pekerjaan datang dikala lembaran seribu menjadi sangat berarti. sang mahasiswa yang masih mendapati uang jajan dari orang tuanya, datang, mengambil pekerjaan itu untuk pengalaman. ia pun merelakan, memberikan kesempatan itu. duduk termenung, mengikis kekhawatiran hari esok.
--------------------
Lalu ia tercaci maki dalam society, tak berbudi, tak berbelas kasih, selalu gagal. katanya. kata mereka. kata orang-orang yg tak pernah tau apa yg ada di hati terdalam orang itu.
Adakalanya, memberikan kesempatan keberhasilan kepada orang lain adalah sebuah perjalanan tersendiri terhadap diri sendiri. dan pada akhirnya, ada satu masa harus melawan semua perasaan itu dengan mulai mengambil kesempatan, mendahulukan diri.
#16
learning dan pgn sharing hehe...
pertamakali paralayang, dgn modal nekat (tanpa persiapan, tanpa cari tau dlu alias gak tau apa2), gak mikir dan gak mempertimbangkan apapun. cuma ngikutin (entah) hati/ hasrat/ nafsu/ intuisi....
awal2 heboh ribet krn imajinasi lebay (fyi, sy phobia ketingian). tapi pas dijalani, dr mulai lari sampe akhirnya "melayang" diudara, sampe mendarat, semua baik2 aja, bahkan sangat2 enjoy dan tentram pas diatas terombang ambing angin.
jadi mikir, ini sama aja kaya start up sesuatu (entah bisnis atau apapun), awalnya penuh ketakutan dgn segala asumsi yg berasal dr imajinasi yg lebay ditambah logika yg ngomporin (kalo gini nanti gmn, kalo nanti blabla, dst) dan pada akhirnya mulai bergerak/ menjalani krn masih adanya keyakinan di diri dan hasrat mencapainya.
karena pada saat dijalani, gak selebay dan semenakutkan imajinasi. everything will be okay. the universe working for you. just believe it, then it will be happen.
27/12/2015


