![]() | ||
| suasanan pemandangan dari dalam pesawat. dokumen pribadi. photo taken by me. |
--------------------------------------------
![]() | ||
| suasanan pemandangan dari dalam pesawat. dokumen pribadi. photo taken by me. |
![]() |
| Mt. Titls - Endiberg, Switzerland |
"seumuran kita mah mending cari uang, drpd ngajar, blabla".
diem, bengong, mikir. baru sadar, ternyata ga semua orang punya jiwa sosial dan mengabdi. dan anehnya, knp yh secara nature pny karakter sosial dan "melayani" justru malah ga pny ruang bahkan ruangnya terampas oleh orang2 yg menjadikannya sebuah mata pencaharian/ status/ batu loncatan? menjadi dosen misalnya.
kadang pengen nangis deh, kalo lg ga punya uang. gak bs ngasih ortu, ga bs bantu org scara materil, ga bs ngasih2. pengennya sih kaya, tp setiap kerja suka gak tegaan. "mass org mau ibadah, kita cari untung (pandangan thpd travel haji umroh), direspon ayah "susah kaya kamu kalo mentalnya byk kasian". huhuhu gmn dong ya, pengen punya suami yg kaya raya pinter cari uang (halal) aja kalo gini mah jdnya. biar seimbang. soalnya tiap kerja uangnya abis dipake buat ngurusin org lain (selain traveling).
#tuhkanmikirinyajadingembet.
Very excited for this opportunity. yeaay >.<
Humanism, Social, Education, 3 Top List from my concern. Sering deh tiap malem nanya ke diri sendiri dan hati selalu ngejawab jujur. Apa yg dicari? pemahaman. Apa yg dibagi? semuanya (kebahagiaan, pemahaman, pengalaman, perjalanan). Gimana caranya? banyak, salah satunya lewat ini......
merasakan, mikir, ngerenung, merhatiin, mikir, udh kaya nafas yg tiap hari saya lakukan secara otomatis dan bikin bahagia. Dan bahagia baru kerasa kalo udh di share (ttg pemahaman, cerita, keterampilam, pengalaman, perjalanan, pengetahuan, aura positif, spirit, semuanya yg bikin org lain jg bahagia dan manfaat).
Banyak yang mengapresiasi hasil. Tapi saat org berproses, mana ada tuh.... Pada ilang bahkan ngomongin. Belum lagi kalo dlm proses nya itu jatuh ke jurang, struggle, down.
byk hal yg saya perhatiin selama perjalanan hidup ini.
ada orang kerjanya mabok, gak kerja, sampah bgt lah. saat itu semua orang ngomongin, ngejauhin, bahkan menghina. tiba2 orang ini berubah menjadi bertanggung jawab, jadi soleh nan kaya raya. apa yg terjadi? semua orang mendekat, menyanjung, dan mungkin ada bbrp yg menjilat biar kecipratan pamor/popularitas/harta nya. seneng gitu disukai dan dikerubuni org dikala lg diatas? justru harus lbh waspada. thats why knp makin sukses, makin sulit cari org kepercayaan.
Ada org struggle bgt menuju cita2nya, ada suatu massa galau memutuskan sesuatu, hidup fluktuatif, emosional. ya sudah dipastikan proses dmn org2 menghilang menjauh dr sekitarnya. mungkin cm 1-2 org yg mengapreasiasi prosesnya dgn menyemangati, menenangkan, dan meyakinkan langkahnya. sayangnya org2 itu justru strangers yg sblmnya blm pernah ada dlm hidupnya dan blm pernah merasakan kecipratan keuntungan saat ia lg diatas. thats why knp ada kalanya org yg pernah dlm fase ini, bs jauh lbh menghargai segala jenis org dlm segala lapisan bahkan lbh down to earth buat merhatiin dan peduli ma org2 diluar inner circle nya, krn yg bantu / nemenin selama prosesnya justru org2 di luar circle nya.
Kalo di dunia maya, jauh keliatan bgt mana org yg mengapresiasi hasil dan proses (dan itu jd cerminan kualitas diri mrk sendiri. biasanya yg mengapresiasi proses justru org2 yg berjiwa besar dan "levelnya" tinggi. saya pernah melakukan social experiment ttg hal ini). liat aja deh kalo org posting keberhasilan, yg like ratusan. tp saat org bablas posting hal down (yg dianggap loser/ negatif/ emosional), bablas krn dia emang bener2 single fighter sendirian yg gak pny siapa2 dan udh ga bs ditahan sendiri dan butuh ruang buat meluapkan tanpa mikir logika org lain. apa yg terjadi? org2 diem, bahkan ada aja loh yg nge judge ngomongin. cuma pertolongan Allah aja yg mengerakan hati 1-2 orang buat men support, dan "membantu" nya dgn ngasih referensi buku buat bukain pikirannya, ngingetin ibadah, dan meyakinkannya kalo everything will be okay.
Apa penting apresiasi dlm hidup? sepenting kebutuhan dasar manusia untuk mendapati suatu pengakuan baik kecil hingga taraf kompleks yg sangat besar? atau gak penting? penting ga penting, apresiasi masuk ke dalam society system yg menggerakan manusia di dalamnya dlm suatu rule, mempengaruhi psikis manusia itu sendiri, produktifitas, pola pikir, yang tanpa sadar hal itu pun mempengaruhi keseimbangan hidup secara luas dan keseluruhan. ya contoh sederhananya, ada org dlm prosesnyanya ga diapreasiasi yg mengakibatkan dia ampe ngerasa useless dan "buta" atau metalnya dan pikirannya jd tertanam suatu pola "goal oriented". dan berhasil membuat dirinya menjadi sampah masyarakat sesuai omongan org2 thdp nya. mending kalo sampah, ini bs berkembang menjadi byk tindakan; kriminalitas, tukang tipu, bunuh diri, dll. atau org ini berkembang jd mental instan yg goal oriented sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannga. yg sbenernya hal tersebut bikin masalah lagi thdp society, jd hrs bebenah. hal2 kaya gt sebanding dgn produktifitas, kejujuran, dan kebahagian masyarakat. Beda deh, kalo proses suatu hal diapresiasi, manusia merasa saling dihargai, dkuatkan, dibantu menemukan diri tujuan lbh cepat, menghasilkan mental kuat, menjaga kejujuran, dan menghasilkan suatu keseimbangan dkm rentang yg baik. Sehingga semua berjalan dlm dinamika yg levelnya sama2 produktif, masyarakat pun aman nyaman, dan maju bersama.
btw, dlm sistem pendidikan perlu deh masukin kurikulum apresiasi. yg action nya bs berupa persentasi penemuan yg mencangkup sesuatu yg holistik (yg mengabungkan ilmu pengetahuan semua mata pelajaran, kreatifitas, etos kerja) setiap pelajar tiap minggunya bergilir. bentuknya bs dlm karya science, musik, film, tulisan, benda, ide, dll. Kemudian ada sesi diskusi, dan apresiasi. yg bikin memupuk para pelajar terbiasa dgn segala output berbeda sehingga bs saling menghargai dan merangsang produktifitas (krn dpt pengakuan dr apresiasi tsb, jd semangat dan bs ngasilih hal unexpected bahkan) #secuilide
ya, orang beda-beda sih, jadi ya udah, cuma mau nulis dr hasil pengamatan dan pemikiran aja....
#randomthought #duniahanyasendagurau
Day 2.taxi hua lamphong 60 bath
kereta 48 bath
minivan $10
dinner $5.5
hotel $7tuktuk ke angkorwat $20
Catatan di journal saat itu.
| ini suasana stasiunnya. jadul bukan? yup dan kalo dirasa2, agak horror, berasa lagi ada di film action asia tahun 70an hahaha. photo taken by me. personal document |
| syahdu deh suasanan stasiun dalem yang isinya kereta-kereta jadul dengan jendela segede jendela rumah dan terbuka lebar yang berhasil bikin masuk angin~ photo taken by me. personal document |
| seperti biasa perjalanan kali ini ditemani si tas tosca yg super tahan banting hahaha photo taken by me. personal document |
| pemandangan sepanjang jalan, ijo semua. bisa dinikmati dengan ngeluarin sebagian kepala lewat jendela, keangin-angin terus ngantuk tapi adem. photo taken by me. personal document |
| stasiun aranyaprathet Cambodiaaa horeee nyampe. photo taken by me. personal document |
| imigrasi Thailand - Cambodia photo taken by me. personal document. |
| additional chair in minivan. smart. photo taken by me. personal document |
| taken by orang. Personal document. |
| photo taken by me. personal document |