Thursday, May 26, 2022

26/5/22

Do i really miss him?
or just being sexually aroused?

Hand Fracture

15/5/22
My right hand broke (again), fractures and got surgery.
Need 6 months to recovery.

I live far away from everyone, alone, and have to do everything by myself in this condition, its not easy. 
fortunately i can still hold the mouse and type (super slow with effort).

18/5/22

Its been 3,5 months i moved to new city without friends, family, and acquaintance. 
In the beginning, everything looked super excited, expand, and joy. Day by day, the loneliness appear slowly until it was so deep and broke me mentally. Shit over shit, asshole over asshole came alternately from the place where i lived and around it. It was very struggle. 

Wednesday, May 18, 2022

Bye Jogja

Maret 2022

Thank you Audy and Hamidah.
See you next time. 


Thank you Aci for being sensitive and kind.
Thank you dok.C for helping me in the dark. 
Thank you Pak Boy dan tmn2 access jogja. 
Thank you for all kindness people that i met. 

Monday, March 7, 2022

Jogja

Hari-hari terakhir di Jogja terasa syahdu.
Terimakasih atas semua penggalaman disini.
Terimakasih atas orang-orang baik yang hadir.
Terimakasih atas segala cinta kasih disini.
Terimakasih atas segala proses.




Tuesday, March 1, 2022

1/3/22

Mungkin tidak ada yang bisa atau mau menemani perjalanan dan proses diri.
Mungkin, kita hanya bisa mengandalkan dan meminta tolong pada diri sendiri.
Mungkin ada masa nya juga diri kehilangan diri tanpa mampu berteman baik.
Mungkin orang dan sekitar meningalkan di masa-masa kelam dalam kesendirian.

Namun, semesta selalu mendukung dengan caranya sendiri.
Tuhan selalu menemani dengan segala pertolongan dan kasihNya.

Tuesday, February 8, 2022

Little Things

Aku benci banget saat lagi ngobrol serius tentang the big deal, rekan bicara malah sibuk komentarin hal-hal kecil yang gak penting dan gak relevan dengan konten dan sikon. Misal, sedang ngobrolin karir yang super urgent, struggle, dan serius, rekan bicara komentarin "antingnya nambah ya", "jerawat yang di pipi udh kering ya", "wah bajunya baru ya". Itu rasanya kaya pengen makan orang itu dan lemparin meja. 

Lain hal nya dengan kasus lagi makan, tiba2 dibawain minuman kesukaan. Pas tanya "kok tau, aku cm bisa minum ini?", orang itu bilang "kan waktu di xx, kamu minumnya ini trs". Kalau kasus itu, pay attention to little things nya bikin orang merasa dihargai, disimak. 

Thursday, February 3, 2022

Perasaan Yang Sama

2013. 04.00, Bandara
Pesawatku ke Jakarta dipanggil dahulu, aku bergegas menuju pesawat. Ada tangisan yang tak tertahankan yang berusaha tak tumpah. Teman memanggil "mau kemana? nanti dulu aja". Aku berlala secepat kilat. Sampai pesawat dengan kursi dekat jendela, tangisanku tumpah. Perasaa sedih meninggalkan semua kehidupan 2 bulan di tempat itu dengan semua orang dan kenangannya. 

Esok paginya, aku hubungi teman, dia sudah sampai di tempat tinggalnya, di Bandung kemarin. "Hai, aku minta foto-foto disana doang". Teman membalas sekian jam kemudian "hai, aku baru bangun, aku pikir kita masih disana, balbla (panjang ttp perasaanya), ok, nanti gw kirim fotonya" dari pesan itu, aku tersadarkan kalau teman pun memiliki perasaan yang sama. Perasaan dan sensasi dari setiap memori pengalaman selama disana bertahan hingga setahun kedepan. 

2013. Mobil elf, Flores.
Teman di sebelah memberikan handphone nya kepadaku. Aku ambil, lihat, ada sebuah foto kiriman dari kenalansaat sailing bersama. Ada perasaan sedih, haru, campur aduk. Segera aku kembalikan handphone tersebuh, membalikan wajah menghadap jendela dan menangis. Lalu aku berkata "sedih ya". Dia berkata "namanya 5 malam 6 hari bareng sehidup semati selama di kapan", dan temanku pun merasakan kesedihan pisah yang sama. Kesedihan pisah dengan strangers yang pergi bersama selama 6 hari saat itu rasanya seperti putus dengan pacar. Selama disana ada happiness joy melimpah ruah dan bertahan di aku selama 5 tahun kemudian (Masih bisa me recall dan panggil joy selama 2 minggu flores saat itu).

2022. Jogja.
Sepulang dari main bersama teman-teman baru, rasanya joy banget sampe dibahas terus. Besoknya juga masih joy dan hari-hari esoknya pun masih kerasa joy nya. Saat mengobrol, ternyata mereka merasakan hal yang sama: joy. Saat itu light dan netral banget energy nya, dan mereka pun merasakan hal yang sama. Sampe ada temen cerita kalau dia masih bisa merasakan pengalaman selama main kemarin, anginnya, ombaknya. Di aku, perasaan itu hanya bertahan kurang dari seminggu, namu segudang insight yang di dapat selama perjalanan merubah banyak cara pandang dan kesadaranku.

Mungkin kita merasakan hal yang sama, 
Mungkin kita ingin mengungkapkan,
Mungkin kita ingin mengekspresikan,
Namun tak berani untuk dikeluarkan.

Wednesday, February 2, 2022

Clarity

Tanpa sadar, kita keseret kedalam realita orang lain. Untuk keluar dari itu, hal pertamanya adalah mengetahui realita kita sendiri. 

Realita disini maksudnya kehidupan, value, belief, cara pandang, cara hidup orang lain. Seperti saat diri mengikuti pattern sekolah, kerja, nikah, beranak. Apakah itu realita yang ingin kita ciptakan? Apakah itu realita diri asli kita? Apakah itu yang benar-benar kamu inginkan? Apakah kamu bahagia akan hal itu?

Jika tidak, artinya itu bukan realitamu.
Untuk menciptakan realitamu sendiri, hal pertama yang perlu dilakukan adalah clarity, clarity tentang siapa kamu, apa yang kamu inginkan, apa yang kamu kejar, apa yang kamu, apa yang bikin kamu happy, joy mu, kasarnya jadi punya kompas. Setelah itu sinkronisasikan keinginan, hasrat, keyakinanmu dengan energy mu. The, go ahead. 

Tuesday, February 1, 2022

1/2/22

Tidak semua orang mau membuka dirinya, mau berbagi kisah hidupnya, mau mengekspresikan perasaannya, mau menceritakan perjalanan dan insightnya. Saat ada yang melakukannya, alih-alih menilai, menjudge, berkomentar, menghujat, labeling, membandingkan, cobalah dengarkan dengan perasaan netral. Maka banyak sekali yang akan kamu dapatkan, kekayaan batin, intelektual, keluasan hati, kedewasaan, dan kebijaksanaan. 


Friday, January 28, 2022

28/1/22

Ada joy mengelora yang tak berani diekspresikan
Ada benci yang tak berani diungkapkan
Ada rindu yang tak berani disampaikan
Ada kekecewaan, kesedihan, kemarahan yang tak berani di tampilkan.

Mungkin kita merasakan hal yang sama, hanya terlalu banyak logika akan bagaimana orang akan mempersepsi, bagimana aturan society sosial, perasaan takut di tolak, segala asumsi berdasarkan hal pada umumnya dan pengalaman sebelumnya, akhirnya kita hanya diam, menyimpan semuanya sendiri tanpa pernah terekspresikan dan tersampaikan.

Thursday, January 27, 2022

Friday, January 7, 2022

7/1/22

Waktu tinggal di Bandung, orang2nya pada gaya, meski pake barang pinggir jalan atau brandend.

Waktu tinggal di jakarta, bergaul sama orang2 yg pakai baju bermerk dan secara taste enak diliat jg.

Pas di Jogja, yg aku sadari, banyak nemuin orang gak terlalu concern sama penampilan secara warna, material, fashion, model, dan merk. Seperti barusan, aku ketemu orang pakai baju krem ke arah coklat kuning dengan celana maroon. Secara visual, itu gak enak bgt diliatnya, secara konsep waran jg gak nyambung, tp orangnya pede tandanya ya antara dia gak aware ttg mix and match atau seleranya begitu, atau ya gak anggap hal penting.

Seru ya, di setiap kota punya lifestyle dan selera fashionnya masing-masing.



Sunday, December 26, 2021

26/12/21

If Adam and Hawa (eve) were the first human that God created, 
so, all the people in this universe are family, isn't it?

If so, why people do separation to each other based on nationality, religion, 
ethnic, politic, social, education, financial, desire, purpose, etc?
 

in Between

Having same blood, doesn't mean we are family
Having same ancestor, doesn't mean we are family

People kind to you, doesn't mean they are kind
People mean to you, doesn't mean they are mean

People hate you, doesn't mean your are bad
People love you, doesn't mean you are good.

26/12/21

When i was child, one of my parents said:
"Don't tell anything to anyone, because people will against you, will talk bad of you, will blabla. 
You have to keep everything inside on you".

As adult, i see that sentence is one of form of controlling behavior. To control other people perspective.
In the deepest down inside, its one of sign about insecurity to feel accepted, good, and worthy.

After many experience over the years, i learned to keep millions of things inside on me.
Because not everyone (even family) deserved my honesty, my journey, my thought, my feeling. 

Monday, November 15, 2021

Guru

Ada pepatah yang bilang kalau guru akan datang saat murid siap.

Guru ini gak selalu hadir dalam bentuk sopan, penuh santun, bersinar cahaya, lemah lembut, dan membimbing diri dengan baik. Ada guru yang nge-abused yang bikin diri sadar punya power, ada guru yang nge drag down, yang bikin diri sadar akan potensi asli. Ada guru yang maksain value dan cara hidupnya, yang bikin sadar atas realita diri sendiri. Ada juga guru yang ngabisin semua jiwa raga dan segala kehidupan duniawi diri, untuk menyadarkan banyak hal dalam diri. Ada yang men trigger sampe mental berantakan yang bikin sadar akan trauma-trauma diri dan unresolved issue, yang kemudian healing diri sendiri.

Ada juga guru yang datang dalam bentuk cahaya dengan meng-guide dalam jalan terang, encourage, memotivasi, membuat diri semakin percaya sama diri sendiri dan terus penasaran dengan potensi diri, yang bikin inget to be being me. Apresiasi, reminder, hadir dalam masa-masa sulit, bikin diri expand. Nah saat bertemu yang seperti ini, jangan terlalu melekat pada 1 guru, tetaplah membuka diri pada siapapun yang ingin mmebantu, menolong, memfasilitasi, dan berkontribusi. Di momen itu akan melihat betapa beragamnya manusia dan akan sangat memperluas cakrawala diri dari berbagai sudut pandang dan semakin tinggi.

Guru manusia biasa juga yang memiliki masalah, sudut pandang, trauma, issue dalam dirinya. Penting untuk tidak meng internalisasikan semua omongannya, percaya semua yang dikatakannya, apalagi sampai jadi copy cat nya. Tetaplah percaya pada diri sendiri, dengarkan intuisi diri, dan paling penting jangan ada expetasi apapun. 

Terimakasih buat semua guru dalam kehidupanku.
Terimakasih kepada Tuhan Semesta Alam atas segala Rahmat Nya, para Leluhur yang telah menjaga, dan semua orang baik diluaran sana atas guiding, coaching, facilitating, and accompany me. Love.