Sunday, September 18, 2011
finally, i got the main idea!
Tuesday, September 13, 2011
pembelajaran di awal film Captain America

- Man jada wa jadda, siapa yg bersungguh-sungguh akan mendapatkannya. Tidak perlu berapa kali gagal, ia terus mencoba adalah salah satu ikhtiar dan keyakinan adalah sebuah optimisme magnet.
- Berada pada sisi yang bersebrangan membuat kita bisa melihat dengan jelas, memperhatikan dengan baik apa yg ada di sebrang kita, saat kita berada di posisi di sebrang kita maka kita akan menghargai dan memaknai. contohnya: saat kita gagal, kita tau arti keberhasilan; saat kita miskin, kita tau makna kaya dan lbh bijak dlm mngunakan kekayaan, dsb.
Monday, September 12, 2011
Monolog dalam hening berefleksi
merantau
Friday, September 9, 2011
The PATH Terminal in New York
Thursday, September 8, 2011
Analisis Curhat di Internet
Thats why! making bigger and bigger
pagi : nasi dan bandeng
Brunch : nastar se toples
Siang : ayam tepung 2 kali nasinya satu, pepsi.
Siang ke sore:






dan yang dimakan 2 porsi:


okey, setalah me-review ternyata bikin syook.
panteeeees 5 taun naiknya 16 kilo.
Mungkin inilah, me-review makanan yg masuk dlm tiap harinya bisa jadi cara diet.
Wednesday, September 7, 2011
Satpam merelakan jumatan demi berjaga
Suatu jumat siang, seperti biasa saya turun ke lantai 1 dan mencari makan siang, terlihat pak cumi (begitulah sapaannya) yg merupakan petugas keamana dan sambilan tukang parkir di gedung tempat saya bekerja (dulu) sedang duduk di tangga luar.
Monday, September 5, 2011
Thursday, September 1, 2011
Mendengar hanya dari satu sisi, berpotensi prasangka & ghibah
Dalam cerita atau kejadian apapun, seringkali orang hanya melihat dari satu sisi saja tanpa mau tau ataupun terbuka akan sisi orang lainnya dan kondisi, situasi, dan keadaan saat kejadian kenyataan dalam pandangan netral. Semua menumpuk pada ego tertinggi, masing2 bercerita kesana kemari atas apa yg dia percayai dan dia benarkan yang tanpa sadar membuat segalanya lbh 'hot' dan tanpa sadar juga menimbulkan prasangka, baik pada org yg dibicarakannya (sisi ke-1 thdp sisi ke-2) maupun terhadap org yg membicarakannya (sisi ke-2 thdp sisi ke-1). Maka sesuatunya menyebar seperti api, panas, merembet, melenyapkan, dan berakhir pada bekas dan kehilangan
-Ya, panas, membuat keadaan lebih panas, dan dan disitulah setan masuk menambah panasnya.
-Merembet terhadap org2 terdekatnya (jika memang org yang bertipe kompak, dalam artian bener salah kompak didukung yg bisa menimbulkan kebencian lbh banyak ataupun jadi Menzolimin org2 terdekatnya yanpa sadar).
-Melenyapkan kelembutan hati, prasangka baik, kebersamaan, dan melenyapkan memori akan kebaikannya
-Berbekas dalam goresan sakit hati.
-Kehilangan atas pahala, kepercayaan.
“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
أتدرون ما الغيبة؟ قالوا: الله ورسوله أعلم, قال: ذكرك أخاك بما يكره, قيل: أفرأيت إن كان في أخي ما أقول, قال: إن كان فيه ما تقول فقد اغتيته وإن لم يكن فيه فقد بهته
“’Apakah kalian tahu apakah ghibah itu?’ Mereka mengatakan: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Nabi bersabda: ‘Membicarakan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu.’ Ada orang yang bertanya: ‘Bagaimana jika apa yang aku katakan itu benar ada pada dirinya?’ Beliau menjawab: ‘Jika apa yang kau katakan itu benar ada pada dirinya, maka berarti kamu telah mengghibahinya. Namun jika apa yang kamu katakan itu tidak ada pada dirinya maka kamu telah berdusta atasnya (memfitnahnya).” [Hadits shahih, riwayat Muslim
Pentingnya mendegar suatu masalah dari 3 sisi.
1. Menghindari prasangka dan ghibah
2. Membiasakan diri melihat dari sisi yg berbeda yang membuat rasa simpati empati tepat sasaran
3. Melatih rasa toleransi dan menghargai perbedaan
4. Membuat diri lebih bersikap netral, adil, dan tetap berfikir jernih.
5. Dapat memetik banyak (banget) pelajaran dari setiap sisinya.
Jadi inget kata2 ini: Jangan ngomong yang nggak-nggak, jangan denger yang nggak-nggak.
Kalo denger yang nggak-nggak yang diredam (dengarkan saja, jika peduli cari tau ke 3 sisi secara lengkap, jika tidak ya keep silent).
Jangan ngomong yang nggak-nggak, contohnya berbohong, mengungkit-ungkit masalah yg lalu (ky ga pny kerjaan aja slain ngobrolin hal2 basi :p ). Jangankan hal yg lalu2, kejadian semenit yg lalu pun sudah masa lalu ya kan. ataupun ngomong sesuatu yg yg ngasilin hal2 baik atau penyelesaian.
Saya hanya hamba Allah yang selalu ingin belajar setiap detiknya, menulis untuk mengevaluasi perkembangan diri, saling mengingatkan khususnya menginggatkan diri sendiri. Semoga bermanfaat :D
Wuallahualam bishawab
Sunday, August 14, 2011
and you can learn
2tahun terakhir yang sangat ajaib buat hidup saya, sbagian blg saya sial, sbagian blg saya sdg diuji, sbagian bilang kasian dan byk yg ga peduli (wajar ini sih)
kenapa saya bilang ajaib? ya, 2tahun yang semua diluar planning, semua kejadian buruk yang tiba2 muncul mengacaukan semua, keputusan yang menyengsarakan diri sendiri dan pencapaian yang semuanya hilang (hilang pada waktu itu). sulit? bagi saya yg selalu mendapatkan apa yg saya mau dengan segala kerja keras sungguh2 dan konsisten, bagi saya yg selalu bahagia, bagi saya yg selalu dikeliling orang2 yg care, hal2 tersebut sulit, keadaan lingkungan, kesendirian, kesepian, masalah yg membludak datang dalam satu waktu, terserah orang mau bilang apa, toh mereka tdk meraskan, dan byk org pny masalah yg jauh lbh besar.
ini hanya masalah adaptasi, adaptasi untuk menjadi lbh kuat, adaptasi untuk naik level and u can learn everything, adaptasi untuk lbh membuka mata pada realita. kasusu yg sama pada keadaan perasaan yg berbeda reaksinya pun akan berbeda. ya senang sedih memang hanya perasaan seharusnya mereka tidak mempengaruhi reaksimu cobalah untuk mengerti dengan logika, Alhamdulillahnya kita manusia yang memiliki perasaan sehingga bisa banyak belajar dari kesalahan reaksi2 kita karena pengaruh perasaan. Anggap saja 2tahun belakangan ini saya sedang dapat beasiswa, beasiswa hidup dari Tuhan, sekolahan mana yg bisa ngasih pembelajaran sebanyak ini secara gratis, pembelajaran yang ilmunya berbeda2 sesuai daya tangkap dan daya pikir penerimanya.
Saya stress, saya depresi, banyak hal lewat dan ini sudah mau akhir tahun 2011, lihat teman2, sekeliling mereka sudah banyak kemajuan, kemajuan dalam takar dan nilai yg dianggap dlm peradaban ini, sedangkan saya masih di tempat yg sama, tidak bermanfaat, sia2? menurut saya iya. benar sia2? setelah saya pikirkan tidak, tidak ada yg sia2, secara kasat mata memang terlihat sia2 karena tidak ada perubahan, secara mental, pemikiran, dan hal2 anstrak yg hanya bisa dirasakan diri dan diketahui Tuhan hal2 tsb tdk sia2.
dan saya cuma bisa bilang ke diri sendiri:
ga ada yg ga mungkin, cuma masalah waktu
yang perlu dilakukan hanya terus sabar dan tetap bersungguh2 dalam segala sesuatunya
wuallahualam bisawab
Tuesday, August 2, 2011
Belajar dari skenario Tuhan (1)
belum sampe nutup pintu, adik saya sudah semangat cerita," hahahaa, tadi aku macet banget, trs ganti angkot lewat sini (bugel) trs blm ashar, trs solat dulu di mesjid, trs pas mau naik angkot lagi 3 kali angkot gak berenti alhasil sampe magrib, terus beli es doger dulu terus nungu angkot lagi ga ada yg lewat2, hahaha taunya kita ketemu"
Skenario Tuhan (1)
Tuesday, July 26, 2011
Everything has a reason
Tuesday, July 12, 2011
Wednesday, July 6, 2011
everyone have their own time
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.
“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.
“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.
“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.
Browsing2 disaat lg down, tiba2 menemukan blog berisi tulisan dibawah ini, nice
“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”
“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”
“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”
“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”
Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di ujung cerita kehidupan. Usaha tidak selalu membuahkan hasil yang diharapkanm tapi yakinlah bahwa di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Kehadiran tiap insan pun tidak ada yang sia-sia.










